Elephantiasis. Sumber: www.filariasis.org
Penyakit kaki gajah atau dalam bahasa Latin, Lymphatic Filariasis atau Elephantiasis disebabkan infeksi cacing, ditularkan nyamuk.
Cacing
Cacing itu kemudian merusak sistem limfatik, yakni sistem sirkulasi sekunder yang berfungsi mengalirkan limfa atau getah bening di dalam tubuh.
Cacing yang berada di sistem limfatik itu dapat menyumbat getah bening dalam tubuh manusia. Ini bisa menyebabkan pembengkakan pada anggota tubuh, seperti kaki dan tangan.
Kadang-kadang pembesaran itu bisa sangat besar.
Pembengkakan bisa juga terjadi pada buah dada dan buah zakar, kata Dr. Taniawati Supali dari Jurusan Parasitologi, Fakultas Kedokteran UI, Jakarta.
Penyakit kaki gajah bersifat kronis dan menular. Penyakit ini ditularkan dari seseorang yang dalam darahnya terdapat anak cacing kepada orang lain, melalui gigitan nyamuk.
Tanda dan gejala awal penyakit kaki gajah antara lain demam-demam, serta pembengkakan kelenjar getah bening di daerah lipatan paha.
Kulit gajah
Pada tahap akhir, kulit akan bisa menjadi tebal dan keras - seperti kulit gajah.
Penyakit kaki gajah tentu mengganggu kegiatan sehari-hari, karena pasien sulit bergerak dan merasa malu.
Di kawasan tropis, penyakit kaki gajah merupakan masalah kesehatan besar. Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, di seluruh dunia kira-kira terdapat 120 juta orang terinfeksi penyakit ini. Dan sepertiga dari mereka mengalami pembesaran luar biasa pada anggota tubuh.
Melihat data ini maka WHO ingin memberantas penyakit tersebut sebelum tahun 2020. Untuk itu, WHO menjalankan program pengobatan massal tahunan di wilayah-wilayah yang dilanda penyakit Elephantiasis.
Program ini dapat membantu sehingga orang tidak cepat jatuh sakit dan tidak cepat menularkan infeksi pada orang lain.
Terlambat
Tapi kalau pengobatannya terlambat dan kaki sudah bengkak, itu biasanya kalau sudah minum obat pun, sudah tidak bisa kembali normal, kata Dr. Taniawati.
Lalu bagaimana orang bisa mencegah agar tidak terkena penyakit kaki gajah?
AudioMenurut Dr. Taniawati salah satu cara adalah memberantas nyamuk dan menghindari gigitan nyamuk, misalnya tidur pakai klambu. Meniadakan tempat berkembang biak nyamuk di rumah dan lingkungan sekitarnya.
Wednesday, November 18, 2009
Monday, November 16, 2009
APAKAH ANDA INGIN HIDUP BERKELIMPAHAN?
by : Bo Sanchez (thanks to Bahasa Kasih)
Saya merasa susah ketika harus mencari hadiah bagi isteri saya.
Hadiah pertama yang saya berikan padanya adalah sebuah gaun.
Ketika saya melihatnya, saya kira itu bagus. Tapi ketika saya berikan padanya, saya belajar lagi tentang kebenaran bahwa keindahan itu tergantung yang memandang. Karena ia mengatakan, “Oh Bo, saya senang sekali engkau memberiku sebuah gaun. Terima kasih sekali. Tapi saya usul engkau tetap berfokus pada berkotbah. Seleramu dalam berbusana sangat parah.”
Saya mencibir, “Maksudmu engkau tidak akan mengenakan gaun itu?”
Ia tersenyum. “Mungkin, jika saya tiba-tiba ingin bunuh diri. Dengan kata lain, saya tidak ingin ditangkap hidup-hidup ketika mengenakan itu.”
Tapi bulan lalu, saya mendapat hadiah besar. Akhirnya saya membelikan dia sebuah hadiah ulang tahun yang sangat ia idamkan.
Saya membelikannya sebuah buku. Tapi itu bukan buku biasa.
Itu adalah sebuah buku yang sangat besar dengan 1000 halaman berisi gambar-gambar fantastis tentang tempat-tempat yang sangat indah di seluruh dunia. Ia menyukai buku itu karena saya menulis pada halaman pertamanya, “Sayang, ketika anak-anak kita dewasa, saya akan mengajakmu ke tempat-tempat ini.”
Ia menyukai buku itu karena itu bukanlah hanya sebuah buku. Itu adalah sebuah janji. Saya berjanji, “Saya akan menjadi tua bersamamu. Saya akan selalu bersamamu selamanya. Saya akan mencintaimu selamanya.” Karena sesungguhnya saya tidak memberikan sebuah buku. Sesungguhnya saya memberikan diri saya.
Hidup pernikahan saya berkelimpahan, karena selama 11 tahun ini, saya tidak berhenti memberikan waktu, tenaga, perhatian, dan daya saya untuk pernikahan saya.
Ini yang saya pelajari: Hidup bukanlah satu ember.
Hidup Adalah Koleksi Dari Banyak Ember
Anda tidak dapat berharap kelimpahan dalam satu ember ketika Anda memberi kepada ember lainnya.
Beberapa orang rohani berpikir bahwa jika mereka memberi waktu mereka ke ember rohani mereka, kehidupan keluarga mereka akan berkelimpahan juga. Hal itu tidak akan terjadi.
Saya pernah bertemu banyak orang-orang rohani yang selalu berada di gereja, menghadiri kegiatan-kegiatan rohani mereka, tapi mereka tidak memberi waktu, perhatian, dan tenaga mereka untuk kehidupan keluarga mereka. Makanya, kehidupan keluarga mereka kosong. Mereka mengeluh pada Tuhan, “Tuhan, saya memberi waktu saya kepadaMu! Mengapa pernikahan saya berantakan? Mengapa relasi saya dengan anak-anak saya berantakan?”
Sederhana. Karena hidup bukan satu ember tapi koleksi dari berbagai ember. Jika Anda ingin memanen secara berlimpah dalam suatu area tertentu di hidup Anda, Anda harus menanam pada ember tertentu itu.
Ingat: Yesus berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah…” Jika Tuhan adalah yang pertama, maka pasti ada yang kedua, ketiga, keempat…
Beberapa orang berpikir Tuhan ingin mereka memberi seluruh waktu mereka kepadaNya dan berada di gereja sepanjang waktu dan melayani dalam berbagai pelayanan – mengabaikan pekerjaan, bisnis, dan keluarga mereka. Alasan mereka bahwa “karena jika saya mendahulukan Tuhan, Tuhan akan memelihara semuanya.”
Tidak begitu.
Bahkan Uang
Baru-baru ini saya bertemu seorang wanita yang berkata, “Bo, selama 22 tahun, saya melayani gereja sepenuh waktu. Tanpa dibayar. Hari ini, saya berusia 54 tahun, dan saya baru menyadari saya tidak punya uang untuk masa tua saya. Jadi saya berusaha mengejar, memulai sebuah usaha kecil dan berinvestasi untuk masa depan.”
Secara tersirat, saya dapat mengatakan bahwa ia bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau tidak memelihara saya secara finansial? Saya memberi hidup saya padaMu.”
Banyak pengkotbah hanya mengatakan pada orang-orang untuk memberi 10% kepada Tuhan. Saya salah satu dari sedikit pengkotbah yang mengatakan pada orang-orang untuk memberi 10% kepada Tuhan (sebagai tuntunan, bukan sebagai hukum) dan juga memberi 20% untuk masa depan mereka dalam bentuk harta di atas kertas, bisnis, real estate, dan lain sebagainya. Mengapa? Agar mereka dapat tetap memberi kepada Tuhan pada masa tua mereka.
Saya akan mengatakan ini sekali lagi: Saya percaya bahwa Tuhan memberkati kita ketika kita bermurah hati kepadaNya.
Tapi karena kita kurang mengerti tentang finansial, banyak orang rohani hanya mengkonsumsi semua berkat finansial dariNya. Mereka menghabiskan semuanya. Dan tidak menyisihkan sebagian dan menginvestasikannya untuk masa depan mereka.
Jika Anda ingin berkelimpahan dalam finansial Anda, Anda perlu memberi lebih banyak waktu, usaha, dan tenaga ke dalam ember finansial Anda. Bertumbuh dalam kebijakan finansial, belajar berbagai ketrampilan baru, baca buku-buku finansial, hadiri seminar finansial, dan carilah pembimbing finansial.
Jadi Anda lihat, kelimpahan finansial lebih banyak daripada memberi ke ember rohani Anda. Jika Anda ingin menumbuhkan uang Anda, Anda juga perlu memberi ke ember finansial Anda.
Di Mana Anda Ingin Memiliki Kelimpahan?
Ini pertanyaan saya.
Ember kehidupan apa yang Anda inginkan untuk mengalami berkat Tuhan dan berkelimpahan? Cara lain untuk menanyakan pertanyaan ini: Ember mana dalam hidup Anda yang kosong atau kurang saat ini?
Berilah pada ember tertentu itu!
• Jika Anda ingin kelimpahan dalam “ember pernikahan” Anda, berikan waktu dan perhatian dan cinta pada pasangan Anda.
• Jika Anda ingin kelimpahan dalam “ember keluarga” Anda, berikan waktu dan usaha dan kesabaran kepada anak-anak Anda.
• Jika Anda ingin kelimpahan dalam “ember finansial” Anda, berikan waktu untuk belajar dan investasi dalam finansial masa depan Anda.
• Jika Anda ingin kelimpahan dalam “ember rohani” Anda, berikan waktu, pelayanan, dan perpuluhan Anda kepada Tuhan.
Masa Penundaan
Ini kepercayaan saya: Ketika Anda memberi, Anda menerima.
Ini adalah hukum alam kita. Anda bahkan akan menerima lebih banyak dari apa yang Anda berikan. Hal ini sepasti seperti matahari bersinar di hari esok. Ini dijamin 100%.
Inilah misteri besar dalam hidup: Ketika Anda memberi, Anda tidak akan kehilangan. Anda akan mendapatkan.
Orang-orang tidak melihat ini.
Mengapa? Karena antara pemberian dan penerimaan kita, ada suatu penundaan. Jika Anda ingin menerima berkat dari pemberian Anda, Anda perlu bersabar selama masa penundaan.
Orang-orang berharap pengembalian secara instan.
Tapi hal terbesar dalam hidup – suatu pernikahan besar, satu keluarga yang kuat, sebuah persahabatan yang menyenangkan, kebebasan finansial, dan karakter yang baik – tidak terjadi secara instan.
Ketika Anda menanam, Anda tidak akan langsung memanen. Anda perlu memasuki masa penundaan.
Jadi apa yang Anda lakukan ketika Anda menunggu?
Teruslah memberi.
Saya merasa susah ketika harus mencari hadiah bagi isteri saya.
Hadiah pertama yang saya berikan padanya adalah sebuah gaun.
Ketika saya melihatnya, saya kira itu bagus. Tapi ketika saya berikan padanya, saya belajar lagi tentang kebenaran bahwa keindahan itu tergantung yang memandang. Karena ia mengatakan, “Oh Bo, saya senang sekali engkau memberiku sebuah gaun. Terima kasih sekali. Tapi saya usul engkau tetap berfokus pada berkotbah. Seleramu dalam berbusana sangat parah.”
Saya mencibir, “Maksudmu engkau tidak akan mengenakan gaun itu?”
Ia tersenyum. “Mungkin, jika saya tiba-tiba ingin bunuh diri. Dengan kata lain, saya tidak ingin ditangkap hidup-hidup ketika mengenakan itu.”
Tapi bulan lalu, saya mendapat hadiah besar. Akhirnya saya membelikan dia sebuah hadiah ulang tahun yang sangat ia idamkan.
Saya membelikannya sebuah buku. Tapi itu bukan buku biasa.
Itu adalah sebuah buku yang sangat besar dengan 1000 halaman berisi gambar-gambar fantastis tentang tempat-tempat yang sangat indah di seluruh dunia. Ia menyukai buku itu karena saya menulis pada halaman pertamanya, “Sayang, ketika anak-anak kita dewasa, saya akan mengajakmu ke tempat-tempat ini.”
Ia menyukai buku itu karena itu bukanlah hanya sebuah buku. Itu adalah sebuah janji. Saya berjanji, “Saya akan menjadi tua bersamamu. Saya akan selalu bersamamu selamanya. Saya akan mencintaimu selamanya.” Karena sesungguhnya saya tidak memberikan sebuah buku. Sesungguhnya saya memberikan diri saya.
Hidup pernikahan saya berkelimpahan, karena selama 11 tahun ini, saya tidak berhenti memberikan waktu, tenaga, perhatian, dan daya saya untuk pernikahan saya.
Ini yang saya pelajari: Hidup bukanlah satu ember.
Hidup Adalah Koleksi Dari Banyak Ember
Anda tidak dapat berharap kelimpahan dalam satu ember ketika Anda memberi kepada ember lainnya.
Beberapa orang rohani berpikir bahwa jika mereka memberi waktu mereka ke ember rohani mereka, kehidupan keluarga mereka akan berkelimpahan juga. Hal itu tidak akan terjadi.
Saya pernah bertemu banyak orang-orang rohani yang selalu berada di gereja, menghadiri kegiatan-kegiatan rohani mereka, tapi mereka tidak memberi waktu, perhatian, dan tenaga mereka untuk kehidupan keluarga mereka. Makanya, kehidupan keluarga mereka kosong. Mereka mengeluh pada Tuhan, “Tuhan, saya memberi waktu saya kepadaMu! Mengapa pernikahan saya berantakan? Mengapa relasi saya dengan anak-anak saya berantakan?”
Sederhana. Karena hidup bukan satu ember tapi koleksi dari berbagai ember. Jika Anda ingin memanen secara berlimpah dalam suatu area tertentu di hidup Anda, Anda harus menanam pada ember tertentu itu.
Ingat: Yesus berkata, “Carilah dahulu Kerajaan Allah…” Jika Tuhan adalah yang pertama, maka pasti ada yang kedua, ketiga, keempat…
Beberapa orang berpikir Tuhan ingin mereka memberi seluruh waktu mereka kepadaNya dan berada di gereja sepanjang waktu dan melayani dalam berbagai pelayanan – mengabaikan pekerjaan, bisnis, dan keluarga mereka. Alasan mereka bahwa “karena jika saya mendahulukan Tuhan, Tuhan akan memelihara semuanya.”
Tidak begitu.
Bahkan Uang
Baru-baru ini saya bertemu seorang wanita yang berkata, “Bo, selama 22 tahun, saya melayani gereja sepenuh waktu. Tanpa dibayar. Hari ini, saya berusia 54 tahun, dan saya baru menyadari saya tidak punya uang untuk masa tua saya. Jadi saya berusaha mengejar, memulai sebuah usaha kecil dan berinvestasi untuk masa depan.”
Secara tersirat, saya dapat mengatakan bahwa ia bertanya, “Tuhan, mengapa Engkau tidak memelihara saya secara finansial? Saya memberi hidup saya padaMu.”
Banyak pengkotbah hanya mengatakan pada orang-orang untuk memberi 10% kepada Tuhan. Saya salah satu dari sedikit pengkotbah yang mengatakan pada orang-orang untuk memberi 10% kepada Tuhan (sebagai tuntunan, bukan sebagai hukum) dan juga memberi 20% untuk masa depan mereka dalam bentuk harta di atas kertas, bisnis, real estate, dan lain sebagainya. Mengapa? Agar mereka dapat tetap memberi kepada Tuhan pada masa tua mereka.
Saya akan mengatakan ini sekali lagi: Saya percaya bahwa Tuhan memberkati kita ketika kita bermurah hati kepadaNya.
Tapi karena kita kurang mengerti tentang finansial, banyak orang rohani hanya mengkonsumsi semua berkat finansial dariNya. Mereka menghabiskan semuanya. Dan tidak menyisihkan sebagian dan menginvestasikannya untuk masa depan mereka.
Jika Anda ingin berkelimpahan dalam finansial Anda, Anda perlu memberi lebih banyak waktu, usaha, dan tenaga ke dalam ember finansial Anda. Bertumbuh dalam kebijakan finansial, belajar berbagai ketrampilan baru, baca buku-buku finansial, hadiri seminar finansial, dan carilah pembimbing finansial.
Jadi Anda lihat, kelimpahan finansial lebih banyak daripada memberi ke ember rohani Anda. Jika Anda ingin menumbuhkan uang Anda, Anda juga perlu memberi ke ember finansial Anda.
Di Mana Anda Ingin Memiliki Kelimpahan?
Ini pertanyaan saya.
Ember kehidupan apa yang Anda inginkan untuk mengalami berkat Tuhan dan berkelimpahan? Cara lain untuk menanyakan pertanyaan ini: Ember mana dalam hidup Anda yang kosong atau kurang saat ini?
Berilah pada ember tertentu itu!
• Jika Anda ingin kelimpahan dalam “ember pernikahan” Anda, berikan waktu dan perhatian dan cinta pada pasangan Anda.
• Jika Anda ingin kelimpahan dalam “ember keluarga” Anda, berikan waktu dan usaha dan kesabaran kepada anak-anak Anda.
• Jika Anda ingin kelimpahan dalam “ember finansial” Anda, berikan waktu untuk belajar dan investasi dalam finansial masa depan Anda.
• Jika Anda ingin kelimpahan dalam “ember rohani” Anda, berikan waktu, pelayanan, dan perpuluhan Anda kepada Tuhan.
Masa Penundaan
Ini kepercayaan saya: Ketika Anda memberi, Anda menerima.
Ini adalah hukum alam kita. Anda bahkan akan menerima lebih banyak dari apa yang Anda berikan. Hal ini sepasti seperti matahari bersinar di hari esok. Ini dijamin 100%.
Inilah misteri besar dalam hidup: Ketika Anda memberi, Anda tidak akan kehilangan. Anda akan mendapatkan.
Orang-orang tidak melihat ini.
Mengapa? Karena antara pemberian dan penerimaan kita, ada suatu penundaan. Jika Anda ingin menerima berkat dari pemberian Anda, Anda perlu bersabar selama masa penundaan.
Orang-orang berharap pengembalian secara instan.
Tapi hal terbesar dalam hidup – suatu pernikahan besar, satu keluarga yang kuat, sebuah persahabatan yang menyenangkan, kebebasan finansial, dan karakter yang baik – tidak terjadi secara instan.
Ketika Anda menanam, Anda tidak akan langsung memanen. Anda perlu memasuki masa penundaan.
Jadi apa yang Anda lakukan ketika Anda menunggu?
Teruslah memberi.
Sunday, November 15, 2009
Inspire:
Unlimited power maybe available when two or more people coordinate their thoughts and actions in a spirit of perfect harmony for the attainment of a definite purpose.
Have a good day.
Have a good day.
Light Bulb Creation
Edison failed 10.000 times before perfecting the incandescent electric light bulb. Don't worry if you fail once.
