Wednesday, August 26, 2009

Cinta Sejati seorang Ayah


Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis
muda juga yang baik hati. Sebelumnya merekapun selalu berdoa, 'Tuhan
berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik...' Setelah mereka
menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, 'Tuhan,
berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.' Tetapi setelah 7 tahun mereka
menikah, mereka tidak mempunyai anak.

Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan,
maksudnya doa mereka berubah lagi, 'Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak
yang terbaik bagi kami.' Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung,
lalu lahirlah seorang anak bagi mereka. 'Anak laki-laki pak,' kata
dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.

Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke
rumah sakit. Lalu si dokter berkata, 'Pak, dengan berat
hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.'
Si ayah membalas, 'Kabar apapun, saya siap menerima-nya, pak dokter. Saya
siap menghadapi yang terburuk'
'Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak
akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang
lain,' jelas si dokter. 'Apa maksud bapak,' si ayah bertanya.
Dokter melanjutkan, 'Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat
disembuhkan.
Yaitu cacat mental yang serius.' Sang ayah lalu menitikan air mata dan
berkata sambil berdoa, 'Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu
semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu. '

But above all these things put on love, which is the bond
of perfection. Colossians 3:14 (NKJV)

Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan
ditaruh di samping ranjang mereka berdua.
Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka
menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan
kamar khusus untuk anak mereka tersebut.

Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka
satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan
macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang
kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika
ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.

Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau
teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan
anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu
membanggakan anaknya. 'Woi anak gw nih…ganteng kan ?' Selalu ia
mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang
terbesar dalam dirinya.. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya.
Meskipun dia cacat.

Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin
kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar
mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes.
Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak
mereka yang cacat itu.

Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun,
sekitar pukul 4.30. Dalam pikirannya, 'Hari ini, aku pengen buat sarapan
yang speeeeeesial buat papa.'
Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil potong roti, lalu
menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja
hasilnya gosong. Setelah bunyi 'ting', maka anak cacat itu menaruhnya di
atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang (amat) sangat
banyak, sambil berpikir, 'Harus kasih
yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya'.

Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam sudah mulai
berkokok, lalu mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas
kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci
tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir,
'Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu
lama.' Dan lalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi
bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok kopi, anak cacat ini memakai 5
sendok kopi bubuk, sambil berpikir, 'Kalau 2 sendok kopi saja sudah harum,
apalagi 5, pasti papa suka.' Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu.

Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan
hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di
atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan
menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini,
'Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat
papa.'
Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma
'sedap' dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut. 'Wah
pasti enak nih.'
Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak
berkata, 'Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ' kan
biasanya papa yang doain. OK ya papa?'
Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan,
'Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima
kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan,
amin.'

Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah
ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya,
'Enak kan pa?' 'Iya, enaaaak sekali,' lalu melanjutkan makan.
Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak
bertanya, 'Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo….' Si
ayah berkata, 'Wah kamu yang masak? Enak sekali nak.' Lalu si ayah
melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia
mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, 'Harum dan enak kan pa?' Si
ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya, 'Pahit, tapi papa suka
sekali.' Dan
dengan lugunya si anak menjawab, 'Ya iya dong papa, kopi kan
pahit…,' karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.

Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata 'Ray,
kamu tau nggak…' 'Nggak paa,' potong si anak cacat tersebut. Lalu
si ayah melanjutkan, 'Kalau semua masakan kamu, enaaaaak sekali.' Lalu
si anak menjawab, 'Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaaaaal buat
papa.' Lalu si ayah berkata lagi, 'Kamu tahu nggak kenapa papa senang
hari ini?' Si anak sambil menggelengkan kepala, 'Nggak tau pa….'
'Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaaaal buat papa.'
Lalu si ayah melanjutkan, 'Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaaaaang
sekali sama kamu?' Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, 'Nggak
tahu pa…...' 'Karena kamu anak papa yang udah bikin papa,
seneeeeeeeeeeeng banget.'
'Raymond juga, sayaaaaaaaaaang banget sama papa.'
Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang
cacat itu, dan berkata kepada anaknya, 'Terima kasih ya
nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi
ini buat papa. Semuanya terasa, enaaaaak sekali.' Lalu
si anak menjawab, 'Sama-sama papaah….' Dan si ayah lalu berdoa dalam
hatinya, 'Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang
sangat sayang
padaku…'

Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut? Kamulah, yang sedang membaca
adalah anak yang cacat tersebut.. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita,
memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan.
Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna
dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan
senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita
yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk
Bapa kita di sorga.

Ingat ini: Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun
yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yang
harum. Karena Bapamu mengasihi kamu

Ingat : Bapamu di sorga mengasihimu.
"Leadership develop daily, not in a day"
John C. Maxwell

Thursday, August 20, 2009

Stop Talking, and Begin Saying It with your ACTION !

by: Napoleon Hill

WHEN YOU HAVE TALKED YOURSELF INTO WHAT YOU WANT, STOP TALKING AND BEGIN SAYING IT WITH YOUR ACTIONS.

Persuading yourself that you can do something is a strong beginning. Next develop a sound plan and get into action. The longer you delay, the harder it will be to begin. Seldom is a plan perfect. If you have a clear vision of your goal and a plan that is flexible enough to allow you to deal with unexpected obstacles or take advantage of unforeseen opportunities, don’t delay another minute. Just getting into action-even if you do have to make adjustments later-will help focus your mind and channel your energies in the direction of your objective.

Adakah Cinta di dalam Pelayanan???

(Oleh : Sr. Maria Gertrudis, P.Karm.)

Waktu telah menunjukkan pukul 19:00, suasana di sebuah perkantoran telah sepi. Hanya beberapa karyawan terlihat masih sibuk menyelesaikan pekerjaan hariannya. Nadya termasuk di antara mereka yang masih berada di kantor. Tidak seperti biasanya, Nadya pulang kantor jauh malam, terlihat pula pada raut wajahnya garis-garis kesedihan bagaikan ada suatu beban yang ingin ditumpahkan. Namun, Nadya tak tahu kepada siapa ia harus menceritakan semuanya ini?

Tiba-tiba, handphonenya berbunyi. Dengan malas, diraihnya dan dilihat nama yang tertera dalam handphone itu. Ah.. sms dari Dodi. Tanpa membacanya terlebih dahulu, ia langsung menghapuskannya.

Apa yang menyebabkan Nadya berubah? Tak lain disebabkan peristiwa satu bulan lalu. Peristiwa yang takkan pernah dilupakan dalam kehidupannya, bisik hatinya. Tiba-tiba peristiwa itu kembali dalam ingatannya. Pertunjukkan yang batal ditampilkan oleh kelompok seni dramanya tanpa penjelasan. Pembatalan yang dilakukan oleh sepihak telah merusak persiapan dan kerja keras yang dilakukan berbulan-bulan. Nadya bertanya dalam hatinya: Siapakah yang tidak kecewa, kesal, sedih, marah atas peristiwa menyebalkan ini? Sungguh sebuah kekecewaan, kemarahan, kekesalan semuanya menjadi satu. Nadya merasa waktunya terbuang dengan sia-sia. Kini, ia memilih menutup dirinya dari segala macam kegiatan-kegiatan yang berkonotasi 'bersama'. Ia lebih suka menyendiri akhir-akhir ini.

Kisah di atas hanyalah sepenggal kisah kehidupan bersama yang mau tidak mau akan terjadi pada diri semua orang. Hal menyenangkan maupun hal tidak menyenangkan dapat datang silih berganti dalam peristiwa apapun. Dalam kisah di atas, Nadya mengalami hal yang tidak menyenangkan dan membuatnya mengalami kesedihan, kekecewaan, dan penderitaan lainnya akibat orang lain. Mungkin saja kekecewaan Nadya juga terjadi pada diri kita?

Secara manusiawi dalam kehidupan ini, kita kadang-kadang merasa letih, sedih, dan kecewa atas berbagai harapan kita yang tak terjadi. Akan tetapi, hendaknya kesedihan itu jangan sampai memudarkan pandangan mata kita untuk melihat terang cahaya di balik setiap peristiwa itu, bahkan terpuruk lebih dalam lagi. Kita perlu mengingat apa yang dikatakan oleh St. Paulus, "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Rm. 8:28) Lebih jauh lagi dalam kisah dua murid di jalan menuju Emaus. Kita melihat kesedihan mereka sampai berkata, "Kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Akan tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi." (Luk. 24:21) Kristus melalui penampakan-Nya kepada kedua murid di jalan menuju Emaus, mengungkapkan dengan jelas bagaimana misteri kematian dan kehidupan, salib dan kebangkitan menjadi kunci harapan. Kehadiran-Nya yang penuh cinta mampu mengubah kesedihan dua murid di Emaus ini.

Jika kita menelaah lebih jauh lagi, episode dua murid di Emaus ini sebenarnya mengingatkan kita akan realitas yang menggembirakan dalam pengalaman hidup kita yakni tanda kehadiran Kristus yang bangkit dan tidak pernah berakhir dalam umat-Nya. Kehadiran itu menjadi hidup dan nyata di dalam dan di antara setiap pribadi, di dalam karya pelayanan, di dalam orang-orang miskin, di dalam apapun yang kita perbuat.

Inilah kunci untuk membuka pintu hal-hal yang tidak menyenangkan: keletihan, kesedihan, kekecewaan yaitu mengalami kasih yang hidup. Apakah yang tidak dapat diungkapkan dengan kasih? Dalam kasih, hati dapat berdamai dengan dirinya sendiri dan bersatu kembali dengan dirinya sendiri.

Pada saat hal-hal tidak menyenangkan terjadi, kita perlu mendengar kembali bahkan mengarisbawahi ungkapan dari seorang kudus besar abad ini yakni, St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Ungkapan yang merupakan kekayaan hidup rohaninya, "Segala-galanya adalah rahmat, dimulai dari langkah pertama hingga akhirnya." Inilah kompas dalam perjalanan hidup St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Kompas yang diungkapkan oleh St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus ini, tak lain merupakan interprestasi dari sabda Yesus sendiri dalam perumpamaan pokok anggur dan ranting-ranting- Nya, "Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yoh. 15:5)

Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, St. Paulus menegaskan, "Allahlah yang memberikan kepada kita baik kemauan maupun pekerjaan." (Bdk. Flp 2:13) Sekarang kita tahu bahwa tanpa rahmat Allah kita tidak dapat melakukan satu hal pun yang baik ataupun menghendaki yang baik untuk kita kerjakan.

Cinta dibangun oleh Sabda Yesus

Kita telah mengetahui bahwa untuk menghendaki yang baik kita memerlukan rahmat. Caranya dengan memohon kepada Allah untuk memberikan kepada kita rahmat itu. Salah satu rahmat yang kita butuhkan yaitu cinta. Cinta adalah perekat yang menyatukan berbagai kehidupan. Cinta bagaikan dasar dalam suatu bangunan. Apabila dasar itu tidak ada maka bangunan tersebut akan hancur (Bdk. Mat. 7:24-27). Iman kristiani menekankan kesatuan cinta Allah dan cinta sesama, dan kebutuhan yang sangat akan keduanya untuk menjadi bagian dari keberadaan kita.

Dasar cinta kristiani berpusat di dalam kesatuan dengan Kristus dan membawa semangat-Nya, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. " (Yoh. 15:12-13)

Cinta juga membutuhkan suatu komitmen yang teguh di mana kita berani memberikan waktu untuk mencintai Allah sebagai balasan atas kasih-Nya dalam doa, kegiatan rohani maupun sosial, dan sebagainya. Tepatlah apa yang dikatakan oleh Beata Teresa dari Kalkuta, "Karya-karya yang baik terkait satu sama lain hingga membentuk sebuah rantai cinta."

Sebagai murid Yesus, kita perlu mengikuti apa yang diteladankan oleh sang Guru. Inilah cinta yang dibangun oleh sabda Yesus, "Mencintai sebagaimana Yesus mencintai" berarti menyerahkan nyawa untuk sahabat-sahabat dan dengan penuh semangat mencintai mereka yang bukan sahabat (Bdk. Luk. 6:27-29).

Dipanggil untuk Hidup Bersama


Kenyataan hidup sehari-hari menunjukkan bahwa banyak persahabatan tidak bertahan lama, orang yang saling mencinta tidak dapat bertahan dalam hubungan cinta mereka, banyak keluarga hancur dan pecah, komunitas-komunitas tidak pernah bebas dari krisis-krisis hubungan antar anggota, alangkah rapuhnya hubungan antar manusia. Sebuah pertanyaan yang harusnya ada bagi kita sebagai murid Kristus yang dipanggil untuk hidup bersama, "Apa artinya mencintai orang lain?"

Orang akan sulit untuk mendefinisikan arti cinta sesungguhnya. Sebabnya dalam dunia ini betapa sulitnya menemukan cinta yang sesungguhnya. Ungkapan yang seringkali kita dengar, "Mencintai adalah pekerjaan berat!" Dalam masyarakat kita, cinta dinyanyikan, ditulis menjadi sebuah kisah, dibicarakan sebagai cita-cita indah yang didambakan semua orang. Kita hanya dapat mengartikan cinta merupakan suatu tindakan atau perbuatan dan bukannya suatu perasaan. Hal ini berarti, seandainya kita mencintai sekaligus menghendaki kebaikan orang yang kita cintai.

"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1Yoh. 4:19) Karena Allah lebih dahulu mengasihi kita, maka kita dijadikan mampu untuk mengasihi. Oleh karena itu segala sesuatu dapat kita lakukan dalam kasih. Allah mencintai kita dengan kasih yang tanpa batas. Allah juga memanggil kita untuk menjadi saksi akan cinta-Nya. Mencintai berarti mewujudkan cinta Allah yang tanpa batas, dalam persatuan hidup dengan orang lain.

Salah satu sisi paling indah hidup bersama ialah bahwa di dalamnya selalu terjadi tindakan memberi dan menerima. Setiap orang yang sudah benar-benar menghayati hidup bersama akan berkata, "Saya menerima sama banyak dengan yang saya berikan."

Bila segala sesuatu kita lakukan dalam kasih dan dengan kasih, semuanya mendapatkan nilai keabadian dan berkenan kepada Allah. St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus mengatakan, "Apabila kita hanya memungut sebatang jarum yang jatuh saja, tetapi dengan kasih, itu sudah mendapat nilai keabadian."

Menjadi Saksi Cinta Allah yang Hidup

Semua relasi manusiawi, entah antara orang tua dengan anak, suami dengan istri, antar sahabat, antar warga komunitas, semestinya menjadi tanda cinta Allah kepada umat manusia. Yesus berkata, "Sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian, semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid- Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yoh. 13:34-35) Bagaimana Yesus mencintai kita? Yesus berkata, "Seperti Bapa mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu." (Yoh. 15:9) Cinta Yesus kepada kita adalah wujud utuh cinta Allah kepada kita, karena Yesus dan Bapa adalah satu. Ia berkata, "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." (Yoh. 14:10-11)

Di sini, Yesus mau menyatakan bahwa kita dipanggil oleh Allah untuk menjadi saksi hidup bagi kasih Allah. Kita menjadi saksi seperti itu dengan mengikuti Yesus dan saling mengasihi, seperti Ia mengasihi kita. Ibu Teresa dari Kalkuta merupakan salah satu contoh dalam zaman kita yang melaksanakan cinta secara heroik. Dalam seluruh hidupnya, Ibu Teresa dari Kalkuta mengabdikan untuk melayani orang-orang yang paling miskin di antara yang miskin. Ia mengatakan: "Tuhan selalu memberi perhatian terhadap cinta kita. Sesungguhnya tidak seorang pun dari antara kita yang dikecualikan. Tuhan memiliki cara tersendiri untuk melakukan segalanya dan untuk membinasakan apa pun hasil kemampuan manusia yang tertinggi. Kita bisa saja bekerja sampai suatu saat kita tidak sanggup lagi. Kita juga dapat bekerja hingga berlebihan. Namun, bila yang kita lakukan itu tidak dikaitkan dengan cinta, maka seluruh pekerjaan kita tidak akan berguna di mata Tuhan."

Cinta di dalam Penderitaan

Mencintai berarti menuju persatuan, mengarah, dan memperbanyak usaha untuk bersatu dengan yang dicintai melalui tindakan memberikan diri, menyangkal diri supaya tidak ada sesuatupun yang menghalangi untuk mencintai. Maka, mencintai menuntut suatu pengurbanan! Pengurbanan ini dapat berupa hal menyenangkan maupun hal tidak menyenangkan, misalnya penderitaan, kecewa, sedih, malu, dan sebagainya. Bagi seseorang yang mencintai penderitaan yang dialami adalah madu yang manis untuk sampai kepada persatuan cintakasih yang sempurna.

St. Yohanes dari Salib mengatakan, "Kasih yang sejati berarti mau menjadi serupa dengan yang dikasihi. Karena yang dikasihi itu sekaligus adalah yang disalibkan, maka mereka pun tidak lepas dari salib." St. Paulus mengatakan hal yang senada: "Semuanya itu kuanggap sebagai sampah demi Yesus Kristus. Yang kukehendaki adalah mengenal penderitaan- Nya dan kuasa kebangkitan- Nya, untuk menggenapkan apa yang kurang dari penderitaan Kristus." (Lih. Flp. 3:8, 10; Kol. 1:24)

Jelaslah bahwa cinta terkait dengan eratnya bahkan tidak terlepas dari penderitaan. Inilah risiko yang harus diambil bagi orang yang mencintai, bukan demi penderitaan itu sendiri melainkan kita telah diperkenankan untuk ambil bagian di dalam penderitaan Kristus.

PENUTUP

Kiranya jelas bahwa dalam hidup ini kita akan selalu dihadapkan pada 2 hal, yaitu hal menyenangkan yang mendatangkan sukacita dan kegembiraan, dan hal yang tidak menyenangkan yang mendatangkan penderitaan. Pada kisah di atas, kegagalan membuat Nadya takut untuk melangkah. Sebagai seorang kristen sejati, kita dituntut untuk berani bangkit dari setiap penderitaan dan bukannya terpuruk. Baik kita mendengarkan ungkapan yang seringkali kita dengar, "Kegagalan merupakan sebuah rahmat yang tertunda". St. Paulus mengatakan, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Rm. 12:11)

Setiap penderitaan jika disatukan dengan salib Kristus memiliki arti lebih bagi keselamatan jiwa kita. Marilah bersama-sama, kita meletakkan seluruh dasar bangunan dalam pelayanan apapun yang kita kerjakan dengan semangat cinta, sambil tak lupa mengucap syukur atas apa yang Dia percayakan untuk kita lakukan. "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kol. 3:17)

Sharing :
* Bagaimana sikap Anda jika suatu saat ada peristiwa yang tidak menyenangkan terjadi pada diri Anda? Apa yang biasanya Anda lakukan? Lebih-lebih jika itu berkaitan dengan sesama yang mengecewakan hati Anda? Sharingkanlah pengalaman Anda dalam sel
* Mencintai berarti mau berkurban. Bagaimana Anda menghayati hal mencintai ini? Sudahkah Anda mencintai dengan hati tulus dan tanpa mengharapkan sesuatu? Sharingkanlah pengalaman Anda dalam usaha mencintai seperti Yesus.


Dalam Kasih Kristus,

Redaksi VacareDeo

Friday, August 14, 2009

Nothing can stop the man with the right mental attitude from achieving his GOAL, nothing on earth can help the man with the wrong mental attitude.

Thursday, August 13, 2009

Pilih mana; Kopi, Telor atau Wortel ... ?

Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.

Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.

Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.

Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.

Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.

Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"

Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.

Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?

Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.

1001 Burung Kertas

Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.

Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.

Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “

Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : “ Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.

Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.

Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.

Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.

Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.

Reo membaca surat itu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Reo................................

July “ Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.

Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita.

Tuesday, August 11, 2009

Percaya diri !

Mungkin jarang yang menyadari, bahwa salah satu modal penting seorang salesman adalah rasa percaya diri. Ada sebuah pendapat, sebelum mulai menjual sebuah produk, seorang salesman harus mampu "menjual" dirinya terlebih dahulu. Artinya, bagian penting dari sebuah seni menjual adalah bagaimana kita membuat calon pembeli lebih dulu menyukai dan percaya pada si penjual. Oleh sebab itu, seorang salesman wajib memiliki rasa percaya diri sebelum membuat orang lain percaya kepadanya.

Di bawah ini adalah resep untuk membangun rasa percaya diri...

Hindari Mencari Alasan
Begitu banyak orang mengurungkan niat mereka dengan mengajukan alasan yang tidak masuk akal dan samasekali salah, seperti; saya tidak bisa, saya tidak mampu sebab..., pendidikan saya belum memadai, saya sudah terlalu tua, saya masih terlalu muda, dan lain-lain...

Siapapun dapat mencari alasan untuk segala macam perkara. Sebuah alasan mungkin untuk sementara bisa menyenangkan dan menentramkan hati, tetapi alasan-alasan hanya akan menghamabat seseoarang dari pencapaian sasaran. Ingatlah bahwa otak kita adalah kawasan penyimpanan -- apa yang kita masukkan pada gilirannya akan keluar lagi, jadi gantilah penyisipan hal-hal negatif dengan hal-hal positif.

Gunakan Daya Imajinasi
Otak dengan kapasitasnya yang tidak terbatas dapat membantu kita dengan tanpa batasan untuk mencapai ambisi hidup, hanya jika kita memberinya kesempatan. Biarkan dia menggambarkan diri kita sebagai pribadi yang kita inginkan. Gambarkan wujud yang anda inginkan dengan jelas. Semakin kita memikirkan itu semua, semakin besar kepastian akan suatu hasil yang positif.

Jika anda secara terus menerus membiarkan pikiran ini dipenuhi dengan bermacam-macam pemikiran mengenai penyakit dan kesehatan yang buruk, hampir dipastikan anda akan mengalami penyakit yang anda pikirkan itu. Sama halnya, jika kita terus menerus memikirkan hasil negatif tentang pergaulan atau karier bisnis, pemikiran itu pada gilirannya akan mengakar dalam diri kita.

Maka dalam proses membangun kepercayaan diri melalui daya imajinasi otak, pentinglah untuk menjadi yakin bahwa apa yang sedang kita pikirkan dan lihat dengan jelas adalah hal yang positif. Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri kita dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke target kita, cita-cita dan kebahagiaan dalam hidup.

Jangan Takut Gagal

Kegagalan telah mengahalangi begitu banyak orang. Sehingga mereka mundur sebelum mencoba, sebelum berbuat atau sebelum meraih keberhasilan. Sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai otak mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.

Seseorang yang takut tenggelam, tidak pernah akan bisa berenang

Penampilan Membentuk Kepercayaan Diri
Penampilan luar memang bukan segalanya. Tetapi, terkadang perlu untuk membelanjakan uang demi penampilan luar yang menarik. Sebab, dengan penampilan luar yang menarik memberi kesempatan yang ada dalam diri kita untuk merasa baik.

Susunlah Catatan Mengenai Sukses Yang Diperoleh
Setiap orang pasti pernah mencapai sukses dalam hidupnya. Cara mengumpulkan catatan sukses masa lalu sangat sederhana. Pikirkan balik sukses anda yang paling awal yang mungkin terjadi pada masa sekolah, ketika memenangkan lomba balap kelereng atau balap karung. Mungkin juga berawal dari ucapan selamat ketika memenangkan lomba mengambar atau melukis. Ini bisa dilakukan secara lisan pada suatu audio kaset atau buku catatan. Anda bisa melihat kembali catatan dan memperbaharui aset paling berharga Anda dengan kenangan akan sukses tersebut.

Motivasi hanya dapat mengabadikan diri berdasarkan harapan. Untuk memotivasi diri, seseorang harus memiliki harapan tentang sebuah masa depan. Oleh karena itu dalam memotivasi diri seseorang bertanggung jawab untuk menciptakan sendiri harapannya.