Apakah engkau sedang bersedih? Apakah jiwamu sedang merana? Ketika malam sunyi tiba dan kau terjaga dengan hati yang pedih, kau ingin menjerit. Ingin menangisi segala hal yang menimpamu. Tetapi sering suaramu hanya terpendam di dalam dada. Kau merasa kesepian, ditinggalkan, dibohongi, dikhianati atau dilanda ketidakberdayaan menghadapi hari esok yang kelam. Kau seorang diri. Kesepian. Tak mampu berbuat apa-apa.
Kadang kau ingin mengutarakan perasaanmu kepada orang lain. Tetapi tak ada yang datang. Atau tak ada yang mau mendengarkan. Atau malah mendengarkan sambil memberi nasehat yang malah kian membolongi perasaanmu. Ya, kadang segala sesuatu yang kau ingin lakukan hanya seperti membentur dinding baja. Lalu kaupun terkulai. Merasa tak berguna. Hidup dalam kesia-siaan. Hampa. Kosong. Putus asa. Mati.
Tetapi janganlah takut. Kau bukanlah satu-satunya yang mengalami kekosongan dalam hidup ini. Ada banyak bahkan sebagian besar dari kita pernah, sedang atau akan mengalami hal tersebut. Suatu saat, setiap manusia yang sadar, pernah, sedang dan akan mengalami duka lara yang sedemikian perih di dalam kehidupan ini. Hidup memang tidak mudah. Tetapi karena itu pula hidup menjadi bermakna. Kapasitas kita menghadapi menerima dan menghadapi serta memecahkan cobaanlah yang akan menentukan kekuatan iman kita. Maka kesulitan, bila datang menimpamu, haruslah dihadapi. Jangan menghindar atau melarikan diri.
Mari kita meneladani apa yang telah dialami oleh Yesus. Sebab dukaNya adalah duka kita sendiri yang ditanggungNya. Mulai dari taman Getsemani, sesudah perjamuan malam terakhirNya, Yesus mengalami deraan yang maha berat. Dan Dia menghadapiNya seorang diri. Pengkhianatan oleh Yudas. Ditinggalkan dan diingkari oleh murid-muridNya. KetakutanNya menghadapi derita dan maut hingga "peluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah" merupakan suatu drama kemanusiaanNya. Dia ditangkap dan didera serta disiksa oleh para prajurit. Dia difitnah oleh kaum farisi dan orang Israel lainnya. Dia dijatuhi hukuman mati secara tidak adil oleh pemerintahan Romawi. Dan puncak dari segalanya adalah perasaan kesepian ditinggalkan oleh BapaNya sendiri. Saat tergantung di tiang salibNya yang dipenuhi dengan tetesan darahNya dari luka-luka di sekujur tubuhNya, Dia pun berkeluh: "Eli, Eli, Lama Sabachtani?". "AllahKu, ya Allahku, mengapa Kau tinggalkan Aku?". Tidak ada pertolongan. Tidak ada keajaiban. Toh Yesus tetap tabah dan berani menghadapi penderitaan itu. Sebab "bukanlah kehendakKu melainkan kehendakMulah yang terjadi" Akhirnya Diapun wafat setelah menyerahkan nyawaNya ke dalam tangan BapaNya.
Maka pantaskah kita menyerah? Bukankah Tuhan sendiri telah memberi kita teladan untuk menghadapi segala cobaan hidup?
Janganlah engkau bersedih hingga terbenam dalam keputus-asaan. Hidup mungkin pahit. Hidup memang sering bermandikan duka. Bahkan kadang hidup memerlukan pengorbanan batin dan raga kita. Tetapi selalu ada cahaya di depan. Selalu ada harapan yang dibawa oleh Yesus sendiri. Tiga hari setelah kematianNya, Dia bangkit dengan kemenangan gilang gemilang Paskah. Dan kita yang percaya kepadaNya pun akan bengkit bersamaNya. Kita, yang adalah sahabat-sahabatNya, takkan
ditinggalkan seorang diri.
Jadi bila terjadi kegelapan dalam hidupmu, janganlah mengutuk tetapi nyalakanlah lilin. Bila kegelapan meliputi seluruh dunia ingatlah bahwa hanya dalam gelap akan kau temukan bintang yang cemerlang.
Dan bahkan, bila mendung sedemikian tebalnya menyaputi dunia hingga hanya kekelaman saja yang membutakan kehidupan, jadilah lilin. Terangilah dunia walau kau akan habis melumer. Sebab kita semua adalah terang dunia. Kita semua adalah anak-anak cahaya. Dan sinar kita akan menjadi pelita bagi orang-orang yang merangkak dalam gelap. Menyalalah dengan perbuatanmu agar engkau menjadi cahaya cinta kasih Tuhan sendiri. Kitalah Cahaya Kristus.
Putus asa? No way!!
===========================================
Thanks for Antonius Tonny Sutedja
Monday, June 29, 2009
Thursday, June 25, 2009
14 hal yang membuat Hidup kita Luar Biasa
1. Belajar tersenyum bila masalah datang
2. Tetap berpenampilan menarik meskipun dalam saat berpuasa
3. Tulus seperti merpati supaya jangan menipu, cerdik seperti ular supaya jangan ditipu (berhikmat)
4. Boleh lupa dompet asal jangan lupa doa
5. Punyailah iman yang dapat melihat kesempatan dalam kesulitan dan bukan melihat kesulitan dalam kesempatan.
6. Layanilah Tuhan dengan karunia yang Tuhan berikan, karena banyak yang mampu (melayani) tetapi tidak mau dan banyak yang mau tapi tidak mampu .
7. Jadikan persembahan saudara menjadi penyembahan dan bukan penyesalan
8. Layanilah Tuhan dengan sukacita dan bukan dengan suka-suka
9. Pilihlah makanan saudara sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan
10. Jadilah Kristen/kristiani yang kritis tetapi jangan penuh kritik
11. Lebih baik engkau berdiam dan dikira orang bodoh daripada banyak bicara dan membuktikan engkau bodoh (Ams. 17 : 28).
12. Jadikanlah Alkitab sebagai "Obat Kuat" dan bukan "Obat Tidur"
13. Lakukanlah yang benar, bukan apa yang kamu rasa benar
14. Terimalah orang lain apa adanya, bukan "ada apanya"
2. Tetap berpenampilan menarik meskipun dalam saat berpuasa
3. Tulus seperti merpati supaya jangan menipu, cerdik seperti ular supaya jangan ditipu (berhikmat)
4. Boleh lupa dompet asal jangan lupa doa
5. Punyailah iman yang dapat melihat kesempatan dalam kesulitan dan bukan melihat kesulitan dalam kesempatan.
6. Layanilah Tuhan dengan karunia yang Tuhan berikan, karena banyak yang mampu (melayani) tetapi tidak mau dan banyak yang mau tapi tidak mampu .
7. Jadikan persembahan saudara menjadi penyembahan dan bukan penyesalan
8. Layanilah Tuhan dengan sukacita dan bukan dengan suka-suka
9. Pilihlah makanan saudara sesuai dengan kebutuhan, bukan keinginan
10. Jadilah Kristen/kristiani yang kritis tetapi jangan penuh kritik
11. Lebih baik engkau berdiam dan dikira orang bodoh daripada banyak bicara dan membuktikan engkau bodoh (Ams. 17 : 28).
12. Jadikanlah Alkitab sebagai "Obat Kuat" dan bukan "Obat Tidur"
13. Lakukanlah yang benar, bukan apa yang kamu rasa benar
14. Terimalah orang lain apa adanya, bukan "ada apanya"
Just do it !
SANG PENJUAL
Manakala para buruh bekerja keras dan mesin bekerja
Serta menghasilkan produknya,
Maka pembiayaannya datang dari ………………... Sang Penjual !
Didalam perkantoran dimanapun,
Para pegawai mendapatkan bagiannya
Mereka selayaknya berterimakasih pada ………… ……. Sang Penjual !
Ketika bank dan lembaga pemberi pinjaman
Perusahaan tergantung pada pendanaan
Bagi bagian keuangan, mereka memiliki teman …. ……. Sang Penjual !
Kilatan di sepanjang jalur kereta api
Dan jalan raya serta jalan tol
Tidak akan ada tanpa kecekatan ………………… ……. Sang Penjual !
Disepanjang daratan, disetiap pintunya
Dalam kesejahteraan dan kemegahan duniawi
Mereka tak kan sampai kesana, namun tidak bagi……….Sang Penjual !
Ya, orang lain mungkin kagum pada hasil perdagangannya,
Pada kontribusi yang mereka telah buat.
Bagi mereka berarti “ saya berparade sebagai ……….Sang Penjual !
Bagi setiap penjualan yang membuat kita bebas
Yang merupakan bahan bakar bagi demokrasi
Ini yang membuat saya bangga menjadi …..……………. Sang Penjual !
Aplikasikan prinsip ini :
“Carilah apa yang orang butuhkan dan bantulah mereka untuk mendapatkannya”
Manakala para buruh bekerja keras dan mesin bekerja
Serta menghasilkan produknya,
Maka pembiayaannya datang dari ………………... Sang Penjual !
Didalam perkantoran dimanapun,
Para pegawai mendapatkan bagiannya
Mereka selayaknya berterimakasih pada ………… ……. Sang Penjual !
Ketika bank dan lembaga pemberi pinjaman
Perusahaan tergantung pada pendanaan
Bagi bagian keuangan, mereka memiliki teman …. ……. Sang Penjual !
Kilatan di sepanjang jalur kereta api
Dan jalan raya serta jalan tol
Tidak akan ada tanpa kecekatan ………………… ……. Sang Penjual !
Disepanjang daratan, disetiap pintunya
Dalam kesejahteraan dan kemegahan duniawi
Mereka tak kan sampai kesana, namun tidak bagi……….Sang Penjual !
Ya, orang lain mungkin kagum pada hasil perdagangannya,
Pada kontribusi yang mereka telah buat.
Bagi mereka berarti “ saya berparade sebagai ……….Sang Penjual !
Bagi setiap penjualan yang membuat kita bebas
Yang merupakan bahan bakar bagi demokrasi
Ini yang membuat saya bangga menjadi …..……………. Sang Penjual !
Aplikasikan prinsip ini :
“Carilah apa yang orang butuhkan dan bantulah mereka untuk mendapatkannya”
Cangkir yang Cantik, Mau ???
Good inspirational. Silahkan dibaca ya..
Sepasang kakek-nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada cangkir yang cantik.
"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya.
"Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara,
"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik.
Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seseorang dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Tetapi orang itu berkata, 'Belum !' Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop ! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata, 'Belum !' Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin.
Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata, 'Belum !' Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Seperti inilah kehidupan membentuk kita. Dalam perjalanan hidup akan banyak kita temui keadaan yang tidak menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi 'cantik'. Jangan lupa bahwa pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita. Artinya tidak ada alasan untuk tergoda dan jatuh dalam dosa apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Tuhan sedang membentuk anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.
Sources: Anywhere
Sepasang kakek-nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada cangkir yang cantik.
"Lihat cangkir itu," kata si nenek kepada suaminya.
"Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat," ujar si kakek.
Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara,
"Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik.
Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seseorang dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar. Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Tetapi orang itu berkata, 'Belum !' Lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop ! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata, 'Belum !' Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin.
Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop ! Stop ! Aku berteriak. Wanita itu berkata, 'Belum !' Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya ! Tolong ! Hentikan penyiksaan ini ! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku. Ia terus membakarku. Setelah puas "menyiksaku" kini aku dibiarkan dingin.
Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.
Seperti inilah kehidupan membentuk kita. Dalam perjalanan hidup akan banyak kita temui keadaan yang tidak menyenangkan, sakit, penuh penderitaan, dan banyak air mata. Tetapi inilah satu-satunya cara untuk mengubah kita supaya menjadi 'cantik'. Jangan lupa bahwa pencobaan yang kita alami tidak akan melebihi kekuatan kita. Artinya tidak ada alasan untuk tergoda dan jatuh dalam dosa apabila anda sedang menghadapi ujian hidup, jangan kecil hati, karena Tuhan sedang membentuk anda. Bentukan-bentukan ini memang menyakitkan tetapi setelah semua proses itu selesai. Anda akan melihat betapa cantiknya Tuhan membentuk anda.
Sources: Anywhere
Monday, June 22, 2009
Ayoo ber Green Lifestyle di Kantormu

Dengan semakin berkembangnya issue mengenai pengerusakan lingkungan yang berakibat pada perubahan iklim serta ancaman global warming, sudah menjadi kewajiban kita bersama untuk turut menjaga dan melestarikan Bumi tempat kita hidup dan bekerja. Karena kita menghabiskan banyak waktu di kantor, menjalankan gaya hidup ramah lingkungan di tempat kerja adalah salah satu bentuk kepedulian. Selain memberikan kontribusi bagi penyelamatan lingkungan, hal ini juga mendukung efisiensi biaya belanja rutin kantor. Dengan kata lain, sekali mendayung, dua, tiga pulau terlewati.
Berikut adalah tips sederhana yang bisa Anda terapkan dalam keseharian Anda di kantor :
1. Maksimalkan penggunaan kertas.
For your information, industri kertas adalah salah satu dari tiga industri terbesar di dunia yang menghabiskan paling banyak energi dan air. Setiap tahunnya diseluruh dunia orang menghabiskan I milyar ton kertas. Bayangkan berapa pohon yang harus ditebang. Karena itu, Tanamkan pola reuse, recycle dan reduce. Berpikirlah dua kali sebelum Anda mencetak di atas selembar kertas dan gunakan kedua sisinya. Gunakan kertas bekas untuk keperluan fotokopi dan pakailah potongan-potongan kertas sebagai pengganti memo atau dijilid menjadi noteblock. Untuk keperluan internal kantor, gunakan kembali amplop bekas. Daripada mengkopi selembar pengumuman untuk dibagikan kepada karyawan, manfaatkan e-mail atau tempelkan satu lembar pengumuman tersebut di communication board kantor Anda. Gunakan digital file /soft copy kapan saja.
2. Hemat tinta printer.
Jika memungkinkan, hindari color print. Jika Anda harus mencetak dalam color print, pilih draft mode. Beli cartridge yang telah dimanufaktur ulang dan daur ulang toner/cartridge Anda..
3. Gunakan proyektor.
Pada saat rapat manfaatkanlah in focus/proyektor untuk menyampaikan materi daripada membagikan fotokopian materi.
4. Pisahkan sampah kantor.
Letakkan tempat sampah terpisah untuk kertas, plastik, kaleng /kaca. Letakkan recycle bin di dekat tempat-tempat yang membutuhkan kertas daur ulang seperti tempat fotokopi, printer atau mail room.
5.Gunakan produk lokal.
Jika Anda bertanggung jawab atas pembelian ATK, pilihkan produk lokal. Selain mengurangi carbon foot print Anda juga memberikan dukungan bagi perkembangan industri lokal.
6. Matikan komputer saat Anda tidak menggunakannya.
Matikan komputer Anda setiap kali Anda keluar untuk makan siang. Bayangkan berapa energi yang bisa dihemat jika setiap orang mematikan komputer mereka selama paling tidak 1 jam selama jam makan siang. Setiap kali Anda pulang, cabut kabel listrik komputer karena walaupun sudah mati, selama masih terhubungkan dengan sumber listrik, komputer masih tetap ´memakan´ listrik.
7. Matikan lampu saat Anda tidak membutuhkannya.
Bekerja di negara yang berkelimpahan sinar matahari sepanjang tahun adalah anugerah besar. Manfaatkan sinar matahari dari jendela kaca sebagai sumber penerangan.
8. Atur temperatur ruangan.
Sering sekali kita lihat seorang karyawan harus mengenakan jaket dalam ruangan ber-AC. Padahal tujuan dari AC adalah untuk mengatur suhu ruangan agar kondusif untuk bekerja, apalagi di negara tropis seperti Indonesia. Semakin rendah suhu ruangan, maka semakin besar energi yang dibutuhkannya. Atur suhu ruangan agar sesuai dengan kenyamanan kerja Anda karena suhu terlalu dingin ´toh juga membuat Anda tidak nyaman bekerja.
9. Gunakan transportasi umum.
Kurangi carbon foot print Anda dengan menggunakan alat transportasi umum. Memang perkembangan fasilitas transportasi di Indonesia masih belum bisa memenuhi level kenyamanan dan kepraktisan pemakainya, namun inilah salah satu cara hidup ramah lingkungan yang bisa Anda praktekkan.
10. Jika memungkinkan, work from home!
Tanyakan pada atasan Anda apakah memungkinkan bagi pelaju (commuter) seperti Anda bekerja dari rumah setidaknya 1 kali dalam seminggu. Metode ini mungkin belum lazim digunakan di Indonesia, namun di beberapa negara maju cara ini adalah salah satu cara untuk menghemat pemakaian listrik di kantor dan mengurangi carbon foot print bagi karyawan yang melaju (commute) setiap hari.
Konsistensi dalam menjalankan tips ini akan membawa perubahan besar yang tidak hanya dirasakan oleh manajemen kantor Anda, tapi juga pribadi Anda karena telah turut menyumbang usaha untuk menyelamatkan Bumi kita.
sources: jobsdb.com
Menemukan Kandidat yang Tepat!

Sumber daya manusia adalah salah satu modal dasar penting yang membangun kekuatan suatu organisasi atau perusahaan. Betapa tidak, karyawan atau sumber daya manusialah yang menjadi kunci penggerak konseptual dan operasional sebuah perusahaan. Bahkan menjadi generasi pemimpin dalam sebuah perusahaan.
Proses rekrutmen adalah mata rantai awal dari pembangunan sumber daya manusia. Proses ini adalah langkah awal penyeleksian sumber daya manusia yang akan jadi bagian dari dinamika perusahaan. Strategi dan metode rekrutmen yang tepat akan menghasilkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena tidak ada perusahaan yang menginginkan rekrutmen yang salah. Selain akan memakan biaya yang mahal, kesalahan dalam rekrutmen akan mempengaruhi moral dan kinerja karyawan lain, yang pada akhirnya juga mempengaruhi operasional perusahaan. Alih-alih mendorong tumbuhnya perusahaan, malah jadi beban perusahaan.
Stoner mengatakan proses rekrutmen adalah pengumpulan calon karyawan yang sesuai dengan deskripsi jabatan (Stoner, 1995). Tujuan dari rekrutmen adalah mengumpulkan calon karyawan sebanyak-banyaknya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan untuk suatu jabatan. Semakin banyak calon karyawan yang dikumpulkan, maka semakin besar kemungkinan untuk memperoleh calon yang paling sesuai.
Analisa Setiap Posisi (Job Analysis)
Setiap posisi dalam perusahaan memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda. HRD personnel wajib memiliki pengetahuan yang jelas tentang hal tersebut sebelum memulai proses rekrutmen. Dengan menganalisa posisi tersebut, maka uraian pekerjaannya akan tertuang dengan jelas.
Uraian yang disebut dengan job analysis ini akan memuat secara rinci tugas dan kewajiban seorang karyawan di posisi tertentu. Selain itu job analysis juga memuat standard kerja dan target yang harus dipenuhi untuk menentukan kinerja kerja. Penguraian job analysis ditulis dalam format yang mudah dipahami semua pihak yang terkait dengan posisi tersebut di dalam perusahaan. Job analysis adalah dasar untuk membuat uraian lebih lanjut mengenai requirements atau kualifikasi.
Kualifikasi untuk Setiap Posisi (Requirements or Qualifications)
Job analysis atau analisa tertulis yang telah dimiliki akan memudahkan HRD personnel untuk menguraikan lebih jauh tentang kualifikasi ideal, baik dari pendidikan, keterampilan khusus, pengalaman, hingga soft skills yang harus dimiliki calon karyawan untuk menduduki posisi tertentu.
Spesifikasi kualifikasi sangat berguna untuk mencocokkan calon karyawan dengan posisi tertentu, dan mengidentifikasi pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan untuk karyawan nantinya. Tuliskan requirement atau kualifikasi ini sehingga tertuang dengan jelas. Bersama dengan job analysis, requirements atau kualifikasi adalah dasar penting untuk memulai proses rekrutmen, terutama pada saat menulis iklan lowongan kerja yang baik dan efektif.
Penulisan Lowongan Kerja (Job Posting)
Penulisan lowongan kerja atau job posting, baik di media cetak maupun Internet, juga harus memperhatikan beberapa hal penting. Mungkin terlihat sederhana, namun ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pembacanya. Berikut ini adalah hal-hal yang mempengaruhi efektifitas penulisan lowongan kerja.
1.Nama Perusahaan.
Job seeker akan lebih tertarik dengan iklan lowongan yang mencantumkan deskripsi perusahaan, walaupun hanya secara singkat. Selain itu, umumnya nama brand atau produk lebih dikenal daripada nama resmi sebuah perusahaan.
2.Penulisan Posisi atau Jabatan.
Tuliskan nama posisi yang dicari dengan lengkap dan hindari penyingkatan.
3.Desain Iklan.
Iklan berwarna akan lebih eye catching dan membuat job seeker tertarik untuk mengetahui isi iklan tersebut lebih lanjut.
Proses Rekrutmen
Setelah memiliki pengetahuan jelas mengenai job analysis dan requirements, menulis lowongan kerja yang efektif, langkah selanjutnya adalah dengan memilah CV yang masuk. Proses ini erat kaitannya dengan job analysis dan requirements karena keduanya menjadi dasar CV screening.
Setelah CV terpilah, proses seleksi atau rekrutmen pun dimulai. Setiap perusahaan memiliki preference atau kecenderungan untuk memilih metode yang sesuai dengan industri dan budaya perusahaan mereka.
Metode yang ideal adalah yang bisa memahami dan memetakan pengetahuan teknis dan khusus dan pengalaman, motivasi, budaya dan kinerja kerja calong karyawan. Langkah-langkah berikut ini adalah metode seleksi yang lazim digunakan perusahaan karena kualitasnya.
1.Behaviour Based Interview
Proses ini adalah proses seleksi dengan wawancara yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau bukti dari perilaku yang berkaitan dengan kejujuran, komitmen dan konsistensi calon karyawan di masa lalu. Bukti tidak hanya diterima dari satu pihak, namun perlu dilakukan cek ulang dari pihak ke 3 atau referensi lain. Dituntut ketelitian dan kehati-hatian untuk mengecek ulang bukti.
2.Assessment Process
Proses ini adalah seleksi dengan mengadakan evaluasi terhadap perilaku seseorang yang diperlukan untuk posisi tertentu. Setiap posisi membutuhkan character trait yang berbeda-beda, sesuai dengan tanggung jawab dan deskripsi pekerjaan.
3.Hardskill Test
Tes yang lazim disebut tes pengetahuan ini adalah tes untuk mengetahui pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh calon karyawan. Pengetahuan yang dimiliki tentunya harus berkaitan dengan posisi yang akan ditempati oleh sang calon karyawan.
4.Motivational Fit Inventories
Langkah ini bertujuan untuk mengukur dan mengenali motivasi atau pemicu sang calon karyawan terhadap pekerjaan yang ia harapkan. Menurut survey yang dilakukan JobsDB.com kepada job seekers sepanjang tahun 2007, sejauh ini gaji dan benefit masih menjadi motivasi utama untuk bekerja. Namun, semakin banyak karyawan yang juga menilai faktor personal development dan interest adalah faktor penting dalam pekerjaan.