Friday, November 13, 2009
Tuhan, Ajaraliah Pasanganku agar Memiliki Hubungan Yang Baik. (doa)
Thanks for : "Wilson W" wilsonjakarta@grouply.com
Ya Tuhan,
aku berdoa agar pasanganku (suami/istri) memiliki hubungan-hubungan yang baik, kuat, dan sehat dengan orang-orang kudus. Semoga setiap orang ini menambahkan kekuatan kepada kehidupannya dan menjadi pendukung doa yang kuat baginya. Ambillah hubungan yang takkan berbuah baik. Aku juga berdoa untuk hubungan-hubungan yang baik dengan seluruh anggota keluarga. Semoga Roh kasih dan penerimaan'Mu berkuasa di dalam setiap hubungan itu. Aku berdoa untuk resolusi dari setiap hubungan yang kurang harmonis antara kami berdua dengan mertua dan/atau saudara ipar kami. Tunjukkanlah apa yang dapat kulakukan atau kukatakan untuk membuat perbedaan yang positif. Secara spesifik aku doakan hubungan antara pasanganku dengan (nama orang). Bawakanlah perdamaian dan pemulihan di mana hubungan itu telah putus.
Ya Tuhan, aku berdoa agar pasanganku (nama pasangan) akan selalu menjadi orang yang mau mengampuni. Seandainyapun ia tidak mau mengampuninya saat itu, tolonglah dia untuk mengampuni karena ketaatannya kepada-Mu. Tunjukkanlah kepadanya bahwa pengampunan tidaklah menjadikan orang yang bersalah kepadanya benar, melainkan membebaskannya. Kalau ia memiliki sikap tidak mau mengampuni yang tidak disadarinya, ungkapkanlah itu kepada-nya agar ia dapat mengakuinya di hadapan-Mu dan dibebaskan dari itu. Aku terutama berdoa agar takkan ada sikap tidak mau mengampuni di antara kami. Berdayakanlah kami untuk saling mengampuni dengan cepat dan tuntas. Tolonglah kami untuk mengingat bahwa Engkaulah, ya Tuhan, satu-satunya yang mengetahui keseluruhan cerita-nya, jadi kami tidak berhak menghakimi. Jadikanlah pasanganku terang bagi keluarganya, teman-temannya, rekan sekerjanya, dan komunitas, dan semoga seluruh hubungannya memuliakan'Mu, ya Tuhan.
Amin
bY: Stormie Omartian
Ya Tuhan,
aku berdoa agar pasanganku (suami/istri) memiliki hubungan-hubungan yang baik, kuat, dan sehat dengan orang-orang kudus. Semoga setiap orang ini menambahkan kekuatan kepada kehidupannya dan menjadi pendukung doa yang kuat baginya. Ambillah hubungan yang takkan berbuah baik. Aku juga berdoa untuk hubungan-hubungan yang baik dengan seluruh anggota keluarga. Semoga Roh kasih dan penerimaan'Mu berkuasa di dalam setiap hubungan itu. Aku berdoa untuk resolusi dari setiap hubungan yang kurang harmonis antara kami berdua dengan mertua dan/atau saudara ipar kami. Tunjukkanlah apa yang dapat kulakukan atau kukatakan untuk membuat perbedaan yang positif. Secara spesifik aku doakan hubungan antara pasanganku dengan (nama orang). Bawakanlah perdamaian dan pemulihan di mana hubungan itu telah putus.
Ya Tuhan, aku berdoa agar pasanganku (nama pasangan) akan selalu menjadi orang yang mau mengampuni. Seandainyapun ia tidak mau mengampuninya saat itu, tolonglah dia untuk mengampuni karena ketaatannya kepada-Mu. Tunjukkanlah kepadanya bahwa pengampunan tidaklah menjadikan orang yang bersalah kepadanya benar, melainkan membebaskannya. Kalau ia memiliki sikap tidak mau mengampuni yang tidak disadarinya, ungkapkanlah itu kepada-nya agar ia dapat mengakuinya di hadapan-Mu dan dibebaskan dari itu. Aku terutama berdoa agar takkan ada sikap tidak mau mengampuni di antara kami. Berdayakanlah kami untuk saling mengampuni dengan cepat dan tuntas. Tolonglah kami untuk mengingat bahwa Engkaulah, ya Tuhan, satu-satunya yang mengetahui keseluruhan cerita-nya, jadi kami tidak berhak menghakimi. Jadikanlah pasanganku terang bagi keluarganya, teman-temannya, rekan sekerjanya, dan komunitas, dan semoga seluruh hubungannya memuliakan'Mu, ya Tuhan.
Amin
bY: Stormie Omartian
IF YOU MUST MEDDLE IN HUMAN RELATIONSHIPS, TRY TO BE A PEACEMAKER. YOU WILL FIND THAT YOU DON’T HAVE MUCH COMPETITION.
When faced with a conflict between others, most of us are more inclined to walk away from the situation than to become involved. If we do allow ourselves to become a participant, it is usually by adopting the position of one at the expense of the other. Of course, such behavior does little to resolve the dispute and may in fact exacerbate the problem. But when you make a genuine attempt to help resolve the situation, you should not be surprised if you’re the only one. We are all complex individuals with feelings and emotions we often don’t fully understand. Sometimes the mere involvement of a disinterested party is enough to help resolve the dispute. Make sure, though, if you are the one in the middle that you don’t allow yourself to get into a position where you must choose between the desires of one person over the other. Work toward a compromise that best suits everyone’s interests.
Saturday, October 24, 2009
5 Tips Untuk Dipromosi Lebih Cepat
Referensi yang Bagus nich..
Sukses dengan cepat, dipromosi lebih cepat atau dipercaya lebih banyak adalah dambaan setiap professional. Dibawah ini adalah beberapa tip yang bisa berfungsi sebagai "booster" karir Anda.
Tips 1. Network yang luas
Kembangkan "network" seluas-luasnya dengan orang-orang di dalam perusahaan (terutama mereka yang memegang key positions ). Caranya :
1. Bersikap sopan kepada siapapun juga. Ramah dan hargai orang lain.
2. Sapa setiap orang yang Anda jumpai ( say hello, basa-basi, pembicaraan informal, dsb )
3. Punyalah hati yang siap menolong orang lain setiap saat. Bantu kepusingan atasan dengan memberikan ide-ide yang positif. Tolong rekan Anda yang sedang overload dengan pekerjaan.
4. Secara berkala, kirim mereka email tentang berbagai artikel yang bermanfaat mendukung prestasi kerja mereka.
5. Bangun hubungan dengan SMS yang berisikan kata-kata motivasi.
Tips 2. Aktif melibatkan diri
Beberapa cara untuk melibatkan diri Anda aktif lebih jauh lagi, yaitu :
1. Terlibat dengan berbagai kepanitiaan yang ada ( misalnya jadi panitia gathering tahunan, panitia Natal, panitia acara 17 Agustus ).
2. Ajukan diri Anda menjadi ketua penggalangan dana untuk korban gempa bumi ( misalnya ), dsb. Intinya, dorong dan buatlah diri Anda dikenal hingga Top Management dengan berbagai keterlibatan ini .
Tips 3. Gaungkan kepintaran Anda
Saat Anda menggaungkan ”gong” kepandaian Anda, orang akan "melirik" pada kecerdasan yang Anda tebar. Dan ini akan menarik atensi para middle / top management perusahaan. Beberapa cara untuk lakukan hal ini :
1. Banyak menyumbangkan ide atau saran saat mengikuti berbagai rapat. Jangan berdiam diri saja dan menjadi pendengar yang manis, tetapi bersikaplah kritis, berikan saran-saran yang membangun, ajukan berbagai alternatif solusi
2. Rajin memasukan saran kedalam ”kotak saran” atau ”suggestion system” (kalau ada didalam perusahaan Anda
3. Rajin menulis kiat-kiat atau berbagai tips yang bermanfaat, kirimkan ke email perusahaan atau tempel di "majalah dinding" perusahaan atau bahkan terbitkan didalam "newsletter perusahaan"
Tips 4. Tingkatkan kemampuan komunikasi Anda
Kemampuan berkomunikasi adalah media bagi orang lain menilai "siapa diri Anda". Tingkatkan kemampuan Anda didalam :
1. Tehnik melakukan presentasi kepada atasan
2. Cara meyakinkan atasan dan rekan kerja dari departemen lain
3. Tehnik menjual ide kepada orang lain
4. Tehnik bernegosiasi dengan bawahan, atasan dan rekan kerja
Semakin Anda menguasai berbagai ketrampilan diatas, semakin positif orang didalam mengenal kualitas Anda.
Tips 5. Pastikan Anda "Berprestasi dalam tugas"
Buktikan pada diri Anda, bahwa Anda mampu melaksanakan setiap tugas yang diberikan. Ciri-ciri orang yang berprestasi dan "capable" adalah :
1. Mampu menyelesaikan tugas-tugas tepat pada waktunya dan memberikan kualitas sesuai dengan permintaan
2. Mampu menyelesaikan berbagai masalah dan kesulitan yang muncul didalam penugasan ( problem solver )
Jangan lupa, tidak ada kesuksesan yang diperoleh secara gratis. Semuanya perlu usaha yang keras dan cerdas. Kapan lagi Anda mau mulai mempraktekannya? Bangkit dan langkahkan kaki Anda sekarang juga!.
Oleh : Freddy Liong, MBA,CBA - Success Working Habits Coach
Referensi yang Bagus nich..
Sukses dengan cepat, dipromosi lebih cepat atau dipercaya lebih banyak adalah dambaan setiap professional. Dibawah ini adalah beberapa tip yang bisa berfungsi sebagai "booster" karir Anda.
Tips 1. Network yang luas
Kembangkan "network" seluas-luasnya dengan orang-orang di dalam perusahaan (terutama mereka yang memegang key positions ). Caranya :
1. Bersikap sopan kepada siapapun juga. Ramah dan hargai orang lain.
2. Sapa setiap orang yang Anda jumpai ( say hello, basa-basi, pembicaraan informal, dsb )
3. Punyalah hati yang siap menolong orang lain setiap saat. Bantu kepusingan atasan dengan memberikan ide-ide yang positif. Tolong rekan Anda yang sedang overload dengan pekerjaan.
4. Secara berkala, kirim mereka email tentang berbagai artikel yang bermanfaat mendukung prestasi kerja mereka.
5. Bangun hubungan dengan SMS yang berisikan kata-kata motivasi.
Tips 2. Aktif melibatkan diri
Beberapa cara untuk melibatkan diri Anda aktif lebih jauh lagi, yaitu :
1. Terlibat dengan berbagai kepanitiaan yang ada ( misalnya jadi panitia gathering tahunan, panitia Natal, panitia acara 17 Agustus ).
2. Ajukan diri Anda menjadi ketua penggalangan dana untuk korban gempa bumi ( misalnya ), dsb. Intinya, dorong dan buatlah diri Anda dikenal hingga Top Management dengan berbagai keterlibatan ini .
Tips 3. Gaungkan kepintaran Anda
Saat Anda menggaungkan ”gong” kepandaian Anda, orang akan "melirik" pada kecerdasan yang Anda tebar. Dan ini akan menarik atensi para middle / top management perusahaan. Beberapa cara untuk lakukan hal ini :
1. Banyak menyumbangkan ide atau saran saat mengikuti berbagai rapat. Jangan berdiam diri saja dan menjadi pendengar yang manis, tetapi bersikaplah kritis, berikan saran-saran yang membangun, ajukan berbagai alternatif solusi
2. Rajin memasukan saran kedalam ”kotak saran” atau ”suggestion system” (kalau ada didalam perusahaan Anda
3. Rajin menulis kiat-kiat atau berbagai tips yang bermanfaat, kirimkan ke email perusahaan atau tempel di "majalah dinding" perusahaan atau bahkan terbitkan didalam "newsletter perusahaan"
Tips 4. Tingkatkan kemampuan komunikasi Anda
Kemampuan berkomunikasi adalah media bagi orang lain menilai "siapa diri Anda". Tingkatkan kemampuan Anda didalam :
1. Tehnik melakukan presentasi kepada atasan
2. Cara meyakinkan atasan dan rekan kerja dari departemen lain
3. Tehnik menjual ide kepada orang lain
4. Tehnik bernegosiasi dengan bawahan, atasan dan rekan kerja
Semakin Anda menguasai berbagai ketrampilan diatas, semakin positif orang didalam mengenal kualitas Anda.
Tips 5. Pastikan Anda "Berprestasi dalam tugas"
Buktikan pada diri Anda, bahwa Anda mampu melaksanakan setiap tugas yang diberikan. Ciri-ciri orang yang berprestasi dan "capable" adalah :
1. Mampu menyelesaikan tugas-tugas tepat pada waktunya dan memberikan kualitas sesuai dengan permintaan
2. Mampu menyelesaikan berbagai masalah dan kesulitan yang muncul didalam penugasan ( problem solver )
Jangan lupa, tidak ada kesuksesan yang diperoleh secara gratis. Semuanya perlu usaha yang keras dan cerdas. Kapan lagi Anda mau mulai mempraktekannya? Bangkit dan langkahkan kaki Anda sekarang juga!.
Oleh : Freddy Liong, MBA,CBA - Success Working Habits Coach
Saturday, October 3, 2009
Earthquake Sumatera Barat Indonesia
Monday, September 7, 2009
Tuesday, September 1, 2009
Wednesday, August 26, 2009
Cinta Sejati seorang Ayah
Adalah seorang muda yang taat berdoa yang masih berpacaran dengan seorang gadis
muda juga yang baik hati. Sebelumnya merekapun selalu berdoa, 'Tuhan
berikanlah aku pasangan yang menurut Engkau terbaik...' Setelah mereka
menikah, keadaan berubah. Maksudnya, doanya berubah menjadi, 'Tuhan,
berikanlah kami anak yang terbaik buat kami.' Tetapi setelah 7 tahun mereka
menikah, mereka tidak mempunyai anak.
Setelah mereka berdoa dan berdoa, akhirnya mereka mempunyai anak. Dan keadaan,
maksudnya doa mereka berubah lagi, 'Tuhan, biarlah anak ini menjadi anak
yang terbaik bagi kami.' Dan benar, setelah 9 bulan istrinya mengandung,
lalu lahirlah seorang anak bagi mereka. 'Anak laki-laki pak,' kata
dokternya. Sang ayah langsung melonjak kegirangan.
Tetapi setelah 3 hari, sang dokter memanggil si ayah ke
rumah sakit. Lalu si dokter berkata, 'Pak, dengan berat
hati saya harus menyampaikan kabar buruk kepada anda.'
Si ayah membalas, 'Kabar apapun, saya siap menerima-nya, pak dokter. Saya
siap menghadapi yang terburuk'
'Dan hal yang buruk itu adalah, bahwa putra anda tidak
akan bertumbuh dengan normal seperti anak-anak yang
lain,' jelas si dokter. 'Apa maksud bapak,' si ayah bertanya.
Dokter melanjutkan, 'Putra anda menderita sesuatu kecacatan yang tidak dapat
disembuhkan.
Yaitu cacat mental yang serius.' Sang ayah lalu menitikan air mata dan
berkata sambil berdoa, 'Tuhan, apapun yang Engkau berikan kepadaku, aku tahu
semuanya baik dan Engkau tidak pernah mencelakakan anak-anakMu. '
But above all these things put on love, which is the bond
of perfection. Colossians 3:14 (NKJV)
Sejak itu, kedua orang tua itu membeli ranjang bayi khusus anak mereka dan
ditaruh di samping ranjang mereka berdua.
Mereka selalu kesulitan untuk mengurus anak mereka tersebut, tetapi mereka
menanggung semuanya itu. Beranjak keluar dari umur batita, mereka membuatkan
kamar khusus untuk anak mereka tersebut.
Anak itu menjadi anak yang sangat istimewa dan menjadi anak mereka
satu-satunya. Mereka memberikannya segala yang dia mau dan dia perlukan. Mainan
macam-macam, komputer, boneka, dan lain-lain. Dan jika si ayah selesai pulang
kerja, ia selalu mengajak si anak bermain. Dengan mainan yang ada atau jika
ayahnya membawa mainan yang baru untuk anaknya.
Setiap ayahnya pergi keluar misalkan untuk berpesta dengan rekan kerjanya atau
teman-temannya yang sedang berbahagia, ia selalu membawa serta istri dan
anaknya. Dan di depan rekan-rekan kerjanya atau teman-temannya, ia selalu
membanggakan anaknya. 'Woi anak gw nih…ganteng kan ?' Selalu ia
mengatakan demikian, karena ia tahu, anaknya ini adalah anugerah Allah yang
terbesar dalam dirinya.. Dan ia sangat mengasihi anak ini, karena ini anaknya.
Meskipun dia cacat.
Tetapi setelah anak itu bertumbuh makin dewasa, kecacatannya semakin
kelihatan. Kemampuan komunikasinya kurang, jika terjemur matahari sebentar
mulutnya akan keluar busa, dan jika sedang berbicara kadang air liurnya menetes.
Tetapi meskipun begitu, kedua orang tua tetap sangat sangat menyayangi anak
mereka yang cacat itu.
Suatu hari, pagi-pagi sekali anak cacat ini sudah bangun,
sekitar pukul 4.30. Dalam pikirannya, 'Hari ini, aku pengen buat sarapan
yang speeeeeesial buat papa.'
Setelah doa pagi, ia pergi menuju dapur. Ia mengambil potong roti, lalu
menaruhnya dalam oven, dan menyetel waktunya sampai 10 menit. Tentu saja
hasilnya gosong. Setelah bunyi 'ting', maka anak cacat itu menaruhnya di
atas sebuah piring. Lalu ia mengoleskan selai kacang keju yang (amat) sangat
banyak, sambil berpikir, 'Harus kasih
yang baaaaanyak buat papa, biar ueeeeenak rasanya'.
Setelah itu, ia berlari ke kulkas, karena ayam sudah mulai
berkokok, lalu mengambil sebutir telur. Dan lalu memanaskan panci di atas
kompor, lalu memecahkan telur tersebut dan menuangkan isinya ke dalam panci
tersebut, dan langsung menaruhnya di atas piring yang lain, sambil berpikir,
'Kalo aku buatnya cepet, pasti papa seneng, karena gak perlu nunggu
lama.' Dan lalu ia bergegas mengambil cangkir, dan mengambil toples kopi
bubuk. Jika kita hanya membutuhkan 2 sendok kopi, anak cacat ini memakai 5
sendok kopi bubuk, sambil berpikir, 'Kalau 2 sendok kopi saja sudah harum,
apalagi 5, pasti papa suka.' Jadilah kopi yang terasa seperti kopi tua itu.
Lalu si anak cacat ini mengambil nampan, lalu dengan
hati-hati tanpa menimbulkan bunyi macam-macam, menaruh semua piring yang di
atasnya ada roti gosong dan telur mentah dan cangkir kopi tua tersebut, dan
menuju kamar ayahnya. Lalu ia membangunkan ayahnya, dan lalu berkata begini,
'Papa, bangun dong, aku udah buat sarapan yang spesiaaaaaaaal buat
papa.'
