Tuesday, August 28, 2012

Quo Vadis Ibukota RI 2012

Pertama-tama saya ingin menyampaikan kalau blog ini tidak bermaksud membela siapa pemimpin dki jakarta berikutnya, namun muncul dari keprihatinan dari proses pilkada putaran kedua di kota terbesar / Megapolitan DKI Jakarta bahwa tetap saja terjadi isu SARA yang sangat fatal dan berpikir sangat sempit serta mengutamakan primordialisme. Ini ditandai dengan stereotype serta kenaifan seperti penggunaan simbol agama yang melambangkan "kesucian" dalam berpolitik pragmatis, serta proses penghancuran identitas keanekaragaman kebhinekaan dengan mendeskreditkan suku tertentu masih terjadi. Menafikan keragaman budaya yang menjadi kekayaan daerah Ibukota Jakarta ini juga sama bahayanya dengan pembiaran tanpa pengaturan yang jelas, dan tegas. Multikultur Megapolitan DKI Jakarta tidak berbeda dengan negara demokratis terbaik di dunia, yang menjadi best practice demokrasi yaitu Amerika Serikat dimana dengan masyarakat Amerika Serikat yang sangat cerdas dan elegant baik dari kalangan mayoritas dan minoritas secara berani mereka memilih Barack Obama sebagai President USA dari minoritas dan pertama kalinya presient kulit hitam pertama sejak Amerika merdeka lebih dari 200 tahun lalu. Pertanyaan yang muncul berikutnya adalah sikap dan cara berfikir primordial bukanlah suatu ideologi yang patut, krn hanya mengutamakan golongan tertentu, kepentingan sesaat (dan sesat) tertentu, tentunya sangat berbahaya bagi indonesia. Mengapa hal ini menjadi isu dan keinginan kandidat tertentu untuk memenangkan persaingannya? Mari direnungkan bersama, quo vadis Jakarta dan quo vadis Indonesia.. Selanjutnya, ada link di bawah ini sebagai fakta aktual untuk memberi masukan terkait kredibilitas "calon pemimpin incumbent atau kuda hitam" yang Anda harapkan bagi Kota Megapolitan DKI Jakarta kedepan. Silakan Broadcast message ini guna memberi wawasan, mencerdaskan dan memberikan kesadaran pentingnya mengupayakan kehidupan kebhinekaan tunggal ika di tengah-tengah hiruk pikuk kesibukan masyarakat postmodern kota Megapolitan DKI Jakarta. http://m.jpnn.com/news.php?id=137445 http://us.m.viva.co.id/news/read/343700--isu-sara-di-pilkada-bawa-perpecahan

No comments: