Monday, November 17, 2008

PHK..., mau ?

Hari ini

Memulai hari ini dengan bersyukur
Itu lah yang membedakan
membedakan kita
dalam
menjalankan
hari ini..

By the way...
Hari gini bersyukur..?
Ya iya lah...
Gimana... bayangin aja..
Di banyak benua sana...
bahkan di Indonesia..
Ada ataw tidaknya dampak Tsunami Ekonomi Global
PHK terjadi di mana-mana..
tak kenal karyawan kontrak, freelancer, ataw karyawan tetap
Atas nama efisiensi
Manajemen perusahaan yang sedang menyelamatkan jalannya roda perusahaan
berusaha untuk mengurangi biaya
yang paling mudah dan terakhir ya PHK

Setidaknya Anda dan Saya masih sangat bersyukur
ditengah terpaan angin krisis moneter yang KONON akan menjadi Krismon tahun 98
kita masih bisa menerima pendapatan setiap bulannya
yang barang tentu menjadi salah satu sarana kehidupan kita

Semoga
Semoga kehidupan ini semakin membaik
tak lain..
tak lain dengan berdoa, bekerja dan tentu saja
dengan bersyukur atas apapun yang telah Dia limpahkan bagi UmatNya...

Selamat menjalani hari ini..

Wednesday, November 12, 2008

Special GIFT ! ...mau???


Pribadi Adalah Hadiah

Pribadi adalah
hadiah yang terbungkus
Yang dikirimkan Tuhan kepada kita.
Menyadari bahwa Tuhan telah memberi hadiah yang sedemikian luar biasa..
Sepantasnya saya rasa kita untuk bersyukur, senang, dan berbahagia karenanya

Bicara-bicara tentang kado atau bingkisan..
bentuknya, kemasannya bermacam-macam

Ada yang terbungkus indah;
Mereka sangat mempesona, bahkan sewaktu aku pertama kali melihatnya.

Ada yang terbungkus dengan kertas biasa
Mereka yang menerima bungkusan ini sudah terkoyak atau rusak

Kadang-kadang ada hadiah istimewa.

Kadang-kadang ada hadiah yang terbungkus longgar

Kadang-kadang yang lain datang dalam keadaan terbungkus rapat.

Tetapi bungkus kado itu bukanlah hadiah. 


Sialnya kita seringkali menganggap bingkisan hadiah ini bernilai mahal.
Sangat menarik apabila kita mengamat-amati anak kecil yang menerima hadiah dengan packaging yang istimewa.
Tentunya mereka menganggap hadiah yang diterimanya begitu istimewa sebagaimana bungkus kadonya
Atau mereka sangat berhati-hati membuka kado tersebut
Atau dengan bantuan orang tuanya mereka dengan sangat berhati-hati membuka bungkus kado supaya tidak robek

Ada kalanya membuka packaging hadiah itu sangat mudah
Ada kalanya membuka packaging hadiah itu memerlukan tenaga ekstra
Ada kalanya membuka packaging hadiah itu memerlukan bantuan orang lain

Ketika kita mengetahui bahwa Pribadi yang unik ini merupakan pemberian seutuhnya dari Tuhan,
maka
Saya rasa tepat kiranya kita mengatakan bahwa kita ini merupakan HADIAH daripadaNya

Dia Yang telah menciptakan kita dengan segala kebaikanNya
Dia Yang telah menciptakan kita sebagaimana citraNya
Dia Yang telah memberikan nafas dan kebahagiaanNya
Dia Yang telah memberikan cintaNya yang begitu Agung dan Kudus

Lalu

Apakah kita pernah sungguh-sungguh membuka kado itu?
Membuka packaging itu perlahan-lahan, dan berdebar-debar
dan penasaran sekali ingin mengetahui isi kado tersebut?

Mungkin saja

Ketika perasaan berdebar-debar itu tak jua muncul
Ketika perasaan penasaran itu tak muncul muncul juga
karena
mungkin ...
KITA TIDAK MENYADARI dan mengetahuinya perihal betapa bernilainya kado pemberian itu

Lalu..

Siapakah yang akan membantu Anda, saya, dan kita untuk membukakan kado yang begitu bernilai itu?

Akankah kita membiarkan pemberian tersebut teronggok hingga hilang ditelan waktu?

Begitu indahnya hidup ini karena KasihNya yang sempurna melampaui batasan yang ada...

Begitu indahnya karena melalui tangan sang Pencipta telah diciptakan sebuah kado yang istimewa

Lalu....

Mungkinkah ada pemberian Tuhan itu tidak indah ?

Sejarah telah merekam bahwa Tuhan merupakan SUMBER dari SEGALA SUMBER KEBAIKAN

Oleh karenanya, dengan cintaNya yang begitu luar biasa besar dan KasihNya yang melampaui apapun yang ada di jagat raya ini

Saya, Anda, kamu, siapapun bebas untuk memuji dan memuliakan kebesaranNya

Bebas dalam menentukan langkah strategis untuk menyadari dan berterima kasih atas kado dengan packagingnya yang sudah kita terima dan kita nikmati pemberiannya yang sungguh luar biasa.

Tentu saja, dengan mencintai mereka yang telah memberikan hadiah untuk kita,

Saya pikir sangat pantas, masuk akal, rasional, dan tidak basa basi jika kita mencintai Tuhan yang sudah begitu mencintai kita dengan kado-kadonya yang istimewa.

Mencintai Tuhan dengan memulai ucapan SYUKUR

Bersyukurlah sebab Tuhan baik, dengan keyakinan diri sendiri dan rasa syukur kepada Tuhan kita mampu melalui pergumulan hidup ini (Mazmur 106:1)

Tuhan Memberkati

-Depok-
12112008

Kalau aku mencintai hadiah dari mereka yang aku cintai, Mengapa aku 
tidak mencintai hadiah dari Tuhan, yang begitu mencintai aku? 

Lancar Jalanan di saat Hujan Lebat...?


Macet

Hampir setiap hari di wilayah depok khususnya wilayah tengah kota seperti Margonda Raya (dengan landmarknya Margo City Tower) lalu lintas bergerak padat..

Kejadian yang menjengkelkan beberapa waktu yang lalu. Hujan yang mengguyur wilayah Depok saja begitu lebatnya, mengakibatkan genangan air setinggi 30 sentimeter di sekitar margonda raya.

Alhasil, pada pukul 14.30 - 16.00 kemacetan terjadi sporadis mulai dari ujung jalan masuk utama kota depok yaitu Lenteng Agung sampai dengan SPBU seberang kantor gue...busyettt.. kalo diitung-itung.. itu kemacetan sekitar 5 kilometer

Ternyata depok juga bisa kebanjiran dan macet yach...

Sekarang ini banjir memang menjadi sesuatu yang harus diantisipasi sejak dini. Bahkan kalo gak perlu kelayaban, keluyuran keluar rumah sebaiknya dihindari daripada musibah di belakang. Hehehe.. ngomongin ini gue juga pernah mengalami kejadian yang hampir fatal, karena ngotot ngelintasi banjir, padahal mesin mobil belum sepenuhnya warm up... untunglah, karena terjangan genangan air hanya sebatas cipratan roda ke bagian mesin yang tidak fatal dan hujan yang berangsur angsur ringan dan cahaya matahari kembali memberikan kehangatan sehingga mobil pun tetap bisa dikebut sd. 120 km/jam...

Bersyukur dah ga ngalamin kebanjiran lagi..

Jakarta, beware dan prepare. Karena banjir ga pandang bulu loh.

-Depok-
11128002

Tuesday, November 4, 2008


Kepercayaan ... Is Everything !!
Mahkota Seorang Pemimpin 

Kepercayaan merupakan mahkota bagi seorang pemimpin, mulai dari seorang kepala negara, pemimpin perusahaan, pimpinan perguruan tinggi, pemimpin dalam unit terkecil di masyarakat, bahkan hingga pemimpin dalam keluarga.

Kepercayaan menjadi jatidiri seorang pemimpin sejati. Tanpa adanya kepercayaan dari rakyat atau bawahan, ambruklah legitimasi kepemimpinannya.

Itulah sesungguhnya yang tengah terjadi sekarang ini. Krisis finansial atau krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini, bukanlah sekadar krisis likuiditas perbankan, ambruknya harga saham, turunnya nilai tukar, ataupun merosotnya nilai ekspor negara, melainkan krisis yang bersumber dari tergerusnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin pemerintahannya.

Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi dunia, seperti ancaman terorisme, peredaran obat-obatan terlarang (narkoba), praktik korupsi, perang yang tak berkesudahan, bencana kelaparan, para pemimpin pemerintahan seolah tak berdaya menghadapi itu semua. Mereka gagal melindungi bangsa, negara, dan rakyatnya dari berbagai ancaman. Akibatnya, tentu saja, rakyat tidak lagi mempercayai mereka.

Presiden Amerika Serikat George W Bush adalah contoh pemimpin yang terus merosot tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya menyusul sejumlah tragedi yang menimpa negeri itu. Serangan terorisme ke World Trade Centre, New York, pada 11 September 2001, perang tak berkesudahan di Irak, serta berbagai konflik lainnya, lebih menunjukkan karena ketidakmampuan seorang Bush untuk mengatasi persoalan.