Lalu ayahnya bangun dan melihat dan menghirup aroma
'sedap' dari roti gosong, telur mentah dan kopi tua tersebut. 'Wah
pasti enak nih.'
Sebelum si ayah melipat tangannya untuk berdoa, si anak
berkata, 'Pa, kali ini aku doain makanan ini buat papa ya, ' kan
biasanya papa yang doain. OK ya papa?'
Sebelum ayahnya sempat mengangguk, si anak cacat ini sudah melanjutkan,
'Papa ikutin ya: Tuhan Yesus, terima
kasih, atas makanan ini, yang telah Tuhan sediakan. Terima kasih Tuhan,
amin.'
Lalu ayahnya mecoba roti gosong tersebut, dan setelah
ayahnya mengunyah gigitan pertama, si anak cacat dengan polosnya bertanya,
'Enak kan pa?' 'Iya, enaaaak sekali,' lalu melanjutkan makan.
Setelah roti tersebut habis, ia memakan telur mentah tersebut. Dan si anak
bertanya, 'Telurnya enak kan pa? Aku yang masak semuanya loooo….' Si
ayah berkata, 'Wah kamu yang masak? Enak sekali nak.' Lalu si ayah
melanjutkan memakan telur mentah tersebut. Setelah semua makanan habis, ia
mecoba kopi tua itu. Si anak bertanya lagi, 'Harum dan enak kan pa?' Si
ayah tanpa expresi mual apapun, membalasnya, 'Pahit, tapi papa suka
sekali.' Dan
dengan lugunya si anak menjawab, 'Ya iya dong papa, kopi kan
pahit…,' karena ia mengira ayahnya sedang bercanda.
Setelah semuanya habis, si ayah membelai kepala anaknya dan berkata 'Ray,
kamu tau nggak…' 'Nggak paa,' potong si anak cacat tersebut. Lalu
si ayah melanjutkan, 'Kalau semua masakan kamu, enaaaaak sekali.' Lalu
si anak menjawab, 'Iya dong pa, kan aku yang masakin, spesiaaaaaal buat
papa.' Lalu si ayah berkata lagi, 'Kamu tahu nggak kenapa papa senang
hari ini?' Si anak sambil menggelengkan kepala, 'Nggak tau pa….'
'Karena hari ini kamu dah buat sarapan yang, spesiaaaaal buat papa.'
Lalu si ayah melanjutkan, 'Ray, kamu tahu gak kenapa papa sayaaaaaaang
sekali sama kamu?' Lalu dengan lugunya anak cacat ini menjawab, 'Nggak
tahu pa…...' 'Karena kamu anak papa yang udah bikin papa,
seneeeeeeeeeeeng banget.'
'Raymond juga, sayaaaaaaaaaang banget sama papa.'
Lalu sambil menitikan air mata, ia memeluk anaknya yang
cacat itu, dan berkata kepada anaknya, 'Terima kasih ya
nak, karena telah memasakan sarapan roti, telur, dan kopi
ini buat papa. Semuanya terasa, enaaaaak sekali.' Lalu
si anak menjawab, 'Sama-sama papaah….' Dan si ayah lalu berdoa dalam
hatinya, 'Tuhan terima kasih, karena Engkau sudah memberikan anak yang
sangat sayang
padaku…'
Anda tahu, siapakah anak cacat dan ayah tersebut? Kamulah, yang sedang membaca
adalah anak yang cacat tersebut.. Seperti anak cacat itu memberikan kepada ayahnya, roti gosong, telur mentah dan kopi tua, juga kita,
memberikan apa yang tidak sempurna dari kita untuk Tuhan.
Roti gosong, telur mentah dan kopi tua, yang merupakan apa yang tidak sempurna
dari kita misalnya, pujian, dan kehidupan kita, Tuhan terima semuanya dengan
senang hati, karena Tuhan tahu, bahwa kita melakukannya dengan segenap hati kita
yang tertuju pada Bapa di sorga, dan kita ingin melakukan yang terbaik untuk
Bapa kita di sorga.
Ingat ini: Bapamu di sorga menyayangimu, apa adamu, apa yang ada padamu, apapun
yang engkau berikan dengan segenap hatimu, merupakan sebuah persembahan yang
harum. Karena Bapamu mengasihi kamu
Ingat : Bapamu di sorga mengasihimu.
Thursday, August 20, 2009
Stop Talking, and Begin Saying It with your ACTION !
by: Napoleon Hill
WHEN YOU HAVE TALKED YOURSELF INTO WHAT YOU WANT, STOP TALKING AND BEGIN SAYING IT WITH YOUR ACTIONS.
Persuading yourself that you can do something is a strong beginning. Next develop a sound plan and get into action. The longer you delay, the harder it will be to begin. Seldom is a plan perfect. If you have a clear vision of your goal and a plan that is flexible enough to allow you to deal with unexpected obstacles or take advantage of unforeseen opportunities, don’t delay another minute. Just getting into action-even if you do have to make adjustments later-will help focus your mind and channel your energies in the direction of your objective.
WHEN YOU HAVE TALKED YOURSELF INTO WHAT YOU WANT, STOP TALKING AND BEGIN SAYING IT WITH YOUR ACTIONS.
Persuading yourself that you can do something is a strong beginning. Next develop a sound plan and get into action. The longer you delay, the harder it will be to begin. Seldom is a plan perfect. If you have a clear vision of your goal and a plan that is flexible enough to allow you to deal with unexpected obstacles or take advantage of unforeseen opportunities, don’t delay another minute. Just getting into action-even if you do have to make adjustments later-will help focus your mind and channel your energies in the direction of your objective.
Adakah Cinta di dalam Pelayanan???
(Oleh : Sr. Maria Gertrudis, P.Karm.)
Waktu telah menunjukkan pukul 19:00, suasana di sebuah perkantoran telah sepi. Hanya beberapa karyawan terlihat masih sibuk menyelesaikan pekerjaan hariannya. Nadya termasuk di antara mereka yang masih berada di kantor. Tidak seperti biasanya, Nadya pulang kantor jauh malam, terlihat pula pada raut wajahnya garis-garis kesedihan bagaikan ada suatu beban yang ingin ditumpahkan. Namun, Nadya tak tahu kepada siapa ia harus menceritakan semuanya ini?
Tiba-tiba, handphonenya berbunyi. Dengan malas, diraihnya dan dilihat nama yang tertera dalam handphone itu. Ah.. sms dari Dodi. Tanpa membacanya terlebih dahulu, ia langsung menghapuskannya.
Apa yang menyebabkan Nadya berubah? Tak lain disebabkan peristiwa satu bulan lalu. Peristiwa yang takkan pernah dilupakan dalam kehidupannya, bisik hatinya. Tiba-tiba peristiwa itu kembali dalam ingatannya. Pertunjukkan yang batal ditampilkan oleh kelompok seni dramanya tanpa penjelasan. Pembatalan yang dilakukan oleh sepihak telah merusak persiapan dan kerja keras yang dilakukan berbulan-bulan. Nadya bertanya dalam hatinya: Siapakah yang tidak kecewa, kesal, sedih, marah atas peristiwa menyebalkan ini? Sungguh sebuah kekecewaan, kemarahan, kekesalan semuanya menjadi satu. Nadya merasa waktunya terbuang dengan sia-sia. Kini, ia memilih menutup dirinya dari segala macam kegiatan-kegiatan yang berkonotasi 'bersama'. Ia lebih suka menyendiri akhir-akhir ini.
Kisah di atas hanyalah sepenggal kisah kehidupan bersama yang mau tidak mau akan terjadi pada diri semua orang. Hal menyenangkan maupun hal tidak menyenangkan dapat datang silih berganti dalam peristiwa apapun. Dalam kisah di atas, Nadya mengalami hal yang tidak menyenangkan dan membuatnya mengalami kesedihan, kekecewaan, dan penderitaan lainnya akibat orang lain. Mungkin saja kekecewaan Nadya juga terjadi pada diri kita?
Secara manusiawi dalam kehidupan ini, kita kadang-kadang merasa letih, sedih, dan kecewa atas berbagai harapan kita yang tak terjadi. Akan tetapi, hendaknya kesedihan itu jangan sampai memudarkan pandangan mata kita untuk melihat terang cahaya di balik setiap peristiwa itu, bahkan terpuruk lebih dalam lagi. Kita perlu mengingat apa yang dikatakan oleh St. Paulus, "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Rm. 8:28) Lebih jauh lagi dalam kisah dua murid di jalan menuju Emaus. Kita melihat kesedihan mereka sampai berkata, "Kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Akan tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi." (Luk. 24:21) Kristus melalui penampakan-Nya kepada kedua murid di jalan menuju Emaus, mengungkapkan dengan jelas bagaimana misteri kematian dan kehidupan, salib dan kebangkitan menjadi kunci harapan. Kehadiran-Nya yang penuh cinta mampu mengubah kesedihan dua murid di Emaus ini.
Jika kita menelaah lebih jauh lagi, episode dua murid di Emaus ini sebenarnya mengingatkan kita akan realitas yang menggembirakan dalam pengalaman hidup kita yakni tanda kehadiran Kristus yang bangkit dan tidak pernah berakhir dalam umat-Nya. Kehadiran itu menjadi hidup dan nyata di dalam dan di antara setiap pribadi, di dalam karya pelayanan, di dalam orang-orang miskin, di dalam apapun yang kita perbuat.
Inilah kunci untuk membuka pintu hal-hal yang tidak menyenangkan: keletihan, kesedihan, kekecewaan yaitu mengalami kasih yang hidup. Apakah yang tidak dapat diungkapkan dengan kasih? Dalam kasih, hati dapat berdamai dengan dirinya sendiri dan bersatu kembali dengan dirinya sendiri.
Pada saat hal-hal tidak menyenangkan terjadi, kita perlu mendengar kembali bahkan mengarisbawahi ungkapan dari seorang kudus besar abad ini yakni, St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Ungkapan yang merupakan kekayaan hidup rohaninya, "Segala-galanya adalah rahmat, dimulai dari langkah pertama hingga akhirnya." Inilah kompas dalam perjalanan hidup St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Kompas yang diungkapkan oleh St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus ini, tak lain merupakan interprestasi dari sabda Yesus sendiri dalam perumpamaan pokok anggur dan ranting-ranting- Nya, "Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yoh. 15:5)
Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, St. Paulus menegaskan, "Allahlah yang memberikan kepada kita baik kemauan maupun pekerjaan." (Bdk. Flp 2:13) Sekarang kita tahu bahwa tanpa rahmat Allah kita tidak dapat melakukan satu hal pun yang baik ataupun menghendaki yang baik untuk kita kerjakan.
Cinta dibangun oleh Sabda Yesus
Kita telah mengetahui bahwa untuk menghendaki yang baik kita memerlukan rahmat. Caranya dengan memohon kepada Allah untuk memberikan kepada kita rahmat itu. Salah satu rahmat yang kita butuhkan yaitu cinta. Cinta adalah perekat yang menyatukan berbagai kehidupan. Cinta bagaikan dasar dalam suatu bangunan. Apabila dasar itu tidak ada maka bangunan tersebut akan hancur (Bdk. Mat. 7:24-27). Iman kristiani menekankan kesatuan cinta Allah dan cinta sesama, dan kebutuhan yang sangat akan keduanya untuk menjadi bagian dari keberadaan kita.
Dasar cinta kristiani berpusat di dalam kesatuan dengan Kristus dan membawa semangat-Nya, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. " (Yoh. 15:12-13)
Cinta juga membutuhkan suatu komitmen yang teguh di mana kita berani memberikan waktu untuk mencintai Allah sebagai balasan atas kasih-Nya dalam doa, kegiatan rohani maupun sosial, dan sebagainya. Tepatlah apa yang dikatakan oleh Beata Teresa dari Kalkuta, "Karya-karya yang baik terkait satu sama lain hingga membentuk sebuah rantai cinta."
Sebagai murid Yesus, kita perlu mengikuti apa yang diteladankan oleh sang Guru. Inilah cinta yang dibangun oleh sabda Yesus, "Mencintai sebagaimana Yesus mencintai" berarti menyerahkan nyawa untuk sahabat-sahabat dan dengan penuh semangat mencintai mereka yang bukan sahabat (Bdk. Luk. 6:27-29).
Dipanggil untuk Hidup Bersama
Kenyataan hidup sehari-hari menunjukkan bahwa banyak persahabatan tidak bertahan lama, orang yang saling mencinta tidak dapat bertahan dalam hubungan cinta mereka, banyak keluarga hancur dan pecah, komunitas-komunitas tidak pernah bebas dari krisis-krisis hubungan antar anggota, alangkah rapuhnya hubungan antar manusia. Sebuah pertanyaan yang harusnya ada bagi kita sebagai murid Kristus yang dipanggil untuk hidup bersama, "Apa artinya mencintai orang lain?"
Orang akan sulit untuk mendefinisikan arti cinta sesungguhnya. Sebabnya dalam dunia ini betapa sulitnya menemukan cinta yang sesungguhnya. Ungkapan yang seringkali kita dengar, "Mencintai adalah pekerjaan berat!" Dalam masyarakat kita, cinta dinyanyikan, ditulis menjadi sebuah kisah, dibicarakan sebagai cita-cita indah yang didambakan semua orang. Kita hanya dapat mengartikan cinta merupakan suatu tindakan atau perbuatan dan bukannya suatu perasaan. Hal ini berarti, seandainya kita mencintai sekaligus menghendaki kebaikan orang yang kita cintai.
"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1Yoh. 4:19) Karena Allah lebih dahulu mengasihi kita, maka kita dijadikan mampu untuk mengasihi. Oleh karena itu segala sesuatu dapat kita lakukan dalam kasih. Allah mencintai kita dengan kasih yang tanpa batas. Allah juga memanggil kita untuk menjadi saksi akan cinta-Nya. Mencintai berarti mewujudkan cinta Allah yang tanpa batas, dalam persatuan hidup dengan orang lain.
Salah satu sisi paling indah hidup bersama ialah bahwa di dalamnya selalu terjadi tindakan memberi dan menerima. Setiap orang yang sudah benar-benar menghayati hidup bersama akan berkata, "Saya menerima sama banyak dengan yang saya berikan."
Bila segala sesuatu kita lakukan dalam kasih dan dengan kasih, semuanya mendapatkan nilai keabadian dan berkenan kepada Allah. St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus mengatakan, "Apabila kita hanya memungut sebatang jarum yang jatuh saja, tetapi dengan kasih, itu sudah mendapat nilai keabadian."
Menjadi Saksi Cinta Allah yang Hidup
Semua relasi manusiawi, entah antara orang tua dengan anak, suami dengan istri, antar sahabat, antar warga komunitas, semestinya menjadi tanda cinta Allah kepada umat manusia. Yesus berkata, "Sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian, semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid- Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yoh. 13:34-35) Bagaimana Yesus mencintai kita? Yesus berkata, "Seperti Bapa mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu." (Yoh. 15:9) Cinta Yesus kepada kita adalah wujud utuh cinta Allah kepada kita, karena Yesus dan Bapa adalah satu. Ia berkata, "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." (Yoh. 14:10-11)
Di sini, Yesus mau menyatakan bahwa kita dipanggil oleh Allah untuk menjadi saksi hidup bagi kasih Allah. Kita menjadi saksi seperti itu dengan mengikuti Yesus dan saling mengasihi, seperti Ia mengasihi kita. Ibu Teresa dari Kalkuta merupakan salah satu contoh dalam zaman kita yang melaksanakan cinta secara heroik. Dalam seluruh hidupnya, Ibu Teresa dari Kalkuta mengabdikan untuk melayani orang-orang yang paling miskin di antara yang miskin. Ia mengatakan: "Tuhan selalu memberi perhatian terhadap cinta kita. Sesungguhnya tidak seorang pun dari antara kita yang dikecualikan. Tuhan memiliki cara tersendiri untuk melakukan segalanya dan untuk membinasakan apa pun hasil kemampuan manusia yang tertinggi. Kita bisa saja bekerja sampai suatu saat kita tidak sanggup lagi. Kita juga dapat bekerja hingga berlebihan. Namun, bila yang kita lakukan itu tidak dikaitkan dengan cinta, maka seluruh pekerjaan kita tidak akan berguna di mata Tuhan."
Cinta di dalam Penderitaan
Mencintai berarti menuju persatuan, mengarah, dan memperbanyak usaha untuk bersatu dengan yang dicintai melalui tindakan memberikan diri, menyangkal diri supaya tidak ada sesuatupun yang menghalangi untuk mencintai. Maka, mencintai menuntut suatu pengurbanan! Pengurbanan ini dapat berupa hal menyenangkan maupun hal tidak menyenangkan, misalnya penderitaan, kecewa, sedih, malu, dan sebagainya. Bagi seseorang yang mencintai penderitaan yang dialami adalah madu yang manis untuk sampai kepada persatuan cintakasih yang sempurna.
St. Yohanes dari Salib mengatakan, "Kasih yang sejati berarti mau menjadi serupa dengan yang dikasihi. Karena yang dikasihi itu sekaligus adalah yang disalibkan, maka mereka pun tidak lepas dari salib." St. Paulus mengatakan hal yang senada: "Semuanya itu kuanggap sebagai sampah demi Yesus Kristus. Yang kukehendaki adalah mengenal penderitaan- Nya dan kuasa kebangkitan- Nya, untuk menggenapkan apa yang kurang dari penderitaan Kristus." (Lih. Flp. 3:8, 10; Kol. 1:24)
Jelaslah bahwa cinta terkait dengan eratnya bahkan tidak terlepas dari penderitaan. Inilah risiko yang harus diambil bagi orang yang mencintai, bukan demi penderitaan itu sendiri melainkan kita telah diperkenankan untuk ambil bagian di dalam penderitaan Kristus.
PENUTUP
Kiranya jelas bahwa dalam hidup ini kita akan selalu dihadapkan pada 2 hal, yaitu hal menyenangkan yang mendatangkan sukacita dan kegembiraan, dan hal yang tidak menyenangkan yang mendatangkan penderitaan. Pada kisah di atas, kegagalan membuat Nadya takut untuk melangkah. Sebagai seorang kristen sejati, kita dituntut untuk berani bangkit dari setiap penderitaan dan bukannya terpuruk. Baik kita mendengarkan ungkapan yang seringkali kita dengar, "Kegagalan merupakan sebuah rahmat yang tertunda". St. Paulus mengatakan, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Rm. 12:11)
Setiap penderitaan jika disatukan dengan salib Kristus memiliki arti lebih bagi keselamatan jiwa kita. Marilah bersama-sama, kita meletakkan seluruh dasar bangunan dalam pelayanan apapun yang kita kerjakan dengan semangat cinta, sambil tak lupa mengucap syukur atas apa yang Dia percayakan untuk kita lakukan. "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kol. 3:17)
Sharing :
* Bagaimana sikap Anda jika suatu saat ada peristiwa yang tidak menyenangkan terjadi pada diri Anda? Apa yang biasanya Anda lakukan? Lebih-lebih jika itu berkaitan dengan sesama yang mengecewakan hati Anda? Sharingkanlah pengalaman Anda dalam sel
* Mencintai berarti mau berkurban. Bagaimana Anda menghayati hal mencintai ini? Sudahkah Anda mencintai dengan hati tulus dan tanpa mengharapkan sesuatu? Sharingkanlah pengalaman Anda dalam usaha mencintai seperti Yesus.
