Saturday, May 23, 2009

Langkah-langkah Menghadapi Ketidakpastian dalam Karir

Sederet resolusi karir yang ingin Anda capai tahun ini. Rencana dan segala perhitungan telah dipersiapkan dengan matang. Namun hidup ini penuh ketidakpastian. Tidak ada yang bisa memprediksi apa yang akan terjadi esok hari dengan pekerjaan Anda. Jika rencana Anda gagal, sudahkah Anda menyiapkan plan B and C?

Terkadang ketidakpastian itu terasa menyenangkan dan menantang. Namun, bagi sebagian orang ketidakpastian justru menimbulkan perasaan gentar, terutama bagi karyawan yang lebih senang berdiam di zona nyaman. Umumnya mereka justru merasa terusik dan menganggap masa depan akan beresiko sehingga cenderung bersikap defensif dan menutup diri terhadap segala perubahan yang belum jelas outcome nya bagi mereka.


Lain halnya dengan orang yang fleksibel dan optimis, yang lebih terbuka terhadap segala tantangan yang ada di masa depan. Mereka melihat segala yang sifatnya masih belum pasti adalah bagian dari perjalanan karir yang akan membantu meningkatkan kepiawaan mereka berstrategi mengatasi tantangan.

Berikut ini adalah tujuh tips yang dapat membantu Anda membangun kepribadian yang fleksibel dalam menghadapi ketidakpastian dalam karir :

1. Anda selalu punya pilihan. Ingat bahwa Anda-lah yang memutuskan apakah akan menjadi korban dari ketidakpastian itu atau justru proaktif dengan situasi di sekeliling Anda. Tentukan tujuan dan sikap Anda. Ketahuilah juga dengan sadar bahwa tiap pilihan Anda memiliki kelemahan dan kelebihan.

2. List tiap kemungkinan yang akan muncul karena ketidakpastian. Contoh, perusahaan tempat Anda bekerja mengalami perubahan manajemen besar-besaran. Buatlah daftar yang mungkin terjadi dengan posisi Anda. Tuliskan kemungkinan terburuk dan terbaik, lalu siapkan langkah yang harus Anda lakukan untuk menjalaninya. Daftar ini akan memberi Anda ‘kekuatan’ dan kepercayaan diri bahwa Anda bisa mengantisipasi apapun yang mungkin terjadi di masa depan.

3. Tingkatkan kreatifitas dan kemampuan Anda. Carilah ide-ide baru dan perluas pengetahuan sesuai dengan bidang Anda. Temui orang-orang baru dan cobalah sesuatu yang tak pernah Anda lakukan sebelumnya. Katakan ‘ya’ untuk setiap kesempatan untuk meng-upgrade kemampuan Anda.

4. Pengalaman adalah guru terbaik. Belajarlah dari pengalaman Anda maupun dari orang lain. Hal tersebut bisa menjadi modal bagi rencana Anda ke depan. Anda dapat meniru kesuksesan orang lain dan menghindari kegagalannya.

5. Be positive. Hadapi ketidakpastian dengan positif. Jadikan hal itu sebagai kesempatan Anda untuk merencanakan peningkatan karir Anda. Tidak semua perubahan akan berakhir mengenaskan, pasti ada pelajaran yang bisa Anda ambil untuk diterapkan untuk perkembangan karir.

6. Hadapi dan manage resiko. Setiap bagian kehidupan memiliki resiko. Anda tidak bisa menghindarinya ataupun menghilangkannya. Yang Anda bisa lakukan adalah mengantisipasi tiap kemungkinan dan resiko yang akan muncul serta mengelolanya sehingga Anda tidak menderita damage terlalu besar.

7. Perubahan membuka kesempatan. Ingatkah Anda dengan pepatah yang mengatakan “jika satu pintu tertutup, maka ada pintu lain yang terbuka”? Begitulah kiranya yang akan Anda dapatkan jika menyambut perubahan itu dengan positif. Siapa tahu dibalik perubahan itu terdapat suatu kesempatan besar yang tengah menanti Anda.

Saat Anda sudah merasa lebih fleksibel, pikiran dan sikap Anda terhadap ketidakpastian perlahan mulai melunak. Hal ini karena kepercayaan diri Anda mulai meningkat dalam menghadapi masa depan.

Remember! :
Krisis tidak membentuk diri kita, melainkan hanya memunculkan siapa kita sebenarnya. So mari dengan doa dan hati yang positif, kita merespon krisis (Dr. Cole)

Jobsdb.com Indonesia

Thursday, May 14, 2009

Berserah atau malah pengen jadi Pemberontak?

Dear All,

Sharing ini disampaikan dari salah satu sahabat gue dan gue posting kembali di blog ini. Bagus buat siapapun yang kadung nyaman saat ini. Selamat menikmati ya.

Subject: Berserah atau Pemberontak?


Seorang anak sakit keras. Ia harus segera disuntik agar obat bisa langsung masuk ke dalam pembuluh darahnya. Namun, begitu melihat jarum suntik, si anak memberontak. Meronta-ronta sambil menjerit dan menangis. Takut disuntik. Karena bergerak terus sulit bagi dokter untuk memasukkan jarum suntik. Baru setelah ia kelelahan dan lemas kehabisan tenaga, dokter bisa menyuntiknya. Obat pun masuk ke dalam tubuhnya. Proses penyembuhan dimulai.

Tanpa sadar, kita sering bersikap seperti anak kecil tadi. Ketika menghadapi kenyataan sulit, kita berontak. Panik. Protes. Marah. Menangis. Menjerit. Sulit menerima kenyataan. Sampai akhirnya kita lemah dan berpasrah dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Justru pada saat itulah, kuasa Tuhan turun menaungi kita.

Sudah beberapa lama waktunya aku terus mencari-cari jawaban. Marah, menangis, dan menjerit, namun hingga kini tidak ada yang kulihat. Cerita diatas membuat aku sadar, aku sesungguhnya belum berpasrah kepada Tuhan secara keseluruhan, jiwa dan raga. Aku merasa bahwa aku harus berbuat A, B, C, D dan seterusnya. Dan semuanya tidak ada titik terang yang terlihat yang bisa membawa aku keluar dari masalahku.

Dalam hati, hingga detik ini, aku masih terus berharap dan percaya bahwa mujizat itu nyata. Aku tidak sanggup menanggung ini sendirian. Perasaan gagal, hancur, menyesal, menyalahkan diri sendiri dan orang lain, benci, marah, cinta, dan sedih bercampur aduk dalam hati dan perasaanku. Pikiranku berkecamuk. Untungnya kasih Tuhan hadir melalui kesaksian-kesaksian dan penghiburan-penghiburan yang aku terima. Tuhan mengaruniakan kekuatan supaya aku sanggup menanggungnya, asal aku mau betul berserah dan bersatu bersama Dia, dimana itu akan berbuah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5 : 22 - 23).

Aku sungguh berharap dan percaya, dengan aku tinggal didalam Dia dan firman Dia tinggal di dalam aku, aku akan menerima apa saja yang aku kehendaki, terutama buah-buah dari Roh Kudus tadi.

Karena pohon-pohon akan bertumbuh semakin kuat bila tahan akan terpaan angin dan hujan nan dahsyat. Bagaikan sebuah mata pahat yang tajam menghasilkan ukiran nan indah dan anggun dari pualam. Hatiku dan diriku ditoreh oleh mata pahat Tuhan yang begitu tajam dan menyakitkan, karena Ia ingin mengubahku menjadi batu pualam yang indah. Sakit... tapi akan indah pada waktunya...

'Jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerahKu bagimu, sebab justru dalam kelemahan, kuasaKu menjadi sempurna." Sebab itu aku terlebih suka bermegah dalam kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku' (2 Korintus 12:9)

Bapa... tak pernah Kau melukaiku tanpa alasan. Kepedihanku tak pernah Kau sia-siakan. Setiap kerugian yang Kau ijinkan aku alami, Kau menggantinya dengan berkat melimpah nan pasti...

Wednesday, May 13, 2009

"We don't see things as they are, we see them as we are." -Anais Nin

Monday, May 11, 2009

Bu yao pa, bu hao hui. Fan shi gan ji.

Saturday, May 9, 2009

A Pramono, Dari Office Boy Jadi Miliarder

Selasa, 14 April 2009 | 08:44 WIB

KOMPAS.com - Kisah perjalanan hidup A Pramono (34) mirip cerita sinetron. Belasan tahun lalu, ketika pria kelahiran Madiun ini mengadu nasib ke Ibu Kota Jakarta, ia memulainya dengan menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta. Lalu ia beralih menjadi pedagang ayam bakar di pinggir jalan. Ternyata sukses. Kini Pramono sudah menjadi miliarder yang memiliki banyak usaha. Siapa yang tidak ngiler?

"Kalau cerita saya dibikin sinetron mungkin akan menarik," kata pria pemilik usaha Ayam Bakar Mas Mono ini ketika bercakap cakap dengan Warta Kota di salah satu kedainya di Jalan Tebet Raya No 57, Jakarta Selatan, baru-baru ini.

Namun, ayah satu anak yang akrab dipanggil Mas Mono ini buru buru menambahkan bahwa sukses bisa diraihnya setelah melewati proses yang cukup panjang. la meyakini, dalam hidup ini tidak ada sesuatu yang instan. Artinya, kalau ingin sukses mesti lewat perjuangan.

"Orang tidak tahu dan mungkin tidak mau tahu, ketika memulai usaha ini saya harus ke pasar jam tiga dinihari. Jam empat subuh sudah menyalakan kompor, ketika kebanyakan orang masih tidur," ujar Pramono.

Awalnya, suami Nunung ini berjualan ayam bakar di pinggir Jalan Soepomo, Jakarta Selatan, persisnya di seberang Universitas Sahid. Di tempat itu, setiap hari-kecuali hari libur dia menggelar tenda, bangku dan meja untuk berdagang.

Dengan memakai kaus, celana gombrang dan sandal jepit, dia setia melayani pembeli yang datang dari pagi sampai pukul 14.00. Sebagian pembelinya adalah mahasiswa dan orang kantoran yang bekerja di wilayah tersebut.

"Tapi ya namanya dagang kaki lima, ada gilirannya. Saya dagang dari pagi sampai siang. Dagangan habis nggak habis saya harus tutup. Lalu, jam 14.00 diganti pedagang lain yang menjual nasi goreng, pecel lele dan seafood," tutur Pramono sambil memperlihatkan foto lamanya di laptop.

Pria yang menamatkan S3 (maksudnya tamat SD, SMP, SMA) di Madiun ini belakangan akrab dengan laptop karena dia menjadi salah seorang mentor nasional dari Entrepreneur University (EU). Foto-foto lamanya itu menjadi salah satu bahan presentasinya ketika membawakan materi tentang wirausaha.

Menurut Pramono, sejak dulu dia suka fotografi tapi hanya sebatas hobi. Bukan karena dia tahu akari sukses. Jika diamati, foto Pramono saat masih berjualan di pinggir jalan dan saat ditemui Warta Kota beberapa hari lalu, memang berbeda jauh. Dulu dia terlihat kurus, sekarang tampak macho dan keren.

"Ya, bedalah Mas. Dulu tidak terawat, sekarang terawat. Dulu nggak punya tabungan,sekarang tabungan banyak di bank," ujarnya sambil menunjukkan tabungannya yang pernah mencapai persis Rp 1 miliar.

Senang belajar

Salah satu kebiasaan positif yang dimiliki Pramono dan sangat memberi inspirasi adalah kesenangannya belajar sesuatu yang baru untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Tahun 1999, ketika menjadi office boy di sebuah perusahaan swasta, Pramono selalu memanfaatkan,waktu luangnya dengan belajar komputer. Bukan bermain bermain game seperti kebanyakan orang. Sebab dia tahu, dengan menguasai keterampilan itu kariernya bisa naik dan gajinya juga akan lebih besar.

Pramono benar, karena kariernya terus meningkat hingga akhirnya diangkat menjadi supervisor. Meski jabatannya cukup tinggi tapi dia terus tertantang untuk meningkatkan taraf hidupnya. Cita-citanya cuma satu, bagaimana caranya lebih membahagiakan orang-orang yang dicintai, keluarga dan orangtuanya.

Akhirnya, tahun 2001 dia keluar dart perusahaan tersebut dan memulai usaha dengan berjualan gorengan keliling di seputar,wilayah Pancoran, Jakarta Selatan. Langkahnya rada ekstrem. Sebab, bagi Pramono, untuk memulai usaha tidak perlu banyak berpikir, apalagi menghitung rugi laba. Yang terpenting adalah melakukan action.

"Banyak saudara saya yang tidak terima dengan keputusan itu. Apalagi pada awal-awal berdagang, omzetnya baru Rp 15.000 sampai Rp 20.000 per hari," ujarnya.

Meski menghadapi banyak tantangan, Pramono tidak mau mundur. Sampai akhirnya dia mendapat lapak kosong di seberang Universitas Sahid. Dengan modal Rp 500.000 untuk membeli gerobak dan peralatan lainnya, termasuk ayam lima ekor, Pramono membuka lembaran barunya dengan menjual ayam bakar. Namun karena belum mahir mendorong gerobak, pernah suatu ketika ayam dagangan jatuh ke pasir. Terpaksa ayam tersebut harus dibersihkan dulu.

"Kalau orang lain mungkin sudah mikir macam-macam. Wah ini tanda sepi, nggak laku, karena baru mau jualan ayamnya sudah jatuh, sial. Namun, kalau saya justru berpikir lain. Wah, ini pertanda bagus, dagangan saya bakal laku. Sebab, saya menggunakan otak kanan. Selalu optimis dan percaya dirt," tegas Pramono.

Terlepas dart peristiwa itu, beberapa tahun kemudian usaha Ayam Bakar Mas Mono berkembang pesat. Dia mempunyai 13 cabang dan dalam satu hari bisa menjual 1.000 ekor ayam. "Sampai sekarang saya merasa seperti mimpi. Kok bisa ya," kata Pramono. (hes/Warta Kota)

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/04/14/08441260/a.pramono.dari.office.boy.jadi.miliarder

Friday, May 1, 2009

ehmm... bagus nich buat yang lagi pacaran...

Jika kamu merasa "memerlukan" seorang teman kencan untuk merasa utuh dan puas secara pribadi, maka kamu belum siap berkencan.

Selama kamu merasa kekurangan atau tidak utuh dalam diri sendiri, setiap hubungan yang kamu masuki akan menjadi, sampai tingkat tertentu, suatu usaha untuk mencukupi kekurangan itu.

Jika kamu merasa kekurangan, kamu akan membangun seluruh hubunganmu berdasarkan kekurangan itu karena kamu akan mencari dalam diri pasanganmu atas apa yang tidak kau miliki.

Sebagian besar orang memulai hubungan dengan perasaan tidak utuh atau kekurangan. Apa yang akhirnya mereka dapatkan adalah suatu hubungan yang lemah. Keduanya tidak bisa memberikan 100% karena mereka berdua sama-sama memusatkan perhatian pada apa yang tidak mereka miliki, yang mereka harapkan bisa mereka dapatkan dari pasangan mereka. Hubungan macam ini hanya bisa bertahan selama kedua pihak merasa bahwa kebutuhan mereka terpenuhi atau kekurangan mereka tercukupi.

Sebelum Hawa diciptakan, Adam hanya seorang diri saja, tetapi ia sama sekali nggak kesepian. Kesepian adalah penyakit rohani. Adam sendirian karena dialah satu-satunya makhluk dari jenisnya, namun ia merasa seutuhnya puas sebagai seorang manusia. Ia begitu sibuk melakukan apa yang Tuhan perintahkan kepadanya sehingga ia tidak merasa perlu mempunyai seorang pasangan. Memberikan pasangan kepada Adam adalah ide Tuhan. Demikian juga dengan berkencan. Kamu siap untuk berkencan saat kau sudah terlebih dulu belajar bagaimana caranya menjadi lajang.

Seorang lajang yang sejati ialah seseorang yang utuh secara fisik, emosional, rohani dan intelektual, tanpa tergantung kepada siapapun.

Karakteristik keutuhan yaitu :
1. Mengasihi Tuhan dengan segenap keberadaaan kita baru kemudian mengasihi diri kita sendiri dengan kesan citra diri yang positif sebagai seseorang yang dikasihi dan dihargai oleh Tuhan
2. Punya iman yang jelas dan teguh (tau standar2 Tuhan dalam hidup kita dan berkomitmen menaatinya)
3. menumbuhkan akar anda sendiri (memusatkan perhatian pada motivasi dan kendali dalam diri sendiri, bukan orang lain)

Karena tidak terikat hubungan serius, para lajang bebas untuk memusatkan perhatian mereka pada perkara2 dari Tuhan.
Gunakanlah masa ini sebaik2nya dalam hidupmu. Belajarlah untuk bertumbuh mendalam dengan Tuhan dan mengasihi Dia dengan dirimu sendiri dulu.
Jangan terburu2 menjalin hubungan. Pastikan akar rohanimu tertanam kuat di dalam Tuhan sekarang karena begitu kau terlibat dalam suiatu hubungan yang serius dengan orang lain, terutama dalam suatu hubungan pernikahan, waktu dan perhatianmu akan terbagi2 antara orang tersebut serta pengabdian dan pelayananmu pada Tuhan.

Buatlah dirimu begitu terobsesi oleh Tuhan sehingga Ia harus mengganggumu untuk membawa masuk seorang lain ke dalam kehidupanmu!

Tuhan Memberkati !

Salam
--N/A--