Begitu pula krisis finansial AS yang meruntuhkan sendi-sendi perekonomian negeri itu, lebih banyak terjadi akibat ketidakmampuan sang presiden untuk mengatasi keadaan. Dua pialang kenamaan, yakni Warren Buffet dan George Soros, secara gamblang menuding George Bush sebagai pemimpin yang kurang memiliki sense of crisis. Jauh sebelum krisis, menurut Soros, Presiden Bush sudah diingatkan akan adanya badai krisis yang bakal mendera AS. Namun, Bush sepertinya bergeming. Cuek alias tidak peduli!

George W Bush hanyalah salah satu contoh pemimpin yang legitimasinya kian merosot akibat kepercayaan rakyat atas kepemimpinannya terus tergerus. Jatuhnya Presiden Soeharto pada Mei 1998 dan mundurnya Yasuo Fukuda dari kursi Perdana Menteri Jepang beberapa waktu lalu, adalah contoh lain yang membuktikan betapa tragisnya bila seorang pemimpin sudah kehilangan kepercayaan di mata masyarakat. 

Hilangnya kepercayaan terhadap seorang pemimpin puncak biasanya berlanjut pada hilangnya kepercayaan terhadap otoritas pemerintahan umumnya. Akibat lebih jauh dari sini adalah rusaknya tatanan hukum dan aturan, yang menjadi prasyarat bagi suatu kedaulatan negara.

Peraturan dan keteraturan (rule and order) yang menjadi dasar kehidupan bersama demi terciptanya demokrasi dan keadilan dalam masyarakat akhirnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan pada tingkat tertentu, tak berfungsinya hukum dan peraturan ini bisa membawa masyarakat ke arah suatu penolakan terbuka. Hampir setiap keputusan atau kebijakan pemerintah selalu mendapat tantangan dalam proses penerapannya di masyarakat.

Jadi, kalau otoritas pemerintahan sudah tidak dipercaya lagi dan perangkat hukum serta aturan main sudah tak berfungsi sebagai pengatur tata kehidupan bersama, lalu bagaimana jadinya nasib sebuah bangsa atau negara? 

Belajar dari pengalaman krisis dan cara-cara penangannya, sudah saatnya kita mendisain ulang cara-cara memilih pemimpin berkualitas. Dunia yang semakin gaduh akibat diterpa oleh berbagai persoalan ini membutuhkan barisan pemimpin yang tangguh. Mereka tangguh karena kapabilitas, kompetensi atau profesionalitas, akseptabilitas, dan moralitas yang mereka miliki. Mereka adalah orang-orang yang layak dipercaya (kredibel), karena memang memiliki karakter yang kuat, punya visi, idealisme, tanggungjawab, dan bermartabat.

Seorang pemimpin tangguh selalu menempatkan kepentingan rakyat di depan kepentingan pribadi, kelompok atau golongan. Ia mencintai rakyat dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan karena itu, imbalannya, ia dicintai rakyat dan didukung sepenuhnya oleh rakyat untuk setiap program atau kebijakan-kebijakannya.

Dunia kita sekarang memang semakin terasa rapuh akibat kekeringan pemimpin-pemimpin sejati. Pemimpin sejati itu selalu bersifat adil dan jujur, menjadi benteng penegakan hukum dan aturan. Lebih dari itu, mereka merupakan orang-orang yang terbuka, beretika dan – sudah pasti -- dapat dipercaya.

Just Doit !!

Sebagai seorang pimpinan, dalam mengambil suatu keputusan perlu dilakukan dengan baik dan berhati-hati. Dalam hal ini, pertimbangan yang perlu dikedepankan adalah kepentingan perusahaan, atau katakanlah, melakukan suatu tindakan "by law" perusahaan dimana kita bekerja.

Perusahaan di mana Anda bekerja. Apakah perusahaan itu memiliki banyak atau sedikit sumber daya manusia, yang penting adalah bagaimana mengelola perusahaan dengan memperhatikan aspek multidimensi seperti tujuan perusahaan terutama misalnya memperoleh Profit Perusahaan yang baik, serta mendukung dan menciptakan suasana kerja yang kondusif dan nyaman bagi karyawan untuk bekerja.

Disamping aspek tersebut, yang memberikan kontribusi, suatu langkah strategi yang menentukan adalah aspek Kepercayaan. Aspek ini sudah dibahas sebelumnya. Artinya dengan modal kepercayaan yang memadai dan konstruktif, seorang pimpinan dapat mengembangkan organisasinya dengan baik, diterima oleh Manajemen serta Konstituennya.

Apa yang terjadi apabila mis leading? 

Mis leading ini biasanya terjadi akibat dari beberapa hal:
1. Pemahaman strategik situasi market
2. Ketidakmampuan dalam mengelola Sumber Daya yang ada
3. Kesalahan mendasar dalam menganalisa serta pengambilan keputusan yang komprehensif

Ketiga hal ini biasanya menjadi pemicu bom waktu yang pada akhirnya akan "sinking the Company" sehingga tak ayal lagi akan tersingkir, serta menciptakan alienasi = keterasingan terhadap market dan cenderung akan menisbikan aspek kreativitas para karyawannya.

