Tips Percakapan Bisnis
Roberta Roesch, penulis buku Smart Talk: The Art of Savvy Business Conversation, mewanti-wanti setiap pebisnis untuk menjaga alur percakapan bisnis agar tetap sederhana namun lugas. Namanya juga orang bisnis, pasti punya jadwal harian yang superpadat, kan? Karenanya, istilah KISS (keep it simple, stupid!) perlu Anda terapkan di setiap kesempatan.
Utarakanlah hal-hal yang ingin Anda sampaikan kepada rekan Anda secara langsung dan tidak berbelit-belit. Sisakan detail untuk pembicaraan di lain waktu dan pastikan bahwa ia telah menangkap "gambaran besar" omongan Anda sebelum mengakhiri pertemuan. Jadikan pertemuan bisnis Anda berbobot dan bukan sekadar membuang waktu percuma. Beberapa hal ini perlu Anda perhatikan saat membangun percakapan bisnis.
Santai tapi Serius
Meski dalam keseharian Anda terbiasa menyikapi berbagai hal dengan sikap santai, namun pola pikir tersebut harus diubah ketika pembicaraan berbelok pada soal bisnis. Dengan siapa pun Anda berbisnis, ingatlah bahwa dasar dari kerjasama tersebut adalah rasa saling percaya, dan keseriusan Anda serta rekan usaha dalam menjaga komitmen. Meski sebuah lelucon bisa berperan sebagai ice breaker, pilah baik-baik agar joke dan komentar Anda tidak bernada SARA.
Sapaan Formal
Ketika berbicara soal bisnis kepada orang yang baru saja Anda temui, usahakan menyapa mereka dengan sebutan formal, seperti Bapak, Ibu, atau Saudara. Hal ini penting untuk merebut respek dan perhatian dari orang yang bersangkutan. Sebelum ia meminta Anda memanggilnya dengan nama lain, tetaplah menyapa dengan sebutan demikian. Yang penting, jangan sampai Anda melupakan namanya apabila ia telah memberikannya kepada Anda.
Pendengar yang Baik
Meski ada banyak hal yang ingin meloncat keluar dari dalam benak Anda, jangan sampai terjebak ke dalam percakapan satu arah. Beri kesempatan pada lawan bicara Anda untuk menceritakan tentang dirinya pula. Menjadi seorang pendengar yang baik berarti Anda harus berlatih untuk menunjukkan ketertarikan yang tulus pada diri lawan bicara, dan hal-hal yang disampaikannya. Tatap matanya kala berbicara dan lontarkan komentar pada saat yang tepat.
Kendalikan Kebiasaan Buruk
Kebiasaan buruk yang merusak pemandangan, seperti berbicara dengan mulut penuh, menggaruk hidung di kala gugup, dan tidak memandang lawan bicara ketika bercakap-cakap, terkadang kita lakukan tanpa sadar. Dalam percakapan bisnis, segala hal tersebut harus dihapus karena bisa mendatangkan kesan negatif. Jangan salah, suatu kesepakatan bisnis bisa batal hanya gara-gara seseorang merasa tidak sreg dengan attitude rekannya.
Topik yang Aman
Bila Anda belum lama mengenal rekan bisnis, pilihlah topik pembicaraan netral. Jangan sampai Anda terlibat dalam perdebatan yang bisa merenggangkan hubungan. Jika mungkin, carilah topik perbincangan yang sama-sama disenangi dan dikuasai. Hindari pembicaraan tentang agama dan politik, kecuali Anda ditanya terlebih dulu secara spesifik. Jika terpaksa membahas kedua topik tersebut, pastikan emosi Anda tidak terpancing dan pembicaraan selalu berada di jalur aman.
Jangan Sombong
Godaan yang dihadapi setiap pebisnis ketika bertemu dengan seorang prospek adalah keinginan untuk mengungkap segala kelebihan yang dimilikinya. Menjual diri sih boleh-boleh saja, asalkan Anda tidak melakukannya secara berlebihan sehingga membuat lawan bicara merasa muak. Tinggalkan informasi yang semestinya cukup Anda tuangkan di dalam CV. Kalaupun ingin mengangkat diri sendiri, lakukanlah dengan intonasi ringan dan nada bergurau.
Kurangi Formalitas
Dalam pertemuan kedua atau ketika hubungan dengan rekan bisnis sudah agak cair, mulailah mengurangi derajat formalitas dalam percakapan. Namun, jangan tergesa-gesa sehingga Anda terkesan SKSD (sok kenal sok dekat). Tunggu isyarat darinya dan mulailah secara bertahap. Tak perlu tergesa-gesa menjajaki sense of humor rekan bisnis Anda. Hubungan bisa menjadi tidak enak jika ia tidak nyambung atau malah tersinggung mendengar gurauan Anda.
Mengakhiri Percakapan
Akhiri perbincangan dengan tersenyum, menyebut nama rekan bisnis—didului sebutan Bapak atau Ibu, dan jabat tangan yang mantap. Jika Anda belum saling bertukar kartu nama, ini adalah saat tepat untuk melakukannya. Bila kehabisan kartu nama, tulislah nomor telepon dan e-mail Anda di atas sehelai kertas. Atau, bisa pula Anda menyusulkan mengirim data diri lewat e-mail. Yang penting, jangan biarkan pertemuan berakhir tanpa kemungkinan untuk menjalin kontak kembali.*
Nayu Novita
Dapatkan artikel ini di URL:
Wednesday, December 10, 2008
Emang enak Usia Muda jadi Bos ... Read This!