Dalam Kasih Kristus,
Redaksi VacareDeo
Waktu telah menunjukkan pukul 19:00, suasana di sebuah perkantoran telah sepi. Hanya beberapa karyawan terlihat masih sibuk menyelesaikan pekerjaan hariannya. Nadya termasuk di antara mereka yang masih berada di kantor. Tidak seperti biasanya, Nadya pulang kantor jauh malam, terlihat pula pada raut wajahnya garis-garis kesedihan bagaikan ada suatu beban yang ingin ditumpahkan. Namun, Nadya tak tahu kepada siapa ia harus menceritakan semuanya ini?
Tiba-tiba, handphonenya berbunyi. Dengan malas, diraihnya dan dilihat nama yang tertera dalam handphone itu. Ah.. sms dari Dodi. Tanpa membacanya terlebih dahulu, ia langsung menghapuskannya.
Apa yang menyebabkan Nadya berubah? Tak lain disebabkan peristiwa satu bulan lalu. Peristiwa yang takkan pernah dilupakan dalam kehidupannya, bisik hatinya. Tiba-tiba peristiwa itu kembali dalam ingatannya. Pertunjukkan yang batal ditampilkan oleh kelompok seni dramanya tanpa penjelasan. Pembatalan yang dilakukan oleh sepihak telah merusak persiapan dan kerja keras yang dilakukan berbulan-bulan. Nadya bertanya dalam hatinya: Siapakah yang tidak kecewa, kesal, sedih, marah atas peristiwa menyebalkan ini? Sungguh sebuah kekecewaan, kemarahan, kekesalan semuanya menjadi satu. Nadya merasa waktunya terbuang dengan sia-sia. Kini, ia memilih menutup dirinya dari segala macam kegiatan-kegiatan yang berkonotasi 'bersama'. Ia lebih suka menyendiri akhir-akhir ini.
Kisah di atas hanyalah sepenggal kisah kehidupan bersama yang mau tidak mau akan terjadi pada diri semua orang. Hal menyenangkan maupun hal tidak menyenangkan dapat datang silih berganti dalam peristiwa apapun. Dalam kisah di atas, Nadya mengalami hal yang tidak menyenangkan dan membuatnya mengalami kesedihan, kekecewaan, dan penderitaan lainnya akibat orang lain. Mungkin saja kekecewaan Nadya juga terjadi pada diri kita?
Secara manusiawi dalam kehidupan ini, kita kadang-kadang merasa letih, sedih, dan kecewa atas berbagai harapan kita yang tak terjadi. Akan tetapi, hendaknya kesedihan itu jangan sampai memudarkan pandangan mata kita untuk melihat terang cahaya di balik setiap peristiwa itu, bahkan terpuruk lebih dalam lagi. Kita perlu mengingat apa yang dikatakan oleh St. Paulus, "Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Rm. 8:28) Lebih jauh lagi dalam kisah dua murid di jalan menuju Emaus. Kita melihat kesedihan mereka sampai berkata, "Kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Akan tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi." (Luk. 24:21) Kristus melalui penampakan-Nya kepada kedua murid di jalan menuju Emaus, mengungkapkan dengan jelas bagaimana misteri kematian dan kehidupan, salib dan kebangkitan menjadi kunci harapan. Kehadiran-Nya yang penuh cinta mampu mengubah kesedihan dua murid di Emaus ini.
Jika kita menelaah lebih jauh lagi, episode dua murid di Emaus ini sebenarnya mengingatkan kita akan realitas yang menggembirakan dalam pengalaman hidup kita yakni tanda kehadiran Kristus yang bangkit dan tidak pernah berakhir dalam umat-Nya. Kehadiran itu menjadi hidup dan nyata di dalam dan di antara setiap pribadi, di dalam karya pelayanan, di dalam orang-orang miskin, di dalam apapun yang kita perbuat.
Inilah kunci untuk membuka pintu hal-hal yang tidak menyenangkan: keletihan, kesedihan, kekecewaan yaitu mengalami kasih yang hidup. Apakah yang tidak dapat diungkapkan dengan kasih? Dalam kasih, hati dapat berdamai dengan dirinya sendiri dan bersatu kembali dengan dirinya sendiri.
Pada saat hal-hal tidak menyenangkan terjadi, kita perlu mendengar kembali bahkan mengarisbawahi ungkapan dari seorang kudus besar abad ini yakni, St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Ungkapan yang merupakan kekayaan hidup rohaninya, "Segala-galanya adalah rahmat, dimulai dari langkah pertama hingga akhirnya." Inilah kompas dalam perjalanan hidup St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus. Kompas yang diungkapkan oleh St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus ini, tak lain merupakan interprestasi dari sabda Yesus sendiri dalam perumpamaan pokok anggur dan ranting-ranting- Nya, "Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yoh. 15:5)
Dalam suratnya kepada jemaat di Filipi, St. Paulus menegaskan, "Allahlah yang memberikan kepada kita baik kemauan maupun pekerjaan." (Bdk. Flp 2:13) Sekarang kita tahu bahwa tanpa rahmat Allah kita tidak dapat melakukan satu hal pun yang baik ataupun menghendaki yang baik untuk kita kerjakan.
Cinta dibangun oleh Sabda Yesus
Kita telah mengetahui bahwa untuk menghendaki yang baik kita memerlukan rahmat. Caranya dengan memohon kepada Allah untuk memberikan kepada kita rahmat itu. Salah satu rahmat yang kita butuhkan yaitu cinta. Cinta adalah perekat yang menyatukan berbagai kehidupan. Cinta bagaikan dasar dalam suatu bangunan. Apabila dasar itu tidak ada maka bangunan tersebut akan hancur (Bdk. Mat. 7:24-27). Iman kristiani menekankan kesatuan cinta Allah dan cinta sesama, dan kebutuhan yang sangat akan keduanya untuk menjadi bagian dari keberadaan kita.
Dasar cinta kristiani berpusat di dalam kesatuan dengan Kristus dan membawa semangat-Nya, "Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. " (Yoh. 15:12-13)
Cinta juga membutuhkan suatu komitmen yang teguh di mana kita berani memberikan waktu untuk mencintai Allah sebagai balasan atas kasih-Nya dalam doa, kegiatan rohani maupun sosial, dan sebagainya. Tepatlah apa yang dikatakan oleh Beata Teresa dari Kalkuta, "Karya-karya yang baik terkait satu sama lain hingga membentuk sebuah rantai cinta."
Sebagai murid Yesus, kita perlu mengikuti apa yang diteladankan oleh sang Guru. Inilah cinta yang dibangun oleh sabda Yesus, "Mencintai sebagaimana Yesus mencintai" berarti menyerahkan nyawa untuk sahabat-sahabat dan dengan penuh semangat mencintai mereka yang bukan sahabat (Bdk. Luk. 6:27-29).
Dipanggil untuk Hidup Bersama
Kenyataan hidup sehari-hari menunjukkan bahwa banyak persahabatan tidak bertahan lama, orang yang saling mencinta tidak dapat bertahan dalam hubungan cinta mereka, banyak keluarga hancur dan pecah, komunitas-komunitas tidak pernah bebas dari krisis-krisis hubungan antar anggota, alangkah rapuhnya hubungan antar manusia. Sebuah pertanyaan yang harusnya ada bagi kita sebagai murid Kristus yang dipanggil untuk hidup bersama, "Apa artinya mencintai orang lain?"
Orang akan sulit untuk mendefinisikan arti cinta sesungguhnya. Sebabnya dalam dunia ini betapa sulitnya menemukan cinta yang sesungguhnya. Ungkapan yang seringkali kita dengar, "Mencintai adalah pekerjaan berat!" Dalam masyarakat kita, cinta dinyanyikan, ditulis menjadi sebuah kisah, dibicarakan sebagai cita-cita indah yang didambakan semua orang. Kita hanya dapat mengartikan cinta merupakan suatu tindakan atau perbuatan dan bukannya suatu perasaan. Hal ini berarti, seandainya kita mencintai sekaligus menghendaki kebaikan orang yang kita cintai.
"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita." (1Yoh. 4:19) Karena Allah lebih dahulu mengasihi kita, maka kita dijadikan mampu untuk mengasihi. Oleh karena itu segala sesuatu dapat kita lakukan dalam kasih. Allah mencintai kita dengan kasih yang tanpa batas. Allah juga memanggil kita untuk menjadi saksi akan cinta-Nya. Mencintai berarti mewujudkan cinta Allah yang tanpa batas, dalam persatuan hidup dengan orang lain.
Salah satu sisi paling indah hidup bersama ialah bahwa di dalamnya selalu terjadi tindakan memberi dan menerima. Setiap orang yang sudah benar-benar menghayati hidup bersama akan berkata, "Saya menerima sama banyak dengan yang saya berikan."
Bila segala sesuatu kita lakukan dalam kasih dan dengan kasih, semuanya mendapatkan nilai keabadian dan berkenan kepada Allah. St. Theresia dari Kanak-kanak Yesus mengatakan, "Apabila kita hanya memungut sebatang jarum yang jatuh saja, tetapi dengan kasih, itu sudah mendapat nilai keabadian."
Menjadi Saksi Cinta Allah yang Hidup
Semua relasi manusiawi, entah antara orang tua dengan anak, suami dengan istri, antar sahabat, antar warga komunitas, semestinya menjadi tanda cinta Allah kepada umat manusia. Yesus berkata, "Sama seperti Aku telah mengasihi kamu, demikian pula kamu harus saling mengasihi. Dengan demikian, semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid- Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi." (Yoh. 13:34-35) Bagaimana Yesus mencintai kita? Yesus berkata, "Seperti Bapa mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu." (Yoh. 15:9) Cinta Yesus kepada kita adalah wujud utuh cinta Allah kepada kita, karena Yesus dan Bapa adalah satu. Ia berkata, "Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang diam di dalam Aku, Dialah yang melakukan pekerjaan-Nya. Percayalah kepada-Ku, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku." (Yoh. 14:10-11)
Di sini, Yesus mau menyatakan bahwa kita dipanggil oleh Allah untuk menjadi saksi hidup bagi kasih Allah. Kita menjadi saksi seperti itu dengan mengikuti Yesus dan saling mengasihi, seperti Ia mengasihi kita. Ibu Teresa dari Kalkuta merupakan salah satu contoh dalam zaman kita yang melaksanakan cinta secara heroik. Dalam seluruh hidupnya, Ibu Teresa dari Kalkuta mengabdikan untuk melayani orang-orang yang paling miskin di antara yang miskin. Ia mengatakan: "Tuhan selalu memberi perhatian terhadap cinta kita. Sesungguhnya tidak seorang pun dari antara kita yang dikecualikan. Tuhan memiliki cara tersendiri untuk melakukan segalanya dan untuk membinasakan apa pun hasil kemampuan manusia yang tertinggi. Kita bisa saja bekerja sampai suatu saat kita tidak sanggup lagi. Kita juga dapat bekerja hingga berlebihan. Namun, bila yang kita lakukan itu tidak dikaitkan dengan cinta, maka seluruh pekerjaan kita tidak akan berguna di mata Tuhan."
Cinta di dalam Penderitaan
Mencintai berarti menuju persatuan, mengarah, dan memperbanyak usaha untuk bersatu dengan yang dicintai melalui tindakan memberikan diri, menyangkal diri supaya tidak ada sesuatupun yang menghalangi untuk mencintai. Maka, mencintai menuntut suatu pengurbanan! Pengurbanan ini dapat berupa hal menyenangkan maupun hal tidak menyenangkan, misalnya penderitaan, kecewa, sedih, malu, dan sebagainya. Bagi seseorang yang mencintai penderitaan yang dialami adalah madu yang manis untuk sampai kepada persatuan cintakasih yang sempurna.
St. Yohanes dari Salib mengatakan, "Kasih yang sejati berarti mau menjadi serupa dengan yang dikasihi. Karena yang dikasihi itu sekaligus adalah yang disalibkan, maka mereka pun tidak lepas dari salib." St. Paulus mengatakan hal yang senada: "Semuanya itu kuanggap sebagai sampah demi Yesus Kristus. Yang kukehendaki adalah mengenal penderitaan- Nya dan kuasa kebangkitan- Nya, untuk menggenapkan apa yang kurang dari penderitaan Kristus." (Lih. Flp. 3:8, 10; Kol. 1:24)
Jelaslah bahwa cinta terkait dengan eratnya bahkan tidak terlepas dari penderitaan. Inilah risiko yang harus diambil bagi orang yang mencintai, bukan demi penderitaan itu sendiri melainkan kita telah diperkenankan untuk ambil bagian di dalam penderitaan Kristus.
PENUTUP
Kiranya jelas bahwa dalam hidup ini kita akan selalu dihadapkan pada 2 hal, yaitu hal menyenangkan yang mendatangkan sukacita dan kegembiraan, dan hal yang tidak menyenangkan yang mendatangkan penderitaan. Pada kisah di atas, kegagalan membuat Nadya takut untuk melangkah. Sebagai seorang kristen sejati, kita dituntut untuk berani bangkit dari setiap penderitaan dan bukannya terpuruk. Baik kita mendengarkan ungkapan yang seringkali kita dengar, "Kegagalan merupakan sebuah rahmat yang tertunda". St. Paulus mengatakan, "Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan." (Rm. 12:11)
Setiap penderitaan jika disatukan dengan salib Kristus memiliki arti lebih bagi keselamatan jiwa kita. Marilah bersama-sama, kita meletakkan seluruh dasar bangunan dalam pelayanan apapun yang kita kerjakan dengan semangat cinta, sambil tak lupa mengucap syukur atas apa yang Dia percayakan untuk kita lakukan. "Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita." (Kol. 3:17)
Sharing :
* Bagaimana sikap Anda jika suatu saat ada peristiwa yang tidak menyenangkan terjadi pada diri Anda? Apa yang biasanya Anda lakukan? Lebih-lebih jika itu berkaitan dengan sesama yang mengecewakan hati Anda? Sharingkanlah pengalaman Anda dalam sel
* Mencintai berarti mau berkurban. Bagaimana Anda menghayati hal mencintai ini? Sudahkah Anda mencintai dengan hati tulus dan tanpa mengharapkan sesuatu? Sharingkanlah pengalaman Anda dalam usaha mencintai seperti Yesus.
Dalam Kasih Kristus,
Redaksi VacareDeo
Friday, August 14, 2009
Thursday, August 13, 2009
Pilih mana; Kopi, Telor atau Wortel ... ?
Seorang anak mengeluh pada ayahnya mengenai kehidupannya dan menanyakan mengapa hidup ini terasa begitu berat baginya. Ia tidak tahu bagaimana menghadapinya dan hampir menyerah. Ia sudah lelah untuk berjuang. Sepertinya setiap kali satu masalah selesai, timbul masalah baru.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.
Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.
Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?
Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.
Ayahnya, seorang koki, membawanya ke dapur. Ia mengisi 3 panci dengan air dan menaruhnya di atas api. Setelah air di panci-panci tersebut mendidih. Ia menaruh wortel di dalam panci pertama, telur di panci kedua dan ia menaruh kopi bubuk di panci terakhir. Ia membiarkannya mendidih tanpa berkata-kata. Si anak membungkam dan menunggu dengan tidak sabar, memikirkan apa yang sedang dikerjakan sang ayah. Setelah 20 menit, sang ayah mematikan api. Ia menyisihkan wortel dan menaruhnya di mangkuk, mengangkat telur dan meletakkannya di mangkuk yang lain, dan menuangkan kopi di mangkuk lainnya.
Lalu ia bertanya kepada anaknya, "Apa yang kau lihat, nak?" "Wortel, telur, dan kopi" jawab si anak. Ayahnya mengajaknya mendekat dan memintanya merasakan wortel itu. Ia melakukannya dan merasakan bahwa wortel itu terasa lunak. Ayahnya lalu memintanya mengambil telur dan memecahkannya. Setelah membuang kulitnya, ia mendapati sebuah telur rebus yang mengeras. Terakhir, ayahnya memintanya untuk mencicipi kopi. Ia tersenyum ketika mencicipi kopi dengan aromanya yang khas. Setelah itu, si anak bertanya, "Apa arti semua ini, Ayah?" Ayahnya menerangkan bahwa ketiganya telah menghadapi kesulitan yang sama, perebusan, tetapi masing-masing menunjukkan reaksi yang berbeda.
Wortel sebelum direbus kuat, keras dan sukar dipatahkan. Tetapi setelah direbus, wortel menjadi lembut dan lunak.
Telur sebelumnya mudah pecah. Cangkang tipisnya melindungi isinya yang berupa cairan. Tetapi setelah direbus, isinya menjadi keras.
Bubuk kopi mengalami perubahan yang unik. Setelah berada di dalam rebusan air, bubuk kopi merubah air tersebut. "Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?"
Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu.
Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?
Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat. Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik.
1001 Burung Kertas
Reo dan July adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. Keluarga July berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Reo hanyalah keluarga seorang petani miskin yang menggantungkan kehidupannya pada tanah sewaan.
Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.
Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : “ Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.
Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.
Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.
Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.
Reo membaca surat itu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Reo................................
July “ Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.
Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita.
Dalam kehidupan mereka berdua, Reo sangat mencintai July. Reo telah melipat 1000 buah burung kertas untuk July dan July kemudian menggantungkan burung-burung kertas tersebut pada kamarnya. Dalam tiap burung kertas tersebut Reo telah menuliskan harapannya kepada July. Banyak sekali harapan yang telah Reo ungkapkan kepada July. “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi July dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam burung kertas yang diberikan kepada July.
Suatu hari Reo melipat burung kertasnya yang ke 1001. Burung itu dilipat dengan kertas transparan sehingga kelihatan sangat berbeda dengan burung-burung kertas yang lain. Ketika memberikan burung kertas ini, Reo berkata kepada July: “ July, ini burung kertasku yang ke 1001. Dalam burung kertas ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku akan segera melamarmu dan kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar Reo berkata demikian, menangislah July. Ia berkata kepada Reo : “ Reo, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi aku sekarang telah memutuskan untuk tidak menikah denganmu karena aku butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!” Saat mendengar itu Reo pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada July. Ia mengatai July matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Akhirnya Reo meninggalkan July menangis seorang diri.
Reo mulai terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap July dijadikannya cambuk untuk maju dan maju. Dalam Sebulan usaha Reo menunjukkan hasilnya. Ia diangkat menjadi kepala cabang di mana ia bekerja dan dalam setahun ia telah diangkat menjadi manajer sebuah perusahaan yang bonafide dan tak lama kemudian ia mempunyai 50% saham dari perusahaan itu. Sekarang tak seorangpun tak kenal Reo, ia adalah bintang kesuksesan.