Berdasarkan pengalaman saya bekerja di beberapa perusahaan, kondisi inilah yang seringkali terlambat disadari dan bahkan diabaikan oleh para pengambil keputusan strategis. Alih-alih mereka mempunyai kepandaian yang lebih baik dari bawahannya, ternyata kebijakan yang ditempuh kurang dirasakan impactnya oleh konstituen. 

Sebaliknya, apabila seorang pemimpin dalam pengambilan keputusan cenderung mengedapankan aspek soliditas serta solidaritas atas nama arus bawah, akan memicu disintegrasi dan ketidaksesuaian cara pandang kebijakan perusahaan.

Lagi-lagi, perlu dilakukan langkah-langkah yang genuine, original, determinasi, aktual dan kolektif oleh seorang pemimpin dalam memberikan komando, serta strategi, konsep, praktek yang diharapkan dapat memberikan langkah dan penyelesaian secara signifikan dan konstruktif.

Just Do it !

Langkah berani seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, wajib hukumnya sejalan dengan kebijakan manajemen yang berlaku. Artinya adalah perlu pemahaman yang benar-benar konstruktif, sehingga hal ini akan memberikan suatu positive effects bagi perkembangan organisasi secara merata, dan seperti efek domino, setiap konstituen akan terpancing dan berusaha untuk mengadaptasi langkah best practices tersebut sehingga momentum ini perlu dipelihara dan dikembangkan menjadi suatu budaya organisasi yang positif bagi konstituen.

Langkah yang simpel, sederhana, taktikal, dan user friendly menjadi suatu langkah yang efektif dan ideal dalam pengambilan keputusan serta pemantauan langkah-langkah berupa monitoring yang baik dan benar.

Just doit, dan feel it. Ketika krisis terbangun dan terselesaikan, Anda akan merasakan suatu tim yang mendukung dan menolak Anda. Feel it, sense Anda akan berkata-kata bahwa langkah ini benar atau salah. Just do it. Don't doubt, dan lakukan saja apa yang Anda kehendaki, sejauh itu diterima oleh Atasan dan Manajemen Anda. 

Penjilat, Pelapor, atau Tim yang kuat?

Ketika Anda membeberkan atau memberikan informasi tentang kinerja serta konstituen Anda, perhatikan lah baik-baik.. sangat berbeda antara seorang pengadu antara si A dan si B, katakalah demikian atau pun Penjilat.. yang biasanya membeberkan informasi kepada atasannya dengan serta merta namun tidak pernah memberikan FEEDBACK atau langkah-langkah yang dianggap perlu untuk membangun tim lebih kuat.

Jika anda bukan keduanya, berarti kemungkinan Anda telah berusaha in line untuk membangun hubungan kerja dengan Boss dan staff - konstituen Anda dengan baik dan intim.

Can we create the Strong Team?

Selama Anda konsisten, komitmen dan bertujuan mengembangkan suatu misi dari Manajemen berarti Anda tengah berupaya dan berusaha untuk mengembangkan sebuah tim yang kuat dan baik. 
Artinya, sebagai seorang pimpinan, Anda diberikan tanggungjawab, responsibility, kepercayaan, trust dan Andalah yang harus mengembangkan, membagikan, dan mengelola, menuangkan dan akhirnya memberikan hasil imbal balik yang diharapkan oleh Manajemen. 

Dengan memberikan kepercayaan terhadap individu konstituen yang diimbangi fungsi kontrol yang relatif baik, budaya kerja yang positive, idealnya akan menghasilkan suatu tim yang kuat dan tangguh, sehingga proses alienasi, marginalisasi dari kompetisi yang semakin menggila, bahkan datangnya tsunami krisis sekarang pun akan dapat dilalui dengan baik.

Nah, bagaimana jika political tricking nya? Ini merupakan suatu fenomena yang lazim terjadi di entity manapun. Oleh karenanya, sebagai pemimpin layaknya seorang peternak sapi yang sedang menggembalakan sapinya, dia tahu betul bahwa sapi sangat sulit untuk diajak berjalan, perlu diberikan 'pancingan' dengan satu genggam tanam-tanaman yang menjadi makanan favorit sapi. Demikian pun dalam organisasi seringkali seorang pemimpin dihadapkan pada masalah ini. Kenali masalah, analisa, brain storming dengan Boss Anda, ambil keputusan, dan menjalankan keputusan ini dengan baik.

Dengan mental seorang pemenang, kuat, percaya diri, dan menyadari bahwa Anda dapat memimpin dengan suatu potensi terpendam yang luar biasa dahsyatnya akan memberikan kekuatan dan self driven yang super duper.

Just do it...

- Depok City -
30 october 2008