Menjadi pemimpin atau atasan di usia muda memang menjadi suatu kebanggaan dan prestasi tersendiri. Namun, tak sedikit orang yang akan meragukan kemampuan Anda sebagai pemimpin muda. Selain harus berhadapan dengan tanggung jawab pekerjaan yang lebih besar, tentu juga harus berhadapan dengan berbagai karakter anggota tim yang berbeda. Tak jarang, ini sering menimbulkan dilema tersendiri bagi para pemimpin muda.
- Idealis vs usia
Biasanya salah satu alasan seseorang terpilih sebagai leader di usia muda adalah sikap idealisnya. Orang yang bersikap idealis cenderung melakukan segala hal sesuai dengan aturan dan berusaha menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Sayangnya, sikap idealis ini terkadang justru sulit diterapkan saat menjadi seorang pimpinan. Pasalnya, anggota tim yang dipimpin tak selalu berusia lebih muda ataupun memiliki masa kerja yang lebih sebentar. Situasi inilah yang sering menimbulkan rasa sungkan dan tak enak hati.
Padahal, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tak pandang bulu dan bisa menerapkan peraturan kepada semua karyawannya. Misalnya saja, karena seorang karyawan yang lebih senior membuat kesalahan, lantas selalu dibiarkan dan didiamkan. Cepat atau lambat, situasi ini akan membuat karyawan lain membentuk penilaian sendiri tentang gaya kepemimpinan Anda. Meskipun begitu, tak berarti juga tanpa kompromi, karena ingin segalanya berjalan sempurna, Anda tak segan memberi hukuman bahkan melakukan pemecatan saat ada pelanggaran. Yang terpenting, terapkan semua peraturan dan hukuman sesuai dnegan porsinya.
- Ciptakan peraturan baru
Seorang pemimpin muda biasanya cenderung memiliki gairah dan semangat yang meluap-luap. Salah satunya dengan menciptakan peraturan-peraturan baru. Namun, mengikuti peraturan baru tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Bagaimanapun, karyawan perlu waktu beradaptasi dengan peraturan yang berbeda. Tak semua orang bisa menerima perubahan ini dengan senang hati karena telah terbiasa dengan budaya atau tradisi lama. Bahkan, besar kemungkinan Anda akan dianggap sok tahu dan tak menghormati tradisi lama. Karena itu, ada baiknya saat membuat peraturan baru Anda berdiskusi dengan karyawan lain, mana yang akan dipertahankan dan mana yang akan diperbarui.
- Mempertahankan keputusan
Saat membuat suatu keputusan, mungkin akan ada beberapa orang yang tak setuju dengan keputusan Anda. Bahkan beberapa berkeras agar Anda mengubah keputusan tersebut. Sebelum melangkah lebih jauh, cobalah melihat permasalahan lebih teliti. Cek kembali apakah keputusan yang Anda buat sudah sesuai standar dan bisa dipertanggungjawabkan. Intinya Anda tak perlu terlalu menuruti setiap tuntutan karyawan. Mengubah keputusan yang telah dibuat akan membuat Anda dinilai plin-plan dan tidak konsisten.
- Memberi masukan dan kritikan
Salah satu upaya seorang pemimpin untuk melakukan perbaikan kinerja karyawannya adalah dengan memberi masukan ataupun kritikan yang bersifat membangun. Namun, pada kenyataannya memberi kritikan pada setiap orang juga bukanlah hal mudah. Ada karyawan yang bisa menerima dan menganggapnya sebagai proses perbaikan, tetapi tak sedikit karyawan yang kecewa dan tak bisa menerima kritikan. Meski begitu, sebagai pemimpinan Anda harus tetap bersikap tegas. Cobalah untuk menyampaikan setiap masukan dan kritikan secara personal dan komunikatif. Hindari menunjukkan kesalahan seseorang di depan umum, ini akan membuatnya malu dan merasa tak dihargai.
- Meluruskan isu
Ada kalanya, perusahaan diterpa isu yang belum tentu kebenarannya. Banyak pemimpin yang tak mau repot menangani isu-isu yang beredar karena enggan dianggap menanggapi permasalahan sepele. Padahal, di titik tertentu, kondisi ini dapat memengaruhi semangat kerja karyawan. Sebut saja isu kerugian perusahaan. Bila tak diluruskan, bisa jadi isu ini akan semakin berkembang dan membuat resah karyawan. Karena itu, tak ada salahnya bila Anda mulai pasang telinga untuk mengetahui sejauh mana isu berkembang. Nah, saat isu tersebut semakin tak bisa dipertanggungjawabkan, ada baiknya Anda sebagai pemimpin turun tangan menjelaskan keadaan perusahaan yang sebenarnya.
- Jaga profesionalisme
Terkadang intensitas kedekatan Anda sebagai pemimpin dengan karyawan justru kerap menimbulkan masalah. Pasalnya, semakin dekat Anda dengan seseorang, akan semakin sering Anda merasa tak enak hati untuk menegur kesalahannya. Ini membuat sebagian pemimpin memilih bersikap kaku dan tak bersahabat dengan karyawannya. Padahal, sikap kaku atasan akan membuat karyawan bersikap tertutup. Pada dasarnya, tak masalah bila Anda bersikap bersahabat karena dengan hubungan yang nyaman bisa meningkatkan kinerja karyawan. Yang penting, Anda bisa menentukan batasan-batasan.*
Bestari Kumala Dewi
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/13300940/dilema.bos.muda.usia
- Idealis vs usia
Biasanya salah satu alasan seseorang terpilih sebagai leader di usia muda adalah sikap idealisnya. Orang yang bersikap idealis cenderung melakukan segala hal sesuai dengan aturan dan berusaha menghasilkan sesuatu yang lebih baik. Sayangnya, sikap idealis ini terkadang justru sulit diterapkan saat menjadi seorang pimpinan. Pasalnya, anggota tim yang dipimpin tak selalu berusia lebih muda ataupun memiliki masa kerja yang lebih sebentar. Situasi inilah yang sering menimbulkan rasa sungkan dan tak enak hati.
Padahal, pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tak pandang bulu dan bisa menerapkan peraturan kepada semua karyawannya. Misalnya saja, karena seorang karyawan yang lebih senior membuat kesalahan, lantas selalu dibiarkan dan didiamkan. Cepat atau lambat, situasi ini akan membuat karyawan lain membentuk penilaian sendiri tentang gaya kepemimpinan Anda. Meskipun begitu, tak berarti juga tanpa kompromi, karena ingin segalanya berjalan sempurna, Anda tak segan memberi hukuman bahkan melakukan pemecatan saat ada pelanggaran. Yang terpenting, terapkan semua peraturan dan hukuman sesuai dnegan porsinya.
- Ciptakan peraturan baru
Seorang pemimpin muda biasanya cenderung memiliki gairah dan semangat yang meluap-luap. Salah satunya dengan menciptakan peraturan-peraturan baru. Namun, mengikuti peraturan baru tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Bagaimanapun, karyawan perlu waktu beradaptasi dengan peraturan yang berbeda. Tak semua orang bisa menerima perubahan ini dengan senang hati karena telah terbiasa dengan budaya atau tradisi lama. Bahkan, besar kemungkinan Anda akan dianggap sok tahu dan tak menghormati tradisi lama. Karena itu, ada baiknya saat membuat peraturan baru Anda berdiskusi dengan karyawan lain, mana yang akan dipertahankan dan mana yang akan diperbarui.
- Mempertahankan keputusan
Saat membuat suatu keputusan, mungkin akan ada beberapa orang yang tak setuju dengan keputusan Anda. Bahkan beberapa berkeras agar Anda mengubah keputusan tersebut. Sebelum melangkah lebih jauh, cobalah melihat permasalahan lebih teliti. Cek kembali apakah keputusan yang Anda buat sudah sesuai standar dan bisa dipertanggungjawabkan. Intinya Anda tak perlu terlalu menuruti setiap tuntutan karyawan. Mengubah keputusan yang telah dibuat akan membuat Anda dinilai plin-plan dan tidak konsisten.
- Memberi masukan dan kritikan
Salah satu upaya seorang pemimpin untuk melakukan perbaikan kinerja karyawannya adalah dengan memberi masukan ataupun kritikan yang bersifat membangun. Namun, pada kenyataannya memberi kritikan pada setiap orang juga bukanlah hal mudah. Ada karyawan yang bisa menerima dan menganggapnya sebagai proses perbaikan, tetapi tak sedikit karyawan yang kecewa dan tak bisa menerima kritikan. Meski begitu, sebagai pemimpinan Anda harus tetap bersikap tegas. Cobalah untuk menyampaikan setiap masukan dan kritikan secara personal dan komunikatif. Hindari menunjukkan kesalahan seseorang di depan umum, ini akan membuatnya malu dan merasa tak dihargai.
- Meluruskan isu
Ada kalanya, perusahaan diterpa isu yang belum tentu kebenarannya. Banyak pemimpin yang tak mau repot menangani isu-isu yang beredar karena enggan dianggap menanggapi permasalahan sepele. Padahal, di titik tertentu, kondisi ini dapat memengaruhi semangat kerja karyawan. Sebut saja isu kerugian perusahaan. Bila tak diluruskan, bisa jadi isu ini akan semakin berkembang dan membuat resah karyawan. Karena itu, tak ada salahnya bila Anda mulai pasang telinga untuk mengetahui sejauh mana isu berkembang. Nah, saat isu tersebut semakin tak bisa dipertanggungjawabkan, ada baiknya Anda sebagai pemimpin turun tangan menjelaskan keadaan perusahaan yang sebenarnya.
- Jaga profesionalisme
Terkadang intensitas kedekatan Anda sebagai pemimpin dengan karyawan justru kerap menimbulkan masalah. Pasalnya, semakin dekat Anda dengan seseorang, akan semakin sering Anda merasa tak enak hati untuk menegur kesalahannya. Ini membuat sebagian pemimpin memilih bersikap kaku dan tak bersahabat dengan karyawannya. Padahal, sikap kaku atasan akan membuat karyawan bersikap tertutup. Pada dasarnya, tak masalah bila Anda bersikap bersahabat karena dengan hubungan yang nyaman bisa meningkatkan kinerja karyawan. Yang penting, Anda bisa menentukan batasan-batasan.*
Bestari Kumala Dewi
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/03/13300940/dilema.bos.muda.usia
Eitss.. Be Careful !!
Forbiden Area
Siapa bilang pria adalah makhluk berhati baja yang tak bisa terusik perasaannya? Sekali saja Anda, menyinggungnya dalam 7 perkara ini, ia akan langsung pergi dari sisi Anda.
Pekerjaan
Michael Gurian, penulis buku The Male Brain menyatakan, lelaki kerap menempatkan profesinya sebagai suatu hal yang 'sakral' dan tak tersentuh oleh siapa pun. Pekerjaan adalah cara pria mengekspresikan diri dan salah satu caranya untuk mengungkapkan perhatian kepada keluarga. "Jika ada seseorang, siapa pun itu, yang meragukan, apalagi menghina profesi yang digelutinya, biasanya pria akan bersikap defensif atau bahkan mungkin meradang," kata Gurian.
Barang-Barang Pribadi
Bagi banyak pria, barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet, agenda dan tas kerjanya adalah wilayah pribadi yang tidak boleh dilanggar. Meski barang-barang itu tergeletak begitu saja, Anda tidak diperkenankan mengintip isinya sebelum mendapat izin darinya. Makanya, enggak heran mereka sangat menjaga barang-barang pribadinya ini. Apalagi jika isinya berisi jejak-jejak perselingkuhan.
Keluarga
Steve Biddulph, penulis buku Raising Boys, menyatakan bahwa keluarga adalah bentuk keterikatan pria yang pertama terhadap kehidupan. Karena itu, pada umumnya, seorang pria-yang sejak kecil mengemban 'tugas' sebagai 'pelindung' bagi siapa pun, menempatkan diri sebagai pembela keluarga. Jadi kalau tidak mau dia meradang, jangan pernah mengusik-usik wilayah ini, terutama menilai kedekatannya dengan ibunya. Menurut Biddulph, pria memang memiliki kedekatan emosi yang lebih tinggi terhadap ibunya, ketimbang ayah.
Koleksi
Laki-laki adalah kanak-kanak abadi, mungkin anggapan ini ada benarnya. Ketika kita sudah meninggalkan boneka Barbie, si dia masih saja anteng dengan koleksi mobil-mobilannya. Bahkan tak sedikit laki-laki yang masih menyimpan koleksi-koleksinya hingga mereka berumah tangga. la akan menganggap Anda telah melanggar privasinya jika Anda coba-coba mengutak koleksinya.
Teman-teman
Salah satu resep hubungan asmara awet, menurut Allan dan Barbara Pease, penulis buku Why Men Don't Have A Clue & Women Always Need More Shoes, adalah jangan terlalu rewel meributkan teman hangout pasangan Anda. Di antara sesama pria terbentuk suatu hubungan mirip persaudaraan yang biasanya sulit dipahami oleh kaum hawa. Karenanya, ketimbang bersikap nyinyir dan mengatur dengan siapa saja kekasih boleh bergaul, lebih baik Anda berusaha memenangkan cinta pasangan dengan cara mengambil hati para sahabatnya.
Idealisme
Entah itu bentuknya idealisme dalam memegang prinsip hidup, religi, atau semata-mata kesenangan dalam melakukan sesuatu, pada dasarnya pria senang apabila orang lain mampu menghargai dirinya dan menerima sudut pandangnya. Bila Anda sedang berkencan dengan seorang humanis, misalnya, jangan paksa dia menerima tawaran bekerja di sebuah perusahaan yang terkenal amat profit oriented dan tidak memiliki program "balas budi" terhadap lingkungan. Karena Anda akan dianggap ikut campur urusannya.
Size Mr. P
Yang satu ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Meski malu-malu mengakuinya, Mr. P adalah poin paling dominan dalam menentukan kadar kejantanan dan bahkan harga diri seorang pria. Sekali waktu menghina kemampuannya di ranjang, termasuk mengolok-olok size Mr.P, dijamin Anda akan langsung kehilangan respek darinya dalam hitungan sedetik saja. Mencinta seorang pria adalah kegiatan satu paket dengan mencintai 'adik kecilnya'.
Chic/Nayu Novita
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/09/14105314/forbiden.area
Siapa bilang pria adalah makhluk berhati baja yang tak bisa terusik perasaannya? Sekali saja Anda, menyinggungnya dalam 7 perkara ini, ia akan langsung pergi dari sisi Anda.
Pekerjaan
Michael Gurian, penulis buku The Male Brain menyatakan, lelaki kerap menempatkan profesinya sebagai suatu hal yang 'sakral' dan tak tersentuh oleh siapa pun. Pekerjaan adalah cara pria mengekspresikan diri dan salah satu caranya untuk mengungkapkan perhatian kepada keluarga. "Jika ada seseorang, siapa pun itu, yang meragukan, apalagi menghina profesi yang digelutinya, biasanya pria akan bersikap defensif atau bahkan mungkin meradang," kata Gurian.
Barang-Barang Pribadi
Bagi banyak pria, barang-barang pribadi seperti ponsel, dompet, agenda dan tas kerjanya adalah wilayah pribadi yang tidak boleh dilanggar. Meski barang-barang itu tergeletak begitu saja, Anda tidak diperkenankan mengintip isinya sebelum mendapat izin darinya. Makanya, enggak heran mereka sangat menjaga barang-barang pribadinya ini. Apalagi jika isinya berisi jejak-jejak perselingkuhan.
Keluarga
Steve Biddulph, penulis buku Raising Boys, menyatakan bahwa keluarga adalah bentuk keterikatan pria yang pertama terhadap kehidupan. Karena itu, pada umumnya, seorang pria-yang sejak kecil mengemban 'tugas' sebagai 'pelindung' bagi siapa pun, menempatkan diri sebagai pembela keluarga. Jadi kalau tidak mau dia meradang, jangan pernah mengusik-usik wilayah ini, terutama menilai kedekatannya dengan ibunya. Menurut Biddulph, pria memang memiliki kedekatan emosi yang lebih tinggi terhadap ibunya, ketimbang ayah.
Koleksi
Laki-laki adalah kanak-kanak abadi, mungkin anggapan ini ada benarnya. Ketika kita sudah meninggalkan boneka Barbie, si dia masih saja anteng dengan koleksi mobil-mobilannya. Bahkan tak sedikit laki-laki yang masih menyimpan koleksi-koleksinya hingga mereka berumah tangga. la akan menganggap Anda telah melanggar privasinya jika Anda coba-coba mengutak koleksinya.
Teman-teman
Salah satu resep hubungan asmara awet, menurut Allan dan Barbara Pease, penulis buku Why Men Don't Have A Clue & Women Always Need More Shoes, adalah jangan terlalu rewel meributkan teman hangout pasangan Anda. Di antara sesama pria terbentuk suatu hubungan mirip persaudaraan yang biasanya sulit dipahami oleh kaum hawa. Karenanya, ketimbang bersikap nyinyir dan mengatur dengan siapa saja kekasih boleh bergaul, lebih baik Anda berusaha memenangkan cinta pasangan dengan cara mengambil hati para sahabatnya.
Idealisme
Entah itu bentuknya idealisme dalam memegang prinsip hidup, religi, atau semata-mata kesenangan dalam melakukan sesuatu, pada dasarnya pria senang apabila orang lain mampu menghargai dirinya dan menerima sudut pandangnya. Bila Anda sedang berkencan dengan seorang humanis, misalnya, jangan paksa dia menerima tawaran bekerja di sebuah perusahaan yang terkenal amat profit oriented dan tidak memiliki program "balas budi" terhadap lingkungan. Karena Anda akan dianggap ikut campur urusannya.
Size Mr. P
Yang satu ini tidak bisa ditawar-tawar lagi. Meski malu-malu mengakuinya, Mr. P adalah poin paling dominan dalam menentukan kadar kejantanan dan bahkan harga diri seorang pria. Sekali waktu menghina kemampuannya di ranjang, termasuk mengolok-olok size Mr.P, dijamin Anda akan langsung kehilangan respek darinya dalam hitungan sedetik saja. Mencinta seorang pria adalah kegiatan satu paket dengan mencintai 'adik kecilnya'.
Chic/Nayu Novita
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2008/12/09/14105314/forbiden.area
Monday, November 17, 2008
PHK..., mau ?
Hari ini
Memulai hari ini dengan bersyukur
Itu lah yang membedakan
membedakan kita
dalam
menjalankan
hari ini..
By the way...
Hari gini bersyukur..?
Ya iya lah...
Gimana... bayangin aja..
Di banyak benua sana...
bahkan di Indonesia..
Ada ataw tidaknya dampak Tsunami Ekonomi Global
PHK terjadi di mana-mana..
tak kenal karyawan kontrak, freelancer, ataw karyawan tetap
Atas nama efisiensi
Manajemen perusahaan yang sedang menyelamatkan jalannya roda perusahaan
berusaha untuk mengurangi biaya
yang paling mudah dan terakhir ya PHK
Setidaknya Anda dan Saya masih sangat bersyukur
ditengah terpaan angin krisis moneter yang KONON akan menjadi Krismon tahun 98
kita masih bisa menerima pendapatan setiap bulannya
yang barang tentu menjadi salah satu sarana kehidupan kita
Semoga
Semoga kehidupan ini semakin membaik
tak lain..
tak lain dengan berdoa, bekerja dan tentu saja
dengan bersyukur atas apapun yang telah Dia limpahkan bagi UmatNya...
Selamat menjalani hari ini..
Memulai hari ini dengan bersyukur
Itu lah yang membedakan
membedakan kita
dalam
menjalankan
hari ini..
By the way...
Hari gini bersyukur..?
Ya iya lah...
Gimana... bayangin aja..
Di banyak benua sana...
bahkan di Indonesia..
Ada ataw tidaknya dampak Tsunami Ekonomi Global
PHK terjadi di mana-mana..
tak kenal karyawan kontrak, freelancer, ataw karyawan tetap
Atas nama efisiensi
Manajemen perusahaan yang sedang menyelamatkan jalannya roda perusahaan
berusaha untuk mengurangi biaya
yang paling mudah dan terakhir ya PHK
Setidaknya Anda dan Saya masih sangat bersyukur
ditengah terpaan angin krisis moneter yang KONON akan menjadi Krismon tahun 98
kita masih bisa menerima pendapatan setiap bulannya
yang barang tentu menjadi salah satu sarana kehidupan kita
Semoga
Semoga kehidupan ini semakin membaik
tak lain..
tak lain dengan berdoa, bekerja dan tentu saja
dengan bersyukur atas apapun yang telah Dia limpahkan bagi UmatNya...
Selamat menjalani hari ini..
Wednesday, November 12, 2008
Special GIFT ! ...mau???

Pribadi Adalah Hadiah
Pribadi adalah hadiah yang terbungkus
Yang dikirimkan Tuhan kepada kita.
Menyadari bahwa Tuhan telah memberi hadiah yang sedemikian luar biasa..
Sepantasnya saya rasa kita untuk bersyukur, senang, dan berbahagia karenanya
Bicara-bicara tentang kado atau bingkisan..
bentuknya, kemasannya bermacam-macam
Ada yang terbungkus indah;
Mereka sangat mempesona, bahkan sewaktu aku pertama kali melihatnya.
Ada yang terbungkus dengan kertas biasa
Mereka yang menerima bungkusan ini sudah terkoyak atau rusak
Kadang-kadang ada hadiah istimewa.
Kadang-kadang ada hadiah yang terbungkus longgar
Kadang-kadang yang lain datang dalam keadaan terbungkus rapat.
Tetapi bungkus kado itu bukanlah hadiah.
Sialnya kita seringkali menganggap bingkisan hadiah ini bernilai mahal.
Sangat menarik apabila kita mengamat-amati anak kecil yang menerima hadiah dengan packaging yang istimewa.
Tentunya mereka menganggap hadiah yang diterimanya begitu istimewa sebagaimana bungkus kadonya
Atau mereka sangat berhati-hati membuka kado tersebut
Atau dengan bantuan orang tuanya mereka dengan sangat berhati-hati membuka bungkus kado supaya tidak robek
Ada kalanya membuka packaging hadiah itu sangat mudah
Ada kalanya membuka packaging hadiah itu memerlukan tenaga ekstra
Ada kalanya membuka packaging hadiah itu memerlukan bantuan orang lain
Ketika kita mengetahui bahwa Pribadi yang unik ini merupakan pemberian seutuhnya dari Tuhan,
maka
Saya rasa tepat kiranya kita mengatakan bahwa kita ini merupakan HADIAH daripadaNya
Dia Yang telah menciptakan kita dengan segala kebaikanNya
Dia Yang telah menciptakan kita sebagaimana citraNya
Dia Yang telah memberikan nafas dan kebahagiaanNya
Dia Yang telah memberikan cintaNya yang begitu Agung dan Kudus
Lalu
Apakah kita pernah sungguh-sungguh membuka kado itu?
Membuka packaging itu perlahan-lahan, dan berdebar-debar
dan penasaran sekali ingin mengetahui isi kado tersebut?
Mungkin saja
Ketika perasaan berdebar-debar itu tak jua muncul
Ketika perasaan penasaran itu tak muncul muncul juga
karena
mungkin ...
KITA TIDAK MENYADARI dan mengetahuinya perihal betapa bernilainya kado pemberian itu
Lalu..
Siapakah yang akan membantu Anda, saya, dan kita untuk membukakan kado yang begitu bernilai itu?
Akankah kita membiarkan pemberian tersebut teronggok hingga hilang ditelan waktu?
Begitu indahnya hidup ini karena KasihNya yang sempurna melampaui batasan yang ada...
Begitu indahnya karena melalui tangan sang Pencipta telah diciptakan sebuah kado yang istimewa
Lalu....
Mungkinkah ada pemberian Tuhan itu tidak indah ?
Sejarah telah merekam bahwa Tuhan merupakan SUMBER dari SEGALA SUMBER KEBAIKAN
Oleh karenanya, dengan cintaNya yang begitu luar biasa besar dan KasihNya yang melampaui apapun yang ada di jagat raya ini
Saya, Anda, kamu, siapapun bebas untuk memuji dan memuliakan kebesaranNya
Bebas dalam menentukan langkah strategis untuk menyadari dan berterima kasih atas kado dengan packagingnya yang sudah kita terima dan kita nikmati pemberiannya yang sungguh luar biasa.
Tentu saja, dengan mencintai mereka yang telah memberikan hadiah untuk kita,
Saya pikir sangat pantas, masuk akal, rasional, dan tidak basa basi jika kita mencintai Tuhan yang sudah begitu mencintai kita dengan kado-kadonya yang istimewa.
Mencintai Tuhan dengan memulai ucapan SYUKUR
Bersyukurlah sebab Tuhan baik, dengan keyakinan diri sendiri dan rasa syukur kepada Tuhan kita mampu melalui pergumulan hidup ini (Mazmur 106:1)
Tuhan Memberkati
-Depok-
12112008
Kalau aku mencintai hadiah dari mereka yang aku cintai, Mengapa aku
tidak mencintai hadiah dari Tuhan, yang begitu mencintai aku?
Lancar Jalanan di saat Hujan Lebat...?

Macet
Hampir setiap hari di wilayah depok khususnya wilayah tengah kota seperti Margonda Raya (dengan landmarknya Margo City Tower) lalu lintas bergerak padat..
Kejadian yang menjengkelkan beberapa waktu yang lalu. Hujan yang mengguyur wilayah Depok saja begitu lebatnya, mengakibatkan genangan air setinggi 30 sentimeter di sekitar margonda raya.
Alhasil, pada pukul 14.30 - 16.00 kemacetan terjadi sporadis mulai dari ujung jalan masuk utama kota depok yaitu Lenteng Agung sampai dengan SPBU seberang kantor gue...busyettt.. kalo diitung-itung.. itu kemacetan sekitar 5 kilometer
Ternyata depok juga bisa kebanjiran dan macet yach...
Sekarang ini banjir memang menjadi sesuatu yang harus diantisipasi sejak dini. Bahkan kalo gak perlu kelayaban, keluyuran keluar rumah sebaiknya dihindari daripada musibah di belakang. Hehehe.. ngomongin ini gue juga pernah mengalami kejadian yang hampir fatal, karena ngotot ngelintasi banjir, padahal mesin mobil belum sepenuhnya warm up... untunglah, karena terjangan genangan air hanya sebatas cipratan roda ke bagian mesin yang tidak fatal dan hujan yang berangsur angsur ringan dan cahaya matahari kembali memberikan kehangatan sehingga mobil pun tetap bisa dikebut sd. 120 km/jam...
Bersyukur dah ga ngalamin kebanjiran lagi..
Jakarta, beware dan prepare. Karena banjir ga pandang bulu loh.
-Depok-
11128002
Tuesday, November 4, 2008

Kepercayaan ... Is Everything !!
Mahkota Seorang Pemimpin
Kepercayaan merupakan mahkota bagi seorang pemimpin, mulai dari seorang kepala negara, pemimpin perusahaan, pimpinan perguruan tinggi, pemimpin dalam unit terkecil di masyarakat, bahkan hingga pemimpin dalam keluarga.
Kepercayaan menjadi jatidiri seorang pemimpin sejati. Tanpa adanya kepercayaan dari rakyat atau bawahan, ambruklah legitimasi kepemimpinannya.
Itulah sesungguhnya yang tengah terjadi sekarang ini. Krisis finansial atau krisis ekonomi global yang melanda dunia saat ini, bukanlah sekadar krisis likuiditas perbankan, ambruknya harga saham, turunnya nilai tukar, ataupun merosotnya nilai ekspor negara, melainkan krisis yang bersumber dari tergerusnya kepercayaan masyarakat terhadap pemimpin pemerintahannya.
Di tengah berbagai persoalan yang dihadapi dunia, seperti ancaman terorisme, peredaran obat-obatan terlarang (narkoba), praktik korupsi, perang yang tak berkesudahan, bencana kelaparan, para pemimpin pemerintahan seolah tak berdaya menghadapi itu semua. Mereka gagal melindungi bangsa, negara, dan rakyatnya dari berbagai ancaman. Akibatnya, tentu saja, rakyat tidak lagi mempercayai mereka.
Presiden Amerika Serikat George W Bush adalah contoh pemimpin yang terus merosot tingkat kepercayaan masyarakat kepadanya menyusul sejumlah tragedi yang menimpa negeri itu. Serangan terorisme ke World Trade Centre, New York, pada 11 September 2001, perang tak berkesudahan di Irak, serta berbagai konflik lainnya, lebih menunjukkan karena ketidakmampuan seorang Bush untuk mengatasi persoalan.
Begitu pula krisis finansial AS yang meruntuhkan sendi-sendi perekonomian negeri itu, lebih banyak terjadi akibat ketidakmampuan sang presiden untuk mengatasi keadaan. Dua pialang kenamaan, yakni Warren Buffet dan George Soros, secara gamblang menuding George Bush sebagai pemimpin yang kurang memiliki sense of crisis. Jauh sebelum krisis, menurut Soros, Presiden Bush sudah diingatkan akan adanya badai krisis yang bakal mendera AS. Namun, Bush sepertinya bergeming. Cuek alias tidak peduli!
George W Bush hanyalah salah satu contoh pemimpin yang legitimasinya kian merosot akibat kepercayaan rakyat atas kepemimpinannya terus tergerus. Jatuhnya Presiden Soeharto pada Mei 1998 dan mundurnya Yasuo Fukuda dari kursi Perdana Menteri Jepang beberapa waktu lalu, adalah contoh lain yang membuktikan betapa tragisnya bila seorang pemimpin sudah kehilangan kepercayaan di mata masyarakat.
Hilangnya kepercayaan terhadap seorang pemimpin puncak biasanya berlanjut pada hilangnya kepercayaan terhadap otoritas pemerintahan umumnya. Akibat lebih jauh dari sini adalah rusaknya tatanan hukum dan aturan, yang menjadi prasyarat bagi suatu kedaulatan negara.
Peraturan dan keteraturan (rule and order) yang menjadi dasar kehidupan bersama demi terciptanya demokrasi dan keadilan dalam masyarakat akhirnya tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Bahkan pada tingkat tertentu, tak berfungsinya hukum dan peraturan ini bisa membawa masyarakat ke arah suatu penolakan terbuka. Hampir setiap keputusan atau kebijakan pemerintah selalu mendapat tantangan dalam proses penerapannya di masyarakat.
Jadi, kalau otoritas pemerintahan sudah tidak dipercaya lagi dan perangkat hukum serta aturan main sudah tak berfungsi sebagai pengatur tata kehidupan bersama, lalu bagaimana jadinya nasib sebuah bangsa atau negara?
Belajar dari pengalaman krisis dan cara-cara penangannya, sudah saatnya kita mendisain ulang cara-cara memilih pemimpin berkualitas. Dunia yang semakin gaduh akibat diterpa oleh berbagai persoalan ini membutuhkan barisan pemimpin yang tangguh. Mereka tangguh karena kapabilitas, kompetensi atau profesionalitas, akseptabilitas, dan moralitas yang mereka miliki. Mereka adalah orang-orang yang layak dipercaya (kredibel), karena memang memiliki karakter yang kuat, punya visi, idealisme, tanggungjawab, dan bermartabat.
Seorang pemimpin tangguh selalu menempatkan kepentingan rakyat di depan kepentingan pribadi, kelompok atau golongan. Ia mencintai rakyat dan memperjuangkan kepentingan rakyat, dan karena itu, imbalannya, ia dicintai rakyat dan didukung sepenuhnya oleh rakyat untuk setiap program atau kebijakan-kebijakannya.
Dunia kita sekarang memang semakin terasa rapuh akibat kekeringan pemimpin-pemimpin sejati. Pemimpin sejati itu selalu bersifat adil dan jujur, menjadi benteng penegakan hukum dan aturan. Lebih dari itu, mereka merupakan orang-orang yang terbuka, beretika dan – sudah pasti -- dapat dipercaya.

Just Doit !!
Sebagai seorang pimpinan, dalam mengambil suatu keputusan perlu dilakukan dengan baik dan berhati-hati. Dalam hal ini, pertimbangan yang perlu dikedepankan adalah kepentingan perusahaan, atau katakanlah, melakukan suatu tindakan "by law" perusahaan dimana kita bekerja.
Perusahaan di mana Anda bekerja. Apakah perusahaan itu memiliki banyak atau sedikit sumber daya manusia, yang penting adalah bagaimana mengelola perusahaan dengan memperhatikan aspek multidimensi seperti tujuan perusahaan terutama misalnya memperoleh Profit Perusahaan yang baik, serta mendukung dan menciptakan suasana kerja yang kondusif dan nyaman bagi karyawan untuk bekerja.