Suatu hari Reo pun berkeliling kota dengan mobil barunya. Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di dalam derasnya hujan. Suami istri itu kelihatan lusuh dan tidak terawat. Reo pun penasaran dan mendekati suami istri itu dengan mobilnya dan ia mendapati bahwa suami istri itu adalah orang tua July. Reo mulai berpikir untuk memberi pelajaran kepada kedua orang itu, tetapi hati nuraninya melarangnya sangat kuat. Reo membatalkan niatnya dan ia membuntuti kemana perginya orang tua July.
Reo sangat terkejut ketika didapati orang tua July memasuki sebuah makam yang dipenuhi dengan burung kertas. Ia pun semakin terkejut ketika ia mendapati foto July dalam makam itu. Reo pun bergegas turun dari mobilnya dan berlari ke arah makam July untuk menemui orang tua July.
Orang tua July pun berkata kepada Reo :”Reo, sekarang kami jatuh miskin. Harta kami habis untuk biaya pengobatan July yang terkena kanker rahim ganas. July menitipkan sebuah surat kepada kami untuk diberikan kepadamu jika kami bertemu denganmu.” Orang tua July menyerahkan sepucuk surat kumal kepada Reo.
Reo membaca surat itu. “Reo, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu. Aku terkena kanker rahim ganas yang tak mungkin disembuhkan. Aku tak mungkin mengatakan hal ini saat itu, karena jika itu aku lakukan, aku akan membuatmu jatuh dalam kehidupan sentimentil yang penuh keputusasaan yang akan membawa hidupmu pada kehancuran. Aku tahu semua tabiatmu Reo, karena itu aku lakukan ini. Aku mencintaimu Reo................................
July “ Setelah membaca surat itu, menangislah Reo. Ia telah berprasangka terhadap July begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati July teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa July kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga maut menjemputnya, betapa July mengharapkan kehadirannya di saat-saat penuh penderitaan itu. Tetapi ia lebih memilih untuk menganggap July sebagai orang matre tak berperasan.July telah berkorban untuknya agar ia tidak jatuh dalam keputusasaan dan kehancuran.
Cinta bukanlah sebuah pelukan atau ciuman tetapi cinta adalah pengorbanan untuk orang yang sangat berarti bagi kita.
Tuesday, August 11, 2009
Percaya diri !
Mungkin jarang yang menyadari, bahwa salah satu modal penting seorang salesman adalah rasa percaya diri. Ada sebuah pendapat, sebelum mulai menjual sebuah produk, seorang salesman harus mampu "menjual" dirinya terlebih dahulu. Artinya, bagian penting dari sebuah seni menjual adalah bagaimana kita membuat calon pembeli lebih dulu menyukai dan percaya pada si penjual. Oleh sebab itu, seorang salesman wajib memiliki rasa percaya diri sebelum membuat orang lain percaya kepadanya.
Di bawah ini adalah resep untuk membangun rasa percaya diri...
Hindari Mencari Alasan
Begitu banyak orang mengurungkan niat mereka dengan mengajukan alasan yang tidak masuk akal dan samasekali salah, seperti; saya tidak bisa, saya tidak mampu sebab..., pendidikan saya belum memadai, saya sudah terlalu tua, saya masih terlalu muda, dan lain-lain...
Siapapun dapat mencari alasan untuk segala macam perkara. Sebuah alasan mungkin untuk sementara bisa menyenangkan dan menentramkan hati, tetapi alasan-alasan hanya akan menghamabat seseoarang dari pencapaian sasaran. Ingatlah bahwa otak kita adalah kawasan penyimpanan -- apa yang kita masukkan pada gilirannya akan keluar lagi, jadi gantilah penyisipan hal-hal negatif dengan hal-hal positif.
Gunakan Daya Imajinasi
Otak dengan kapasitasnya yang tidak terbatas dapat membantu kita dengan tanpa batasan untuk mencapai ambisi hidup, hanya jika kita memberinya kesempatan. Biarkan dia menggambarkan diri kita sebagai pribadi yang kita inginkan. Gambarkan wujud yang anda inginkan dengan jelas. Semakin kita memikirkan itu semua, semakin besar kepastian akan suatu hasil yang positif.
Jika anda secara terus menerus membiarkan pikiran ini dipenuhi dengan bermacam-macam pemikiran mengenai penyakit dan kesehatan yang buruk, hampir dipastikan anda akan mengalami penyakit yang anda pikirkan itu. Sama halnya, jika kita terus menerus memikirkan hasil negatif tentang pergaulan atau karier bisnis, pemikiran itu pada gilirannya akan mengakar dalam diri kita.
Maka dalam proses membangun kepercayaan diri melalui daya imajinasi otak, pentinglah untuk menjadi yakin bahwa apa yang sedang kita pikirkan dan lihat dengan jelas adalah hal yang positif. Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri kita dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke target kita, cita-cita dan kebahagiaan dalam hidup.
Jangan Takut Gagal
Kegagalan telah mengahalangi begitu banyak orang. Sehingga mereka mundur sebelum mencoba, sebelum berbuat atau sebelum meraih keberhasilan. Sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai otak mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.
Seseorang yang takut tenggelam, tidak pernah akan bisa berenang
Penampilan Membentuk Kepercayaan Diri
Penampilan luar memang bukan segalanya. Tetapi, terkadang perlu untuk membelanjakan uang demi penampilan luar yang menarik. Sebab, dengan penampilan luar yang menarik memberi kesempatan yang ada dalam diri kita untuk merasa baik.
Susunlah Catatan Mengenai Sukses Yang Diperoleh
Setiap orang pasti pernah mencapai sukses dalam hidupnya. Cara mengumpulkan catatan sukses masa lalu sangat sederhana. Pikirkan balik sukses anda yang paling awal yang mungkin terjadi pada masa sekolah, ketika memenangkan lomba balap kelereng atau balap karung. Mungkin juga berawal dari ucapan selamat ketika memenangkan lomba mengambar atau melukis. Ini bisa dilakukan secara lisan pada suatu audio kaset atau buku catatan. Anda bisa melihat kembali catatan dan memperbaharui aset paling berharga Anda dengan kenangan akan sukses tersebut.
Motivasi hanya dapat mengabadikan diri berdasarkan harapan. Untuk memotivasi diri, seseorang harus memiliki harapan tentang sebuah masa depan. Oleh karena itu dalam memotivasi diri seseorang bertanggung jawab untuk menciptakan sendiri harapannya.
Di bawah ini adalah resep untuk membangun rasa percaya diri...
Hindari Mencari Alasan
Begitu banyak orang mengurungkan niat mereka dengan mengajukan alasan yang tidak masuk akal dan samasekali salah, seperti; saya tidak bisa, saya tidak mampu sebab..., pendidikan saya belum memadai, saya sudah terlalu tua, saya masih terlalu muda, dan lain-lain...
Siapapun dapat mencari alasan untuk segala macam perkara. Sebuah alasan mungkin untuk sementara bisa menyenangkan dan menentramkan hati, tetapi alasan-alasan hanya akan menghamabat seseoarang dari pencapaian sasaran. Ingatlah bahwa otak kita adalah kawasan penyimpanan -- apa yang kita masukkan pada gilirannya akan keluar lagi, jadi gantilah penyisipan hal-hal negatif dengan hal-hal positif.
Gunakan Daya Imajinasi
Otak dengan kapasitasnya yang tidak terbatas dapat membantu kita dengan tanpa batasan untuk mencapai ambisi hidup, hanya jika kita memberinya kesempatan. Biarkan dia menggambarkan diri kita sebagai pribadi yang kita inginkan. Gambarkan wujud yang anda inginkan dengan jelas. Semakin kita memikirkan itu semua, semakin besar kepastian akan suatu hasil yang positif.
Jika anda secara terus menerus membiarkan pikiran ini dipenuhi dengan bermacam-macam pemikiran mengenai penyakit dan kesehatan yang buruk, hampir dipastikan anda akan mengalami penyakit yang anda pikirkan itu. Sama halnya, jika kita terus menerus memikirkan hasil negatif tentang pergaulan atau karier bisnis, pemikiran itu pada gilirannya akan mengakar dalam diri kita.
Maka dalam proses membangun kepercayaan diri melalui daya imajinasi otak, pentinglah untuk menjadi yakin bahwa apa yang sedang kita pikirkan dan lihat dengan jelas adalah hal yang positif. Hal yang positif itu harus memungkinkan kesan positif pada diri kita dan peningkatannya, serta pemikiran positif itu harus mengarah ke target kita, cita-cita dan kebahagiaan dalam hidup.
Jangan Takut Gagal
Kegagalan telah mengahalangi begitu banyak orang. Sehingga mereka mundur sebelum mencoba, sebelum berbuat atau sebelum meraih keberhasilan. Sebab mereka tidak mampu menerima terminologi dimana ada kemungkinan untuk gagal. Sebagian orang benar-benar tidak pernah mencoba sesuatupun sebab rasa takut gagal ini telah menguasai otak mereka selama bertahun-tahun. Setiap hari mereka memikirkan kegagalan ini sehingga mereka tidak pernah sungguh-sungguh melakukan sesuatu dan pada akhirnya mereka tidak percaya diri dan penuh keraguan.
Seseorang yang takut tenggelam, tidak pernah akan bisa berenang
Penampilan Membentuk Kepercayaan Diri
Penampilan luar memang bukan segalanya. Tetapi, terkadang perlu untuk membelanjakan uang demi penampilan luar yang menarik. Sebab, dengan penampilan luar yang menarik memberi kesempatan yang ada dalam diri kita untuk merasa baik.
Susunlah Catatan Mengenai Sukses Yang Diperoleh
Setiap orang pasti pernah mencapai sukses dalam hidupnya. Cara mengumpulkan catatan sukses masa lalu sangat sederhana. Pikirkan balik sukses anda yang paling awal yang mungkin terjadi pada masa sekolah, ketika memenangkan lomba balap kelereng atau balap karung. Mungkin juga berawal dari ucapan selamat ketika memenangkan lomba mengambar atau melukis. Ini bisa dilakukan secara lisan pada suatu audio kaset atau buku catatan. Anda bisa melihat kembali catatan dan memperbaharui aset paling berharga Anda dengan kenangan akan sukses tersebut.
Motivasi hanya dapat mengabadikan diri berdasarkan harapan. Untuk memotivasi diri, seseorang harus memiliki harapan tentang sebuah masa depan. Oleh karena itu dalam memotivasi diri seseorang bertanggung jawab untuk menciptakan sendiri harapannya.
Thursday, July 16, 2009
Tips lagi buat yang mo wawancara...

Meski anda merasa pintar dan brilian, jangan keburu yakin bahwa semua pintu perusahaan akan terbuka secara otomatis untuk anda. Sebab kenyataannya, para tuan dan nyonya pintar ini seringkali gagal dalam wawancara. Alasannya ? tidak smart dan taktis dalam menjawab pertanyaan.
1. Ceritakan tentang diri anda
Erina Collins, seorang agen rekruitmen di Los Angeles menyatakan seringkali ada perbedaan yang mengejutkan antara ketika kita membaca lamaran seseorang dengan saat berhadapan dengan si pelamar. “Pengalaman menunjukkan, surat lamaran yang optimis tidak selalu menunjukkan bahwa pelamarnya juga sama optimisnya,” kata Erina. Ketika pewawancara menanyakan hal yang sederhana seperti “Di mata anda, siapa anda?” atau “Ceritakan sesuatu tentang anda”, banyak pelamar menatap pewawancaranya dengan bingung dan lalu seketika menjadi tak percaya diri.
“Saya merasa biasa-biasa saja” atau “tak banyak yang bisa saya ceritakan tentang diri saya” seringkali menjadi jawaban yang dipilih pelamar sebagai upaya merendahkan diri. Selama ini banyak artikel karir konvensional yang menyarankan agar anda sebaiknya merendahkan diri sebisa mungkin, sebagai upaya mencuri hati si pewawancara. “Tapi ini jaman modern. Jawaban yang terlalu merendah dan banyak basi-basi hanya menunjukkan bahwa anda sebenarnya tidak yakin dengan diri anda. Dan perusahaan masa kini tidak butuh karyawan seperti itu,” tegas Erina.
Pengalaman Eliana Burthon, staf humas sebuah hotel berbintang di New York mungkin menarik untuk disimak. Ketika pewawancara memberinya satu menit untuk bercerita tentang dirinya, Eliana mengatakan “Saya Eliana Burthon, anak pertama dari lima bersaudara. Sejak SMA, saya aktif di koran sekolah. Disitu saya menulis, mewawancarai orang-orang di sekitar saya dan berhubungan dengan mereka. Dari situ saya sadar alangkah menariknya bisa bertemu dengan orang banyak, berdiskusi dan mengetahui banyak hal dari mereka. Diluar itu, saya senang musik, membaca dan traveling.Ketika kuliah, saya sering menulis pengalaman jalan-jalan saya, atau sekedar memberi referensi kaset yang sedang laris untuk koran kampus saya.”
Meski tak memberikan jawaban yang berbunga-bunga, apa yang diungkapkan Eliana tentang dirinya menunjukkan bahwa dirinya terbuka, ramah dan punya rasa ingin tahu. “Jawaban itu cerdas dan efektif untuk menggambarkan bagaimana dia menyatakan secara implisit bahwa dirinya merasa layak ditempatkan di posisi yang diincarnya. Pewawancara butuh jawaban seperti itu. Cukup singkat, tapi menunjukkan optimisme yang alamiah,” kata Erina Collins.
Kalau anda dipanggil untuk wawancara, sebisanya persiapkan diri dengan baik. Rasa percaya diri dan menunjukkan bahwa anda menjadi diri sendiri adalah yang terpenting. Pewawancara tidak butuh jawaban yang berbunga-bunga, berapi-api apalagi munafik. Pada kesempatan pertama, mereka biasanya ingin melihat bagaimana si pelamar menghargai diri sendiri. Sebab itu, buatlah beberapa poin tentang kemahiran anda, hal-hal yang anda sukai dan inginkan untuk masa depan anda. Kalau telah menemukan poin-poin itu, berlatihlah mengemukakan semua itu dalam sebuah jawaban singkat yang cerdas dan optimis.
2. Hati-hati pertanyaan jebakan
Siapapun idealnya tak suka menjawab pertanyaan-pertanyaan yang memojokkan. Tapi begitulah kenyataannya ketika anda diwawancara. Seringkali banyak hal tak terduga yang dilontarkan si pewawancara dan membuat anda seringkali kelepasan bicara. Dalam hal ini, Erina memberi contoh pengalamannya ketika mewawancarai seorang pelamar tentang mengapa ia memutuskan pindah kerja.
“Ketika itu saya tanya ‘apa yang membuat anda memutuskan pindah kerja? tadi anda bilang, lingkungan kerjanya cukup nyaman kan?’ dan pelamar itu menjawab ’saya tidak suka bos saya. Seringkali ia membuat saya jengkel dengan pekerjaan-pekerjaan tambahan dan itupun tidak membuat gaji saya naik.’ Saya lalu berpikir, apa yang akan dia katakan jika suatu saat keluar dari perusahaan saya tentulah tak beda buruknya dengan apa yang dia ungkapkan pada saya tentang perusahaan lamanya,” ungkap Erina.
Poinnya, taktislah dalam memberi jawaban. Jangan pernah memberi jawaban yang menjelekkan tempat kerja anda yang lama atau apapun yang konotasinya negatif. Lebih baik kalau anda menjawab “saya menginginkan ritme kerja yang teratur dan terjadwal. Mengenai gaji, sebenarnya di tempat kerja yang lama tak ada masalah, tapi tentu saya senang kalau ada peluang untuk peningkatan gaji.” Atau kalau anda ditanya tentang kelemahan anda, lebih baik tidak menjawab “saya sering telat dan lupa waktu.” Tetapi jawablah lebih taktis, misalnya “kadang saya memang pelupa, tetapi beberapa waktu ini sudah membaik karena saya selalu mencatat segalanya di buku agenda.” atau “saya sering kesal kalau kerja dengan rekan yang lamban, tetapi sebisanya kami berdiskusi bagaimana caranya menyelesaikan kerja dengan lebih cepat.”
Dalam wawancara, si pewawancara selalu berupaya mengorek sedapat mungkin tentang kepribadian pelamar. Kadang pertanyaan sepele seperti “Sudah punya pacar? Ada niat menikah dalam waktu dekat?” sering ditanggapi buru-buru oleh si pelamar dengan menjawab misalnya “Sudah, rencananya kami akan menikah akhir tahun ini.” Padahal, menurut Erina, jawaban itu bisa jadi penutup peluang kerja anda. “Perusahaan selalu ingin diyakinkan bahwa calon karyawannya hanya akan fokus pada pekerjaan mereka, terutama pada awal masa kerja. Jawaban bahwa anda akan menikah dalam waktu dekat justru menunjukkan bahwa perusahaan bukanlah fokus anda yang sebenarnya, tetapi hanya seperti selingan,” ujar Erina sambil menambahkan bahwa akan lebih baik kalau anda menjawab “sudah, tapi sebenarnya saya ingin mempunyai pengalaman kerja yang cukup sebelum memutuskan untuk menikah.”
3. Semangat dan bahasa tubuh
Dalam wawancara kerja, penampilan memang bukan nomor satu tetapi menjadi pendukung yang ikut menentukan. Karena itu selain berpakaian rapi, tidak seronok, mencolok atau banyak pernik, tunjukkan bahasa tubuh yang baik. Jangan pernah melipat tangan di dada pada saat wawancara, karena memberi kesan bahwa anda seorang yang kaku dan defensif. Idealnya, tangan dibiarkan bebas untuk mengekspresikan kata-kata anda, tentu saja dengan tidak berlebihan.
Selama wawancara berlangsung, buatlah kontak mata yang intens. Pelamar yang sering membuat kontak mata menunjukkan keinginan untuk dipercaya serta kesungguhan memberikan jawaban. Rilekslah dan sesekali tersenyum untuk menunjukkan bahwa anda pribadi yang hangat. Umumnya, perusahaan menyukai pelamar yang menyenangkan. Kurangi kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” dan sebaiknya gunakan “saya pikir…”, “menurut pendapat saya..”, “saya yakin…”, “saya optimis…”. Kata-kata “saya merasa…” atau “saya kurang…” mengesankan anda lebih sering menduga, menggunakan perasaan, tidak terlalu percaya diri dan tidak menguasai persoalan.
Nah, siap bersaing di dunia kerja? Yang penting, persiapkan diri anda dengan baik dan jangan pernah meremehkan pertanyaan sekecil apapun dalam wawancara kerja. Selamat bersaing! (Lily Bertha Kartika/ berbagai sumber)
KETERAMPILAN PALING DICARI PERUSAHAAN
Apakah anda punya salahsatunya ..?
Seperti tiap orang yang ingin karirnya maju, masa depan karir anda juga ditentukan keterampilan yang anda miliki dan dapat anda ‘jual’ pada perusahaan. Dan para pencari kerja dengan keterampilan yang diinginkan perusahaan pencari kerja itulah, yang akan lebih cepat mendapatkan pekerjaan.
Sebenarnya, anda dapat meningkatkan keterampilan yang anda miliki lho, tentu saja tergantung dengan minat, kemampuan, bakat, kecukupan dana dan kesesuaian target karir. Tetapi, mengingat ketidakpastian ekonomi seperti sekarang ataupun saat mendatang, maka lebih baik anda mengutamakan untuk memiliki keterampilan yang berguna untuk peningkatan karir anda dalam waktu dekat. Berikut ini 8 keterampilan yang paling dicari saat ini,menurut penelitian Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat.
1. Keterampilan bahasa asing
Pada jaman modern seperti ini, penguasaan bahasa asing sudah menjadi syarat mutlak di semua perusahaan ketika mereka membuka lowongan pekerjaan. Karena itu, mereka yang menguasai bahasa asing seperti Inggris, Jepang, China, Jerman dan Perancis, acapkali lebih disukai dan diprioritaskan dalam ujian saringan masuk di sebuah perusahaan. Bidang kerja spesifik yang masuk kategori ini misalnya penterjemah, diplomat dll.
2. Keterampilan teknis tentang mesin
Saat ini, teknologi adalah mutlak diperlukan di semua bidang usaha. Bagian instalasi yang memperbaiki sebagian besar jaringan listrik suatu gedung, peralatan elektronik dan sebagainya. Insinyur, bagian telekomunikasi, ahli otomotif, ahli transportasi adalah sebagian diantara bidang kerja yang masuk dalam kategori ini.
3. Keterampilan dalam mengelola sumber daya manusia
Umumnya, perusahaan yang mempunyai pegawai lebih dari satu orang, tentu mempunyai masalah yang berhubungan erat dengan bagaimana melakukan interaksi timbal balik di perusahaan itu. Sehingga sudah pasti, sukses sebuah perusahaan sangat bergantung pada bagaimana para pegawai di semua lini perusahaan itu dapat saling bekerja sama. Mereka yang bergerak di bidang kerja ini umumnya memang memahami dan menangani segala kebutuhan para pekerja di suatu perusahaan.
4. Keterampilan di bidang pemrograman komputer
Perusahaan masa kini telah sangat bergantung pada sistem komputerisasi yang canggih. Itulah sebabnya, mereka membutuhkan orang-orang yang mengerti secara detil seluk beluk program komputer. Jika anda mempunyai keterampilan berupa penguasaan seluk beluk tentang HTML, Visual Basic, Unix atau SQL Server, anda akan menjadi salahsatu aset besar perusahaan dan berpeluang meningkatkan karir anda.
5. Keterampilan Mengajar
Sebagai bagian dari komunitas modern yang selalu berkembang setiap waktu, perusahaan masa kini kerap menginginkan anak buahnya mempuanyai pengetahuan yang multi dimensi, bahkan yang bukan bidang kerjanya. Sebab itu, kini banyak perusahaan menggaji pengajar khusus untuk meberikan kursus tambahan bagi karyawannya, misalnya perpajakan, bisnis manajemen, pelayanan sosial atau manajemen administrasi. Mereka yang memiliki pengetahuan multi disipliner semacam ini biasanya kerap ‘dikejar’ banyak perusahaan untuk memberikan ’short course’ bagi pegawai mereka.
6. Keterampilan manajemen keuangan
Seperti juga dalam keluarga, perusahaan juga membutuhkan perencanaan keuangan yang sistematis untuk kelangsungan hidup jangka panjangnya. Banyak perusahaan seringkali mendatangkan penasihat bisnis, investasi dan perencanaan keuangan yang ideal bagi masa depan mereka. Oleh karena itulah, anda yang mempunyai kemampuan di bidang akuntansi, perencana keuangan atau bisnis dan investasi, akan selalu menjadi incaran perusahaan-perusahaan.
7. Keterampilan ilmu kimia dan matematika
Banyak sekali kemajuan besar di dunia ini tercipta dari beragam penemuan di bidang kimia dan obat-obatan. Oleh karena itu, kebutuhan pasar kerja terhadap sumber daya manusia di bidang kimia, fisika, biologi ini akan selalu tinggi dan tidak akan pernah surut. Bidang kerja yang termasuk di dalamnya misalnya apoteker, ahli pangan dan obat-obatan, peneliti, dll.
8. Keterampilan memecahkan masalah
Berbagai tugas yang kita hadapi setiap harinya, baik secara personal dan juga dari segi bisnis merupakan hal yang kompleks yang kerap terjadi. Mereka yang mampu mengidentifikasi berbagai masalah, mencari solusi, membuat keputusan-keputusan yang efektif adalah nilai tambah yang paling dicari perusahaan. Yang masuk dalam kategori ini misalnya bidang kerja bisnis administrasi, konsultan manajemen, administrasi negara, ilmu pengetahuan, obat-obatan atau insinyur.
PERUBAHAN PARADIGMA DALAM PENGEMBANGAN KARIER
Karier merupakan sesuatu yang amat penting dalam kehidupan pribadi maupun sosial seseorang. Dalam konsultasi karier di Kompas banyak pertanyaan berkisar pada pengembangan karier, baik dari kalangan non manajer maupun manajer.
Misalnya: Saya sekarang sudah bekerja di suatu jabatan selama 5 tahun. Kapan waktu yang tepat untuk pindah jabatan atau naik jabatan? Bagaimana meningkatkan karier dalam situasi bisnis yang tidak menentu? “Organisasi tempat saya bekerja tidak memungkinkan saya untuk naik pangkat, apakah yang harus saya lakukan dalam pengembangan karier saya?
Tulisan ini membahas mengenai perubahan yang terjadi dalam pola karier seseorang dan bagaimana strategi kita agar pengembangan karier kita dapat terjamin. Pengembangan karier tradisional
Dalam pandangan tradisional, pengembangan karier merupakan tanggung jawab suatu organisasi yang menyiapkan karyawan dengan kualifikasi dan pengalaman tertentu, agar pada waktu dibutuhkan organisasi sudah memiliki karyawan dengan kualifikasi tertentu. Sifatnya paternalistik, dari atas kebawah dan tersentralisasi.
Jadi yang dilakukan karyawan adalah bekerja sebaik mungkin, mengikuti semua pelatihan yang diberikan, menunggu kesempatan kenaikan jabatan dan biasanya menurut saja menduduki jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan.
Pengembangan karier tradisional pada umumnya berupa kenaikan karier secara vertikal dari satu jenjang pekerjaan tertentu ke jenjang berikutnya. Jadi seseorang diharapkan mendalami suatu bidang pekerjaan tertentu kemudian menduduki jabatan manajerial.
Pengembangan karier yang sifatnya vertikal dimungkinkan karena bentuk organisasi yang sifatnya hirarkis/birokratis. Pengembangan karier tradisional kurang memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi teknikal yang tinggi namun tidak memiliki kemampuan manajerial., karena tidak tersedia jalur spesialis.
Namun beberapa perusahaan besar yang mempunyai sistem pelatihan dan pengembangan yang terintegrasi memberikan kesempatan kepada para karyawannya untuk pindah jalur profesi atau memberikan kesempatan kepada karyawannya menjadi generalis.
Tantangan Lingkungan Bisnis
Tantangan eksternal seperti globalisasi, persaingan, kemajuan teknologi, tuntutan pelanggan, mendorong suatu organisasi untuk berubah. Situasi ekonomi serta persaingan yang tajam mendorong organisasi melakukan restrukturisasi, perampingan organisasi, desentralisasi, merger, pemanfaatan IT dsb.
Struktur organisasi yang bersifat hirarkis dianggap terlalu lamban untuk memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Organisasi dalam situasi yang sangat dinamis harus mampu bergerak secara cepat dan luwes.
Struktur organisasi yang lebih datar/ horisontal dianggap lebih tepat untuk keadaan sekarang karena jarak antara konsumen dengan pengambil keputusan lebih dekat.
Bahkan struktur organisasi yang bersifat network dimana suatu organisasi hanya memiliki pusat yang kecil dan fungsi fungsi organisasi dilaksanakan secara outsourcing., dianggap sebagai struktur yang cocok untuk situasi ini.
Tantangan lingkungan bisnis ini membuat rasa aman karyawan menjadi hilang. Tempat seseorang dalam suatu organisasi tiba-tiba bisa hilang. Hal ini dapat menimbulkan masalah besar dalam kehidupan seseorang.
Seseorang tidak dapat lagi menggantungkan hidupnya pada organisasi. Tanggung jawab pengembangan karier seseorang didorong menjadi tanggung jawab individu.
Seseorang harus mencari nilai tambah bagi dirinya sendiri sehingga lebih luwes dalam mencari pekerjaan termasuk menciptakan pekerjaan bagi dirinya sendiri (entrepreneurship). Job security yang hilang harus digantikan menjadi career security.
Paradigma Baru Pengembangan Karier
Sejalan dengan perubahan struktur organisasi maka pengembangan karier yang bersifat tradisional dianggap tidak cukup luwes untuk memunuhi kebutuhan organisasi dan karyawan pada saat ini.
Tantangan dunia bisnis menuntut pola kerja yang sifatnya lintas fungsi dan tim kerja. Seseorang yang bekerja di bidang pemasaran harus memiliki pengetahuan keuangan, sumber daya manusia, produksi atau operasi. Seseorang dapat pula mengembangkan karier ke bidang spesialis dan profesional tanpa harus melalui bidang manajerial.
Pada beberapa perusahaan imbalan yang diterima oleh seorang profesional dapat melebihi imbalan dari seorang manajer. Pilihan penting lain adalah menciptakan lapangan kerja untuk anda sendiri dan orang lain.
Nah orang-orang yang berani mangambil risiko, peka terhadap tantangan bisnis dapat memilih alternatif ini. Jadi arah pengembangan karier pada saat ini lebih variatif, bisa vertikal, horisontal, dapat juga horisontal dulu kemudian vertikal. Agar anda memiliki career security lebih aktiflah meningkatkan ketrampilan dan kompetensi, sehingga anda benar-benar menjadi sangat ahli atau memiliki keahlian yang bersifat multiskill.
Kiat-Kiat Memperoleh Career Security :
· Tetapkan sasaran karier anda, teknikal, manajerial, profesional, fungsional atau menjadi wirausaha.
· Carilah seorang mentor yang mengetahui kekuatan dan kelemahan anda.
· Jangan membatasi karier anda hanya dalam satu bidang saja, karena akan mengurangi fleksibilitas ruang gerak anda.
· Berpartisipasi dalam setiap kesempatan pelatihan dan pengembangan di organisasi anda, meskipun anda tidak yakin manfaatnya untuk saat ini.
· Pendidikan S2 antara lain di bidang bisnis dapat memberikan lebih banyak pilihan dalam meningkatkan karier, termasuk pilihan menjadi entrepreneur.
· Berkontribusilah jika anda dipilih menjadi anggota suatu proyek kerja, karena akan memperluas kompetensi lintas fungsi dan meningkatkan kerja kelompok.
· Tingkatkan jejaring kerja anda baik didalam maupun diluar organisasi tempat anda bekerja.
· Tingkatkan ketrampilan hubungan antar manusia anda seperti komunikasi, kepemimpinan, motivasi, negosiasi dsb.
· Perbarui ketrampilan teknikal anda termasuk pengetahuan dalam bidang IT .
· Jangan mudah berpuas diri, selalu mencoba cara kerja yang lebih baik.
· Berpegang teguh pada etika yang berjalan seiring dengan sukses karier anda.
Nah siapkah anda untuk meningkatkan karier sesuai dengan perubahan paradigma baru organisasi?
Juliati T. Gunadi MBA Sekolah Tinggi Manajemen Prasetiya Mulya (Tim Konsultasi Karier pada karier@kompas.com)
Bila surat lamaran Anda tidak dibalas
Bila anda sudah mengirimkan surat lamaran dan ternyata tidak mendapat balasan, ada beberapa kemungkinan mengapa surat lamaran anda tidak dibalas. Tentunya, pertama-tama anda harus melamar pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minat anda sendiri, yang harus dicerminkan dalam surat anda. Kemudian, kita perlu memahami bagaimana suatu perusahaan menyeleksi surat lamaran yang diterimanya. Bagi perusahaan, surat lamaran dapat dianggap sebagai saringan pertama bagi calon karyawannya. Biasanya, yang ingin diketahui pertama-tama adalah apakah persyaratan mutlak yang biasanya tercantum dalam iklan terpenuhi atau tidak.
Persyaratan mutlak itu meliputi misalnya, pendidikan terendah, jumlah pengalaman kerja, dan juga apakah pengalaman itu relevan dengan pekerjaan yang ditawarkan. Tentu saja kesan pertama penting sekali. Surat yang lipatannya kurang rapi, salah tulis atau ketik menimbulkan kesan kurang baik. Bila surat lamaran anda lengkap, dilampiri keterangan-keterangan sesuai persyaratan, maka kesan pribadi yang tampil dari surat lamaran anda akan menentukan apakah anda akan diundang untuk wawancara atau tidak. Surat yang mencerminkan penulis yang berkepribadian menarik akan mendapatkan lebih banyak perhatian.
Tampilkanlah diri anda secara wajar, jujur dan profesional. Sebutkanlah lowongan yang dilamar secara jelas. Ceritakanlah secara ringkas apa yang mendorong anda untuk melamar pekerjaan itu dan bagaimana anda secara pribadi merasa akan dapat berkembang dan juga berkontribusi kepada perusahaan itu. Janganlah membuat surat yang terlalu panjang. Satu lembar sudah cukup. Sertakan lampiran berupa riwayat pekerjaan, pendidikan, salinan ijazah dan hal-hal lain yang diminta.
Cara berpakaian yang baik dalam wawancara
Berpakaian yang “baik” dalam wawancara memang tidak dapat digeneralisasikan karena setiap perusahaan memiliki kebiasaan-kebiasaan/budaya perusahaan yang berbeda. Namun, ada beberapa tips yang dapat diingat, antara lain:
· Cari informasi terlebih dahulu tentang perusahaan dan Bapak/Ibu yang akan mewawancarai anda. Beberapa perusahaan memiliki peraturan atau “kebiasaan” berpakaian secara formal, tetapi ada juga yang semi formal, atau bahkan ada yang bebas. Hal ini penting, agar anda tidak dilihat sebagai “orang aneh’, disesuaikan dengan posisi yang akan dilamar. Bagi pelamar pria disarankan menggunakan kemeja lengan panjang dan berdasi, tidak perlu menggunakan jas. Berpakaian rapih dan bersih, tidak kusut. Hal ini memberi kesan bahwa anda menghargai wawancara ini.
· Berpakaian dengan warna yang tidak terlalu menyolok (mis., mengkilap, ngejreng).
· Bagi pelamar wanita berpakaian yang tidak terlalu ketat (rok bawah, kancing baju atasan).
· Berpakaian dengan disain yang simple (tidak telalu banyak pernik-pernik, toch ini bukan acara pesta).
· Tidak berlebihan dalam menggunakan wangi-wangian dan perhiasan.
Berapa gaji yang anda minta ?
Bila dalam wawancara, Anda ditanya berapa gaji yang anda inginkan, bagaimana cara menjawab pertanyaan itu dengan baik tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda pencari gaji tinggi atau memberi kesan berapapun imbalan yang diberikan Anda mau.
Pada umumnya perusahaan sudah mempunyai rentang standar gaji untuk jabatan -jabatan yang ditawarkan. Bagi pelamar untuk posisi yang lebih tinggi dan langka biasanya memiliki kekuatan tawar menawar yang lebih tinggi. Jadi dalam menjawab pertanyaan tersebut anda harus memperoleh gambaran dulu imbalan total yang akan anda terima dalam setahun. Imbalan total adalah gaji dan tunjangan lain yang diberikan termasuk insentif dan bonus. Selain itu perlu ditanyakan apakah imbalan yang ditawarkan itu termasuk PPH atau netto.
Dalam menjawab pertanyaan tersebut jawablah imbalan yang anda harapkan setahun. Berdasarkan harga pasar yang sesuai untuk jabatan tersebut serta nilai tambah yang anda miliki. Jawablah dengan diplomatis: ” Saya berpendapat perusahaan ini pasti sudah mempunyai standar imbalan bagi jabatan ini. Berdasarkan pengalaman yang saya miliki dan kontribusi yang dapat saya berikan pada perusahaan ini, saya mengharapkan imbalan yang akan diberikan adalah minimal Rp. …/tahun ditambah fasilitas-fasilitas lain sesuai dengan peraturan perusahaan.
Negosiasi mengenai gaji pada saat ini tidak lagi dipandang tabu oleh sebagian besar perusahaan, namun anda diharapkan mengumpulkan informasi dulu agar dapat bernegosiasi dengan baik.
Variasi pertanyaan dalam wawancara
Bagi pelamar terutama bagi pemula pencari kerja perlu mempersiapkan diri dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang akan dihadapi. Berikut ini kami berikan variasi-variasi pertanyaan yang kerap muncul dalam wawancara
Pertanyaan mengenai riwayat pendidikan :
· Mengapa anda memilih jurusan tersebut?
· Mata pelajaran apa yang anda paling suka, jelaskan alasannya.
· Mata pelajaran apa yang kurang anda sukai, jelaskan alasannya.
· Pada tingkat pendidikan mana anda merasa paling berprestasi, mengapa?
· Apakah hasil ujian menggambarkan potensi anda, jelaskan?
· Siapakah yang membiayai studi anda?
· Bagaimana teman-teman atau guru mengambarkan mengenai diri anda?
· Dalam lingkungan macam apakah anda merasa dapat bekerja paling baik?
Pertanyaan mengenai pengalaman kerja :
· Ceritakan mengenai pengalaman kerja anda
· Bagi yang belum pernah bekerja pada umumnya diminta untuk menceritakan mengenai aktivitas ekstra kurikuler selama studi
· Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda, mohon dijelaskan.
· Pekerjaan manakah yang paling menantang bagi anda dan bagaimana anda menyelesaikan hal tersebut
· Dengan kolega macam apakah anda senang bekerja sama?
· Dengan boss macam apakah anda senang bekerja?
· Bagaimanakah anda memperlakuan anak buah anda?
Pertanyaan mengenai sasaran anda :
· Mengapa anda ingin bekerja dalam industri ini?
· Apakah yang mendorong anda melamar kepada perusahaan kami?
· Apakah yang anda inginkan dalam 5 tahun mendatang?
· Apakah yang anda inginkan dalam hidup anda?
· Apa yang anda lakukan untuk mencapai sasaran anda?
Pertanyaan mengenai organisasi yang ingin anda masuki :
· Apakah yang anda ketahui tentang organisasi yang akan anda masuki?
· Menurut anda faktor faktor sukses apa yang dibutuhkan seseorang untuk bekerja disini?
· Apakah yang anda cari dalam bekerja?
· Bagaimana anda dapat berkontribusi dalam perusahaan ini?
· Menurut anda apa visi dan misi dari organisasi ini?
Pertanyaan yang perlu dicermati :
· Tolong buka jendela tersebut ( ada tanda “sedang dicat mohon ditutup”)
· Kita lanjutkan wawancara ini tanggal 27 Desember 2000 (lebaran).
CV = Kesuksesan Anda
(Jika anda mengelolanya dengan benar)
Curiculum Vitae (CV) anda ibarat cermin bagi perekrut di perusahaan yang anda lamar. Dengan membacanya, seorang rekruiter akan segera bisa membayangkan seperti apa anda, bahkan sebelum mereka melihat anda. Profesionalkah, lamban atau tukang mengeluh?.Karenanya,berhati-hatilah dalam membuat Curiculum Vitae (CV) atau daftar riwayat hidup anda.Kalau salah memasukkan informasi, bukan tak mungkin kesempatan anda melayang.
1. Wajah CV.
Siapa yang tidak menyukai wajah cantik atau penampilan menarik?perumpamaan itupun berlaku ketika anda membuat CV. Sekalipun anda pintar dan profesional, perekrut tak akan tertarik membaca CV anda jika terlihat tidak menarik. Karenanya, kertas dan huruf adalah hal yang perlu diperhatikan dengan seksama untuk memastikan CV anda dibaca sampai selesai.
a. Kertas : jangan menggunakan kertas bergaris, berwarna atau yang desainnya meriah.Kesan yang timbul dengan menggunakan kertas jenis ini adalah : tidak profesional dan kuno.Sebaiknya gunakan kertas HVS putih polos dan ketik lamaran anda menggunakan komputer. Jangan pernah mengirimkan fotokopi CV, karena anda akan dianggap tidak menghargai perusahaan yang anda lamar. Biasakan mengeprint beberapa set CV anda sekaligus, sehingga anda tak akan kerepotan ketika tiba-tiba harus mengirim lamaran.
b. Huruf : Usahakan mengetik CV anda dengan komputer, karena akan lebih terjamin kerapihannya dibanding kalau anda menggunakan mesin tik manual.Untuk jenis huruf yang pantas dalam pengetikan CV, gunakan pilihan huruf yang sederhana tapi jelas terbaca, misalnya : Arial atau Times New Roman. Jangan memilih huruf yang membuat efek ukiran, karena akan memusingkan orang yang membacanya dan mengesankan anda seorang amatiran. Gunakan tinta hitam.
2. Isi CV
Untuk ‘menjual’ diri anda pada perusahaan yang anda lamar, sebaiknya kemukakan hal-hal yang pantas diketahui. Adalah hal yang mutlak untuk menampakkan kejujuran dalam CV anda, tetapi bukan berarti anda mengobral diri anda dengan menuliskan hal-hal yang tidak perlu, misalnya tinggi dan berat badan, kondisi kesehatan atau jumlah anak.
a. Data diri : pada bagian ini jelaskanlah hal-hal yang secara prinsip harus diketahui perusahaan tempat anda melamar, yaitu : nama lengkap, tempat/tanggal lahir, alamat dan nomor telephone.
b. Pendidikan : pada bagian ini yang perlu disebutkan adalah sertifikat yang berkaitan dengan pendidikan formal anda, nama lembaga pendidikan tempat anda pernah menimba ilmu, bidang studi, prestasi, penghargaan atau kursus yang signifikan dengan pendidikan anda. Kalau anda pernah mendapatkan beasiswa, penghargaan sebagai pemenang lomba karya tulis atau pernah kursus bahasa asing atau komputer, maka tuliskanlah dengan singkat dan jelas.
c. Pengalaman Kerja : Sebutkan dengan singkat dan jelas di perusahaan mana saja anda pernah bekerja. Jika anda pernah bekerja kurang dari enam bulan di suatu perusahaan, sebaiknya jangan ditulis kecuali ada hal khusus yang anda yakini baik untuk perkembangan karir anda.Tuliskan dengan singkat apakah anda pernah mempunyai prestasi di tempat kerja anda yang lama.Hindari untuk menyebutkan nama bos anda yang lama atau nomor telephone perusahaan anda yang lama.
d. Aktivitas dan keterampilan khusus : point ini sifatnya tidak harus. Jika anda memang mempunyai kegiatan atau keterampilan yang memang mendukung, tuliskanlah. Misalnya : mengikuti perkumpulan filateli, sekretaris atau punya keterampilan menulis steno, manajemen dll.
e. Minat : Sebutkan dengan singkat minat anda yang anda yakin positif dan signifikan untuk peningkatan karir anda.
Jika anda kesulitan dalam menyusun CV anda supaya lebih menarik, maka tidak ada salahnya kalau minta bantuan konsultan CV Builder yang berpengalaman. Silahkan kunjungi http://www.alamcvpro.net
Sumber : Tips Sukses dalam Wawancara Kerja
Monday, July 13, 2009
Sebenernya tergantung loe sich...?
Kisah dibawah ini bisa saja merupakan rekayasa, bisa juga bener-bener terjadi. Tapi gw gak permasalahin dari mana sumbernya. Dan artikel ini juga pastinya sudah seringkali diposting diberbagai milis, namun bagaimanapun karena artikel ini menarik untuk "melihat lebih dalam" lagi tentang apa yang tidak kita lihat, dan apa yang kita lihat. Seringkali kita mengabaikan begitu saja nilai sesuatu, dan seringkalinya juga kita mengukur dengan statement filsafat yang nyanya hingga saat ini yaitu materialisme, materialistik. Semoga artikel, kisah di bawah ini membawa pengalaman baru, seenggaknya untuk kita orang metropolis yang katanya "care" dengan lingkungan sekitar kita. Jawabannya: tergantung kalian.
Selamat membaca
===============================================================================
Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta . Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan." Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda. "Oh.. Saya mau ke Jakarta terus connecting flight ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu. " Wouw..... hebat sekali putra ibu" pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung.
Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya. " Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya Bu??Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??" "Oh ya tentu.." si Ibu bercerita : "Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang." Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.
"Terus bagaimana dengan anak pertama Ibu ?" Sambil menghela napas panjang, Ibu itu menjawab, "Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak, Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "
Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu, sepertinya Ibu agak kecewa ya dengan anak pertama Ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani?"
Anda ingin tahu jawabannya?
Dengan tersenyum Ibu itu menjawab, " Ooo... tidak.. tidak begitu Nak....Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"
Pelajaran hari ini:
Setiap orang di dunia ini adalah orang penting. Buka mata, hati, jiwa dan cara pandang Anda. Kita tidak dapat mengambil suatu kesimpulan sebelum kita mengetahui seluruh ceritanya. Yang terpenting adalah bukan siapa Anda tetapi apa yang telah Anda buat?
thanks to kumpulan doa
Selamat membaca
===============================================================================
Beberapa tahun yang silam, seorang pemuda terpelajar dari Semarang sedang berpergian naik pesawat ke Jakarta . Disampingnya duduk seorang ibu yang sudah berumur.
Si Pemuda menyapa, dan tak lama mereka terlarut dalam obrolan ringan." Ibu, ada acara apa pergi ke Jakarta ?" tanya si Pemuda. "Oh.. Saya mau ke Jakarta terus connecting flight ke Singapore nengokin anak saya yang ke dua" jawab ibu itu. " Wouw..... hebat sekali putra ibu" pemuda itu menyahut dan terdiam sejenak. Pemuda itu merenung.
Dengan keberanian yang didasari rasa ingin tahu pemuda itu melanjutkan pertanyaannya. " Kalau saya tidak salah, anak yang di Singapore tadi, putra yang kedua ya Bu??Bagaimana dengan kakak-adik adik nya??" "Oh ya tentu.." si Ibu bercerita : "Anak saya yang ketiga seorang dokter di Malang, yang keempat kerja di Perkebunan di Lampung, yang kelima menjadi arsitek di Jakarta, yang keenam menjadi kepala cabang bank di Purwokerto, yang ke tujuh menjadi Dosen di Semarang." Pemuda tadi diam, hebat ibu ini, bisa mendidik anak anaknya dengan sangat baik, dari anak kedua sampai ke tujuh.
"Terus bagaimana dengan anak pertama Ibu ?" Sambil menghela napas panjang, Ibu itu menjawab, "Anak saya yang pertama menjadi petani di Godean Jogja nak, Dia menggarap sawahnya sendiri yang tidak terlalu lebar "
Pemuda itu segera menyahut, "Maaf ya Bu, sepertinya Ibu agak kecewa ya dengan anak pertama Ibu, adik-adiknya berpendidikan tinggi dan sukses di pekerjaannya, sedang dia menjadi petani?"
Anda ingin tahu jawabannya?
Dengan tersenyum Ibu itu menjawab, " Ooo... tidak.. tidak begitu Nak....Justru saya sangat bangga dengan anak pertama saya, karena dialah yang membiayai sekolah semua adik-adiknya dari hasil dia bertani"
Pelajaran hari ini:
Setiap orang di dunia ini adalah orang penting. Buka mata, hati, jiwa dan cara pandang Anda. Kita tidak dapat mengambil suatu kesimpulan sebelum kita mengetahui seluruh ceritanya. Yang terpenting adalah bukan siapa Anda tetapi apa yang telah Anda buat?
thanks to kumpulan doa
Sunday, July 12, 2009
Mengapa Makanan Goreng Memicu Kanker?
Buat penggemar goreng-gorengan nich..
Di bagian bawah situs ini telah dua tahun lebih tercantum analisa Prof. Dr. dr. Li Peiwen (seorang dokter medis ahli kanker sekaligus pakar pengobatan tradisional Tiongkok) tentang mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan Cina. Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan, katanya. Dari kerupuk, pisang goreng, singkong goreng, tempe goreng, ayam goreng, kentang goreng, nasi goreng... pokoknya tiada hari tanpa makan makanan goreng.
Hmm... mengapa gurihnya makanan goreng dapat memicu timbulnya kanker?
Eden Tareke dkk dari Universitas Stockholm, Swedia, pada tahun 2002 mengumumkan hasil penelitiannya mengenai akrilamida, karsinogen yang terbentuk pada makanan yang dipanaskan.
Menurut penelitian itu, makanan kaya karbohidrat seperti kentang, singkong, ubi, pisang, nasi, dll jika digoreng akan terurai, kemudian bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) yang bernama akrilamida. Demikian juga makanan yang dipanggang. Sedang makanan mentah, direbus, atau dikukus tidak mengalami reaksi semacam itu, sehingga tidak menghasilkan akrilamida. Kalaupun ada, kadarnya sangat kecil.
Penelitian terhadap tikus percobaan menunjukkan bahwa akrilamida menimbulkan tumor, merusak DNA, merusak syaraf, mengganggu tingkat kesuburan, dan mengakibatkan keguguran. Seporsi kentang goreng yang dimasak pada suhu 220 oC mengandung akrilamida kurang-lebih 2.500 mikrogram. Pada tikus percobaan, jumlah ini sudah menimbulkan mutasi gen. Apa jadinya kalau tiap hari kita makan kentang goreng, ote-ote, kerupuk, pisang goreng, singkong goreng, tempe goreng, maupun gorengan-gorengan lain?
Waahh.... begitu ya? Pantas dokter-dokter selalu menganjurkan kita untuk menghindari goreng-gorengan. Lantas, apa berarti kita sama sekali tidak boleh makan makanan yang digoreng? Boleh kok, asal tidak terlalu banyak dan tahu kiat sehatnya. Karena bagaimanapun minyak juga dibutuhkan dalam metabolisme tubuh kita, dalam jumlah tidak lebih dari 5-10 ml/hari (1-2 sendok makan). Lalu bagaimana kiat sehatnya?
Menggoreng Sendiri
Salah satu kiat sehat makan makanan goreng adalah dengan cara menggoreng sendiri makanan tersebut. Dengan menggoreng sendiri kita dapat selalu menggunakan minyak baru. Minyak yang belum pernah dipakai untuk menggoreng diharapkan masih terbebas dari akrilamida maupun zat-zat karsinogenik lainnya. Juga, kita dapat mengatur suhu minyak pada waktu menggoreng agar tidak terlalu panas dan mengangkat hasil gorengan saat matangnya sedang, sebelum terlalu coklat apalagi gosong.
Suhu minyak pada saat menggoreng dengan api sedang, rata-rata 180-220 oC. Semakin rendah suhunya, semakin sedikit akrilamida yang terbentuk. Sebaliknya, semakin panas semakin banyak akrilamida-nya. Selain itu, minyak goreng yang dipanaskan terlalu tinggi akan teroksidasi dan terpolimerisasi menghasilkan zat-zat radikal bebas dan minyak trans (trans fatty acid) yang berbahaya bagi kesehatan dan memicu kanker.
Minyak goreng berubah menjadi minyak trans ditandai dengan keluarnya asap dari penggorengan, berubahnya warna menjadi lebih gelap, baunya tengik/menyengat, cairannya lebih kental, serta menyebabkan gatal/iritasi tenggorokan. Namun minyak trans juga ada yang alami tanpa melalui proses penggorengan, yakni pada lemak hewan memamah biak.
Minyak goreng bekas pakai (jelantah), kalau dipakai ulang lebih cepat rusak dibanding minyak baru. Lebih mudah berasap dan lebih cepat menghitam walaupun suhunya belum terlalu panas.
Kebiasaan penjual makanan goreng adalah menggunakan minyak yang sangat banyak, sangat panas (bisa sampai 300 oC), dengan api besar (berulang-ulang sampai hitam), sehingga didapatkan hasil gorengan yang renyah dan kering. Lebih asyik kriuk-kriuk memang, tapi lebih banyak juga senyawa karsinogenik yang menjadi “bonus”-nya.
Makanan yang digoreng akan menyerap minyak di sekitarnya. Makanan tersebut menjadi berminyak, dan senyawa-senyawa karsinogenik di dalam minyak pun turut masuk ke dalam tubuh kita.
Dengan menggoreng sendiri, kita dapat mengatur agar suhunya tidak terlalu panas, yakni menggunakan api kecil, serta menggunakan sedikit minyak agar tidak terlalu banyak akrilamida maupun senyawa karsinogenik lain yang terbentuk dan ikut terserap ke dalam makanan. Dan jangan lupa sebelum makan, sisa-sisa minyak yang menempel pada makanan kita serap dulu menggunakan kertas tisu.
Tetapi kiat menggoreng sendiri dan membatasi jumlah makanan goreng yang dimakan sama sekali belum cukup untuk dapat mencegah kanker. Apalagi kalau sudah terkena kanker, mesti lebih hati-hati lagi. Minyak goreng yang digunakan pun harus aman. Lho, ada to minyak goreng yang tidak aman? Banyak! Lalu minyak apa yang aman? Baca kelanjutannya, ya. (Titah Rahayu/rumahkanker.com)
Di bagian bawah situs ini telah dua tahun lebih tercantum analisa Prof. Dr. dr. Li Peiwen (seorang dokter medis ahli kanker sekaligus pakar pengobatan tradisional Tiongkok) tentang mengapa angka kejadian kanker di Indonesia lebih banyak dibandingkan dengan Cina. Karena orang Indonesia suka sekali makan gorengan, katanya. Dari kerupuk, pisang goreng, singkong goreng, tempe goreng, ayam goreng, kentang goreng, nasi goreng... pokoknya tiada hari tanpa makan makanan goreng.
Hmm... mengapa gurihnya makanan goreng dapat memicu timbulnya kanker?
Eden Tareke dkk dari Universitas Stockholm, Swedia, pada tahun 2002 mengumumkan hasil penelitiannya mengenai akrilamida, karsinogen yang terbentuk pada makanan yang dipanaskan.
Menurut penelitian itu, makanan kaya karbohidrat seperti kentang, singkong, ubi, pisang, nasi, dll jika digoreng akan terurai, kemudian bereaksi dengan asam amino menghasilkan senyawa karsinogenik (pemicu kanker) yang bernama akrilamida. Demikian juga makanan yang dipanggang. Sedang makanan mentah, direbus, atau dikukus tidak mengalami reaksi semacam itu, sehingga tidak menghasilkan akrilamida. Kalaupun ada, kadarnya sangat kecil.
Penelitian terhadap tikus percobaan menunjukkan bahwa akrilamida menimbulkan tumor, merusak DNA, merusak syaraf, mengganggu tingkat kesuburan, dan mengakibatkan keguguran. Seporsi kentang goreng yang dimasak pada suhu 220 oC mengandung akrilamida kurang-lebih 2.500 mikrogram. Pada tikus percobaan, jumlah ini sudah menimbulkan mutasi gen. Apa jadinya kalau tiap hari kita makan kentang goreng, ote-ote, kerupuk, pisang goreng, singkong goreng, tempe goreng, maupun gorengan-gorengan lain?
Waahh.... begitu ya? Pantas dokter-dokter selalu menganjurkan kita untuk menghindari goreng-gorengan. Lantas, apa berarti kita sama sekali tidak boleh makan makanan yang digoreng? Boleh kok, asal tidak terlalu banyak dan tahu kiat sehatnya. Karena bagaimanapun minyak juga dibutuhkan dalam metabolisme tubuh kita, dalam jumlah tidak lebih dari 5-10 ml/hari (1-2 sendok makan). Lalu bagaimana kiat sehatnya?
Menggoreng Sendiri
Salah satu kiat sehat makan makanan goreng adalah dengan cara menggoreng sendiri makanan tersebut. Dengan menggoreng sendiri kita dapat selalu menggunakan minyak baru. Minyak yang belum pernah dipakai untuk menggoreng diharapkan masih terbebas dari akrilamida maupun zat-zat karsinogenik lainnya. Juga, kita dapat mengatur suhu minyak pada waktu menggoreng agar tidak terlalu panas dan mengangkat hasil gorengan saat matangnya sedang, sebelum terlalu coklat apalagi gosong.
Suhu minyak pada saat menggoreng dengan api sedang, rata-rata 180-220 oC. Semakin rendah suhunya, semakin sedikit akrilamida yang terbentuk. Sebaliknya, semakin panas semakin banyak akrilamida-nya. Selain itu, minyak goreng yang dipanaskan terlalu tinggi akan teroksidasi dan terpolimerisasi menghasilkan zat-zat radikal bebas dan minyak trans (trans fatty acid) yang berbahaya bagi kesehatan dan memicu kanker.
Minyak goreng berubah menjadi minyak trans ditandai dengan keluarnya asap dari penggorengan, berubahnya warna menjadi lebih gelap, baunya tengik/menyengat, cairannya lebih kental, serta menyebabkan gatal/iritasi tenggorokan. Namun minyak trans juga ada yang alami tanpa melalui proses penggorengan, yakni pada lemak hewan memamah biak.
Minyak goreng bekas pakai (jelantah), kalau dipakai ulang lebih cepat rusak dibanding minyak baru. Lebih mudah berasap dan lebih cepat menghitam walaupun suhunya belum terlalu panas.
Kebiasaan penjual makanan goreng adalah menggunakan minyak yang sangat banyak, sangat panas (bisa sampai 300 oC), dengan api besar (berulang-ulang sampai hitam), sehingga didapatkan hasil gorengan yang renyah dan kering. Lebih asyik kriuk-kriuk memang, tapi lebih banyak juga senyawa karsinogenik yang menjadi “bonus”-nya.
Makanan yang digoreng akan menyerap minyak di sekitarnya. Makanan tersebut menjadi berminyak, dan senyawa-senyawa karsinogenik di dalam minyak pun turut masuk ke dalam tubuh kita.
Dengan menggoreng sendiri, kita dapat mengatur agar suhunya tidak terlalu panas, yakni menggunakan api kecil, serta menggunakan sedikit minyak agar tidak terlalu banyak akrilamida maupun senyawa karsinogenik lain yang terbentuk dan ikut terserap ke dalam makanan. Dan jangan lupa sebelum makan, sisa-sisa minyak yang menempel pada makanan kita serap dulu menggunakan kertas tisu.
Tetapi kiat menggoreng sendiri dan membatasi jumlah makanan goreng yang dimakan sama sekali belum cukup untuk dapat mencegah kanker. Apalagi kalau sudah terkena kanker, mesti lebih hati-hati lagi. Minyak goreng yang digunakan pun harus aman. Lho, ada to minyak goreng yang tidak aman? Banyak! Lalu minyak apa yang aman? Baca kelanjutannya, ya. (Titah Rahayu/rumahkanker.com)
Positive Thinking Your Key to Success
by Remez Sasson
Positive thinking brings inner peace, success, improved relationships, better health, happiness and satisfaction. It also helps the daily affairs of life move more smoothly, and makes life look bright and promising.
Positive thinking is contagious. People around you pick your mental moods and are affected accordingly. Think about happiness, good health and success, and you will cause people to like you and desire to help you, because they enjoy the vibrations that a positive mind emits.
In order to make positive thinking yield results, you need to develop a positive attitude toward life, expect a successful outcome of whatever you do, but also take any necessary actions to ensure your success.
Effective positive thinking that brings results is much more than just repeating a few positive words, or telling yourself that everything is going to be all right. It has to be your predominant mental attitude. It is not enough to think positively for a few moments, and then letting fears and lack of belief enter your mind. Some effort and inner work are necessary.
Are you willing to make a real inner change?
Are you willing to change the way you think?
Are you willing to develop a mental power that can positively affect you, your environment and the people around you?
Here are a few actions and tips to help you develop the power of positive thinking:
Always use only positive words while thinking and while talking. Use words such as, 'I can', 'I am able', 'it is possible', 'it can be done', etc.
Allow into your awareness only feelings of happiness, strength and success.
Try to disregard and ignore negative thoughts. Refuse to think such thoughts, and substitute them with constructive happy thoughts.
In your conversation use words that evoke feelings and mental images of strength, happiness and success.
Before starting with any plan or action, visualize clearly in your mind its successful outcome. If you visualize with concentration and faith, you will be amazed at the results.
Read at least one page of inspiring book every day.
Watch movies that make you feel happy.
Minimize the time you listen to the news and read the papers.
Associate yourself with people who think positively.
Always sit and walk with your back straight. This will strengthen your confidence and inner strength.
Walk, swim or engage in some other physical activity. This helps to develop a more positive attitude.
Think positive and expect only favorable results and situations, even if your current circumstances are not as you wish them to be. In time, your mental attitude will affect your life and circumstances and change them accordingly.
Follow the tips and suggestions in this article, and prove to yourself the reality the power of positive thinking. More advanced and powerful techniques, instructions and exercises can be found in the following books:
Visualize and Achieve
Affirmations - Words of Power
When you expect success and say "I can", you fill yourself with confidence and joy.
Fill your mind with light, hope and feelings of strength, and soon your life will reflect these qualities.
Positive thinking brings inner peace, success, improved relationships, better health, happiness and satisfaction. It also helps the daily affairs of life move more smoothly, and makes life look bright and promising.
Positive thinking is contagious. People around you pick your mental moods and are affected accordingly. Think about happiness, good health and success, and you will cause people to like you and desire to help you, because they enjoy the vibrations that a positive mind emits.
In order to make positive thinking yield results, you need to develop a positive attitude toward life, expect a successful outcome of whatever you do, but also take any necessary actions to ensure your success.
Effective positive thinking that brings results is much more than just repeating a few positive words, or telling yourself that everything is going to be all right. It has to be your predominant mental attitude. It is not enough to think positively for a few moments, and then letting fears and lack of belief enter your mind. Some effort and inner work are necessary.
Are you willing to make a real inner change?
Are you willing to change the way you think?
Are you willing to develop a mental power that can positively affect you, your environment and the people around you?
Here are a few actions and tips to help you develop the power of positive thinking:
Always use only positive words while thinking and while talking. Use words such as, 'I can', 'I am able', 'it is possible', 'it can be done', etc.
Allow into your awareness only feelings of happiness, strength and success.
Try to disregard and ignore negative thoughts. Refuse to think such thoughts, and substitute them with constructive happy thoughts.
In your conversation use words that evoke feelings and mental images of strength, happiness and success.
Before starting with any plan or action, visualize clearly in your mind its successful outcome. If you visualize with concentration and faith, you will be amazed at the results.
Read at least one page of inspiring book every day.
Watch movies that make you feel happy.
Minimize the time you listen to the news and read the papers.
Associate yourself with people who think positively.
Always sit and walk with your back straight. This will strengthen your confidence and inner strength.
Walk, swim or engage in some other physical activity. This helps to develop a more positive attitude.
Think positive and expect only favorable results and situations, even if your current circumstances are not as you wish them to be. In time, your mental attitude will affect your life and circumstances and change them accordingly.
Follow the tips and suggestions in this article, and prove to yourself the reality the power of positive thinking. More advanced and powerful techniques, instructions and exercises can be found in the following books:
Visualize and Achieve
Affirmations - Words of Power
When you expect success and say "I can", you fill yourself with confidence and joy.
Fill your mind with light, hope and feelings of strength, and soon your life will reflect these qualities.
Saturday, July 11, 2009
Chaneling of Insurance Business : Bancassurance
Disadari ataupun tidak, saat ini persaingan bank dalam menjual produk bancassurance sedikit memanas. Sejumlah bank tidak lagi menjual produk asuransi yang satu grup usaha, tapi sudah mengarah menjual produk asuransi yang tidak satu afiliasi atau satu grup usaha.
Kenyataan ini dapat dibaca bahwa bancassurance tidak hanya menjadi pelengkap semata, tetapi merupakan bagian dari strategi bank dalam menghimpun nasabah (customer based) den meningkatkan pendapatan nonbunga (fee based income).
"Harus disadari, metode distribusi produk lewat bancassurance tetap membutuhkan pengawasan yang ketat karena produk bancassurance bukanlah produk bank yang jika salah mengkomunikasikan bisa menimbulkan kepanikan nasabah jika terjadi penutupan perusahaan asuransi atau bank yang bekerja sama, " kata Eko B. Supriyanto, Direktur Biro Riset InfoBank.
Nasabah perlu mengetahui, produk asuransi dalam bancassurance tidak termasuk produk simpanan dari bank. Karena bukan produk simpanan dari bank, tidak dijamin oleh pemerintah atau Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Produk asuransi ini tidak dikategorikan sebagai produk simpanan dari bank penjual. Untuk itu, menurut Eko, bank tidak bertanggung jawab atas isi polis yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi.
Oleh sebab itu, merupakan keharusan bagi calon pembeli polis untuk membaca ketentuan-ketentuan yang berlaku. "Jangan sampai nasabah bingung dan menganggap bahwa produk asuransi yang dijual oleh bank adalah produk bank. Ini merupakan produk yang terpisah penerbitannya. Jadi kalau banknya ditutup, nasabah jangan langsung menyerbu bank penjual asuransi untuk menuntut produk asuransinya," lanjut Eko yang mengingatkan pada kasus nasabah Bank Global yang membeli reksa dana dari simpanannya.
Eko mengatakan, bancassurance marak ketika bank-bank banyak melakukan aktivitas kredit konsumen. Sebab, kredit aktivitas konsumen sangat dekat dengan produk asuransi kerugian dan jiwa. Namun, selama ini banyak bank yang langsung menunjuk salah satu perusahaan asuransi sehingga nasabah seringkali tidak bisa memilih. Langkah otoritas bank tersebut yang tidak bisa dibenarkan. Seharusnya bank terbuka dan adil sehingga nasabah bisa memilih sesuai dengan kondisinya.
Selama ini, produk bancassurance yang dibutuhkan dan digemari masyarakat adalah program tabungan pendidikan anak dan kesehatan. Belakangan yang juga ikut populer adalah program pensiun buat profesional. "Kelompok menengah professional sudah memikirkan masa depannya dengan membuat program pensiun. Produk bancassurance yang sedang marak adalah bancassurance consultant atau semacam perencana keuangan,"kata Eko.
Seiring dengan maraknya bancassurance dan besarnya potensi yang masih bisa digali, menurut Eko, diperlukan regulasi dan pengawasan yang lebih ketat. Dengan begitu, tidak timbul ekses ketika bank bersangkutan ditutup atau ketika asuransinya ditutup. Diperlukan regulasi perbankan dan asuransi yang lebih memadai. Untuk itu, tidak ada salahnya jika ide Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali dihidupkan. "Tak bisa disangkal, sekarang ini mengharapkan kerjasama antara BI sebagai pengawas bank dan Menkeu sebagai pengawas asuransi, sulitnya minta ampun. Koordinasi merupakan barang mewah bagi kedua instansi tersebut,"ujar Eko.
Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Eddy Berutu, keberadaan peraturan Bank Indonesia Nomor 7/6/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah, secara bertahap akan mendorong pertumbuhan bancassurance di Indonesia. "Pertumbuhan ini tidak saja perlu dipacu, lebih dari itu dikelola dengan benar. Dalam rangka mendukung peraturan tersebut, AAJI telah mempersiapkan program pelatihan dan ujian sertifikasi keagenan bancassurance bagi karyawan bank dengan metoda e-learning,"katanya.
Program sertifikasi ini dalam rangka mendukung perkembangan pasar keuangan, meningkatkan penerapan manajemen resiko oleh bank, melindungi kepentingan nasabah bank khususnya dalam kerjasama bancassurance. Sejalan dengan Keputusan Menteri Keuangan nomor 426/KMK.06/2003, Bank Indonesia menerbitkan Surat Edaran Nomor 6/43/DPNP2004. dalam surat itu diatur bahwa bank yang melakukan aktivitas bancassurance agar memastikan bahwa para petugas bank yang menjelaskan produk asuransi dalam aktivitas bancassurance, termasuk petugas yang menjual produk bundling, memenuhi kualifikasi sesuai ketentuan yang berlaku yakni, memiliki sertifikasi keagenan yang dikeluarkan asosiasi terkait dan telah memperoleh pelatihan mengenai asuransi yang akan dipasarkan.
Sertifikasi ini merupakan upaya penyerataan profesionalisme pemasaran produk asuransi pada umumnya dan pemasaran melalui kerja sama bancassurance dengan standar internasional. "Dengan sertifikasi metoda e-learning, kita dapat mendidik dan melatih karyawan bank menjadi tenaga-tenaga trampil menjual dan melayani nasabah, secara efektif dan dalam waktu singkat,"kata Eddy.
Hal yang penting bagi nasabah adalah hendaknya memilih asuransi yang mempunyai reputasi baik serta dukungan modal dan jaringan yang kuat. Yakinkan bahwa perusahaan asuransi tersebut dikelola dengan professional dan dimiliki oleh orang yang mempunyai jejak rekam yang baik, kemudahan dalam pelayanan termasuk pembayaran premi dan laporan premi.
Bank tempat membeli asuransi yang baik ialah bank yang mempunyai reputasi baik dengan modal kuat. Bank dikelola secara professional dan permodalannya kuat, serta tidak pernah memiliki catatan hitam selama mengelola bank.
Perlu diingat, jika bank ditutup dan perusahaan asuransinya baik-baik saja, nasabah masih bisa meneruskan asuransinya. Demikian juga jika dikemudian hari terjadi persoalan, misalnya masalah klaim asuransi, nasabah tidak akan berhubungan dengan bank, melainkan langsung dengan perusahaan asuransi yang bersangkutan.
Harapannya, bancassurance tidak akan membingungkan masyarakat. Bank berkewajiban menerangkan kepada nasabah bahwa produk asuransi bukanlah produk bank kendati dijual bank. Dengan demikian, tidak terjadi kepanikan jika ada salah satu bank atau asuransi yang bekerjasama mengalami masalah.
Sumber: Kompas
Kenyataan ini dapat dibaca bahwa bancassurance tidak hanya menjadi pelengkap semata, tetapi merupakan bagian dari strategi bank dalam menghimpun nasabah (customer based) den meningkatkan pendapatan nonbunga (fee based income).
"Harus disadari, metode distribusi produk lewat bancassurance tetap membutuhkan pengawasan yang ketat karena produk bancassurance bukanlah produk bank yang jika salah mengkomunikasikan bisa menimbulkan kepanikan nasabah jika terjadi penutupan perusahaan asuransi atau bank yang bekerja sama, " kata Eko B. Supriyanto, Direktur Biro Riset InfoBank.
Nasabah perlu mengetahui, produk asuransi dalam bancassurance tidak termasuk produk simpanan dari bank. Karena bukan produk simpanan dari bank, tidak dijamin oleh pemerintah atau Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Produk asuransi ini tidak dikategorikan sebagai produk simpanan dari bank penjual. Untuk itu, menurut Eko, bank tidak bertanggung jawab atas isi polis yang diterbitkan oleh perusahaan asuransi.
Oleh sebab itu, merupakan keharusan bagi calon pembeli polis untuk membaca ketentuan-ketentuan yang berlaku. "Jangan sampai nasabah bingung dan menganggap bahwa produk asuransi yang dijual oleh bank adalah produk bank. Ini merupakan produk yang terpisah penerbitannya. Jadi kalau banknya ditutup, nasabah jangan langsung menyerbu bank penjual asuransi untuk menuntut produk asuransinya," lanjut Eko yang mengingatkan pada kasus nasabah Bank Global yang membeli reksa dana dari simpanannya.
Eko mengatakan, bancassurance marak ketika bank-bank banyak melakukan aktivitas kredit konsumen. Sebab, kredit aktivitas konsumen sangat dekat dengan produk asuransi kerugian dan jiwa. Namun, selama ini banyak bank yang langsung menunjuk salah satu perusahaan asuransi sehingga nasabah seringkali tidak bisa memilih. Langkah otoritas bank tersebut yang tidak bisa dibenarkan. Seharusnya bank terbuka dan adil sehingga nasabah bisa memilih sesuai dengan kondisinya.
Selama ini, produk bancassurance yang dibutuhkan dan digemari masyarakat adalah program tabungan pendidikan anak dan kesehatan. Belakangan yang juga ikut populer adalah program pensiun buat profesional. "Kelompok menengah professional sudah memikirkan masa depannya dengan membuat program pensiun. Produk bancassurance yang sedang marak adalah bancassurance consultant atau semacam perencana keuangan,"kata Eko.
Seiring dengan maraknya bancassurance dan besarnya potensi yang masih bisa digali, menurut Eko, diperlukan regulasi dan pengawasan yang lebih ketat. Dengan begitu, tidak timbul ekses ketika bank bersangkutan ditutup atau ketika asuransinya ditutup. Diperlukan regulasi perbankan dan asuransi yang lebih memadai. Untuk itu, tidak ada salahnya jika ide Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali dihidupkan. "Tak bisa disangkal, sekarang ini mengharapkan kerjasama antara BI sebagai pengawas bank dan Menkeu sebagai pengawas asuransi, sulitnya minta ampun. Koordinasi merupakan barang mewah bagi kedua instansi tersebut,"ujar Eko.
Menurut Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Eddy Berutu, keberadaan peraturan Bank Indonesia Nomor 7/6/2005 tentang Transparansi Informasi Produk Bank dan Penggunaan Data Pribadi Nasabah, secara bertahap akan mendorong pertumbuhan bancassurance di Indonesia. "Pertumbuhan ini tidak saja perlu dipacu, lebih dari itu dikelola dengan benar. Dalam rangka mendukung peraturan tersebut, AAJI telah mempersiapkan program pelatihan dan ujian sertifikasi keagenan bancassurance bagi karyawan bank dengan metoda e-learning,"katanya.
Program sertifikasi ini dalam rangka mendukung perkembangan pasar keuangan, meningkatkan penerapan manajemen resiko oleh bank, melindungi kepentingan nasabah bank khususnya dalam kerjasama bancassurance. Sejalan dengan Keputusan Menteri Keuangan nomor 426/KMK.06/2003, Bank Indonesia menerbitkan Surat Edaran Nomor 6/43/DPNP2004. dalam surat itu diatur bahwa bank yang melakukan aktivitas bancassurance agar memastikan bahwa para petugas bank yang menjelaskan produk asuransi dalam aktivitas bancassurance, termasuk petugas yang menjual produk bundling, memenuhi kualifikasi sesuai ketentuan yang berlaku yakni, memiliki sertifikasi keagenan yang dikeluarkan asosiasi terkait dan telah memperoleh pelatihan mengenai asuransi yang akan dipasarkan.
Sertifikasi ini merupakan upaya penyerataan profesionalisme pemasaran produk asuransi pada umumnya dan pemasaran melalui kerja sama bancassurance dengan standar internasional. "Dengan sertifikasi metoda e-learning, kita dapat mendidik dan melatih karyawan bank menjadi tenaga-tenaga trampil menjual dan melayani nasabah, secara efektif dan dalam waktu singkat,"kata Eddy.
Hal yang penting bagi nasabah adalah hendaknya memilih asuransi yang mempunyai reputasi baik serta dukungan modal dan jaringan yang kuat. Yakinkan bahwa perusahaan asuransi tersebut dikelola dengan professional dan dimiliki oleh orang yang mempunyai jejak rekam yang baik, kemudahan dalam pelayanan termasuk pembayaran premi dan laporan premi.
Bank tempat membeli asuransi yang baik ialah bank yang mempunyai reputasi baik dengan modal kuat. Bank dikelola secara professional dan permodalannya kuat, serta tidak pernah memiliki catatan hitam selama mengelola bank.
Perlu diingat, jika bank ditutup dan perusahaan asuransinya baik-baik saja, nasabah masih bisa meneruskan asuransinya. Demikian juga jika dikemudian hari terjadi persoalan, misalnya masalah klaim asuransi, nasabah tidak akan berhubungan dengan bank, melainkan langsung dengan perusahaan asuransi yang bersangkutan.
Harapannya, bancassurance tidak akan membingungkan masyarakat. Bank berkewajiban menerangkan kepada nasabah bahwa produk asuransi bukanlah produk bank kendati dijual bank. Dengan demikian, tidak terjadi kepanikan jika ada salah satu bank atau asuransi yang bekerjasama mengalami masalah.
Sumber: Kompas
Subscribe to:
Posts (Atom)