Disamping aspek tersebut, yang memberikan kontribusi, suatu langkah strategi yang menentukan adalah aspek Kepercayaan. Aspek ini sudah dibahas sebelumnya. Artinya dengan modal kepercayaan yang memadai dan konstruktif, seorang pimpinan dapat mengembangkan organisasinya dengan baik, diterima oleh Manajemen serta Konstituennya.
Apa yang terjadi apabila mis leading?
Mis leading ini biasanya terjadi akibat dari beberapa hal:
1. Pemahaman strategik situasi market
2. Ketidakmampuan dalam mengelola Sumber Daya yang ada
3. Kesalahan mendasar dalam menganalisa serta pengambilan keputusan yang komprehensif
Ketiga hal ini biasanya menjadi pemicu bom waktu yang pada akhirnya akan "sinking the Company" sehingga tak ayal lagi akan tersingkir, serta menciptakan alienasi = keterasingan terhadap market dan cenderung akan menisbikan aspek kreativitas para karyawannya.
Berdasarkan pengalaman saya bekerja di beberapa perusahaan, kondisi inilah yang seringkali terlambat disadari dan bahkan diabaikan oleh para pengambil keputusan strategis. Alih-alih mereka mempunyai kepandaian yang lebih baik dari bawahannya, ternyata kebijakan yang ditempuh kurang dirasakan impactnya oleh konstituen.
Sebaliknya, apabila seorang pemimpin dalam pengambilan keputusan cenderung mengedapankan aspek soliditas serta solidaritas atas nama arus bawah, akan memicu disintegrasi dan ketidaksesuaian cara pandang kebijakan perusahaan.
Lagi-lagi, perlu dilakukan langkah-langkah yang genuine, original, determinasi, aktual dan kolektif oleh seorang pemimpin dalam memberikan komando, serta strategi, konsep, praktek yang diharapkan dapat memberikan langkah dan penyelesaian secara signifikan dan konstruktif.
Just Do it !
Langkah berani seorang pemimpin dalam mengambil keputusan, wajib hukumnya sejalan dengan kebijakan manajemen yang berlaku. Artinya adalah perlu pemahaman yang benar-benar konstruktif, sehingga hal ini akan memberikan suatu positive effects bagi perkembangan organisasi secara merata, dan seperti efek domino, setiap konstituen akan terpancing dan berusaha untuk mengadaptasi langkah best practices tersebut sehingga momentum ini perlu dipelihara dan dikembangkan menjadi suatu budaya organisasi yang positif bagi konstituen.
Langkah yang simpel, sederhana, taktikal, dan user friendly menjadi suatu langkah yang efektif dan ideal dalam pengambilan keputusan serta pemantauan langkah-langkah berupa monitoring yang baik dan benar.
Just doit, dan feel it. Ketika krisis terbangun dan terselesaikan, Anda akan merasakan suatu tim yang mendukung dan menolak Anda. Feel it, sense Anda akan berkata-kata bahwa langkah ini benar atau salah. Just do it. Don't doubt, dan lakukan saja apa yang Anda kehendaki, sejauh itu diterima oleh Atasan dan Manajemen Anda.
Penjilat, Pelapor, atau Tim yang kuat?
Ketika Anda membeberkan atau memberikan informasi tentang kinerja serta konstituen Anda, perhatikan lah baik-baik.. sangat berbeda antara seorang pengadu antara si A dan si B, katakalah demikian atau pun Penjilat.. yang biasanya membeberkan informasi kepada atasannya dengan serta merta namun tidak pernah memberikan FEEDBACK atau langkah-langkah yang dianggap perlu untuk membangun tim lebih kuat.
Jika anda bukan keduanya, berarti kemungkinan Anda telah berusaha in line untuk membangun hubungan kerja dengan Boss dan staff - konstituen Anda dengan baik dan intim.
Can we create the Strong Team?
Selama Anda konsisten, komitmen dan bertujuan mengembangkan suatu misi dari Manajemen berarti Anda tengah berupaya dan berusaha untuk mengembangkan sebuah tim yang kuat dan baik.
Artinya, sebagai seorang pimpinan, Anda diberikan tanggungjawab, responsibility, kepercayaan, trust dan Andalah yang harus mengembangkan, membagikan, dan mengelola, menuangkan dan akhirnya memberikan hasil imbal balik yang diharapkan oleh Manajemen.
Dengan memberikan kepercayaan terhadap individu konstituen yang diimbangi fungsi kontrol yang relatif baik, budaya kerja yang positive, idealnya akan menghasilkan suatu tim yang kuat dan tangguh, sehingga proses alienasi, marginalisasi dari kompetisi yang semakin menggila, bahkan datangnya tsunami krisis sekarang pun akan dapat dilalui dengan baik.
Nah, bagaimana jika political tricking nya? Ini merupakan suatu fenomena yang lazim terjadi di entity manapun. Oleh karenanya, sebagai pemimpin layaknya seorang peternak sapi yang sedang menggembalakan sapinya, dia tahu betul bahwa sapi sangat sulit untuk diajak berjalan, perlu diberikan 'pancingan' dengan satu genggam tanam-tanaman yang menjadi makanan favorit sapi. Demikian pun dalam organisasi seringkali seorang pemimpin dihadapkan pada masalah ini. Kenali masalah, analisa, brain storming dengan Boss Anda, ambil keputusan, dan menjalankan keputusan ini dengan baik.
Dengan mental seorang pemenang, kuat, percaya diri, dan menyadari bahwa Anda dapat memimpin dengan suatu potensi terpendam yang luar biasa dahsyatnya akan memberikan kekuatan dan self driven yang super duper.
Just do it...
- Depok City -
30 october 2008
Subscribe to:
Posts (Atom)