Remember! :
Karyawan adalah kunci utama berjalannya sebuah perusahaan. Kesalahan dalam merekrut karyawan pada akhirnya akan membawa resiko bagi perusahaan Anda. So, sebelum merekrut pastikan Anda telah menganalisa pekerjaan, menuliskan job requirement, melakukan job posting yang efektif, sehingga Anda dapat melaksanakan proses rekrutmen dengan baik. Jika kebutuhan rekrutmen Anda tidak cukup diatasi dengan proses diatas, mungkin sudah saatnya Anda mencari jasa executive search yang terkemuka.
Career News, www.jobsdb.co.id
Jangan Berhenti Berdoa ya...
“mereka (semua yang taat pada Tuhan) akan Kubawa ke gunungKu yang kudus dan akan Kuberi kusukaan di rumah doaKu. Aku akan berkenan kepada korban-korban bakaran dan korban-korban sembelihan mereka yang dipersembahkan di atas mezbahKu, sebab rumahKu akan disebut rumah doa bagi segala bangsa.” Yesaya 56:7
Doa adalah nafas hidup orang Kristen. Kita tidak akan mampu menjalani hidup tanpa doa karena doa adalah kekuatan bagi orang percaya. Apakah yang bisa kita andalkan di dunia ini? Uang, kekayaan atau jabatan? Bisakah semuanya itu memberikan kebahagiaan, rasa aman dan damai sejatera sejati, apalagi jaminan keselamatan? Maka kekristenan dan doa merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan. Berdoa adalah pernyataan ketergantungan kita kepada Tuhan dalam segala hal. Bukan saja waktu berada di situasi sulit dan menghadapi masalah yang berat baru kita mencari Tuhan, namun yang Dia kehendaki adalah di dalam segala keadaan kita melibatkan dan bergantung padaNya secara penuh.
Berdoa bukan sekedar memberikan laporan tentang kebutuhan kita secara terperinci. Sesungguhnya berdoa ialah mencari wajah Tuhan. FirmanNya mengingatkan, “Carilah Tuhan selagi Ia berkenan ditemui; berserulah kepadaNya selama Ia dekat!” (Yesaya 55:6). Seringkali kita berdoa namun tidak beroleh jawaban karena kita tidak merindukan PribadiNya, kita hanya menyampaikan keluh kesah yang disertai seabrek permintaan. Berdoa itu berkenaan dengan hubungan (relationship) . Tuhan ingin bersekutu dengan anak-anakNya untuk menyatakan kasihNya supaya terjalin suatu hubungan yang karib, Dia ada di dalam kita dan kita di dalam Dia seperti tertulis: “Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.” (Yohanes 15:4a). Jadi, selagi Tuhan masih berkenan untuk kita ditemui jangan pernah berhenti untuk berdoa. Itulah sebabnya Daud senantiasa rindu berada dekat dengan Tuhan, “Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati baitNya.” (Mazmur 27:4).
Ada berkat-berkat yang disediakan Tuhan bagi orang-orang yang senantiasa dekat denganNya, seperti: menikmati kemurahanNya dan mendapatkan perlindungan pada saat yang tepat (baca Mazmur 27:5). Kita pun memiliki keberanian untuk menghadapi musuh dengan kepala tegak oleh karena iman kita kepadaNya (baca Efesus 3:12).
Sungguh! Doa orang yang benar itu sangat besar kuasanya! Baca Yakobus 5:16b
Bekal Rumah Tangga
Seorang Pria dan kekasihnya menikah dan acara pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan.
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalan tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya.
“Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan,” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia……”
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama.
Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok Pagi ketika sarapan, mereka mulai siap mendiskusikannya.
“Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sampai 3 halaman…..
Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir….
“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya…
“Oh tidak, lanjutkan….” Jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia “Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.
Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berfikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…….”
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya ….ia menunduk dan menangis….
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tidak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Kita akan menjadi orang yang lebih berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan hal-hal yang buruk.
=====================================
Thanks to Agus Drijie
Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalan tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai.
Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya.
“Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan,” katanya sambil menyodorkan majalah tersebut.
“Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita. Kemudian, kita membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia……”
Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikan mereka bersama.
Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing.
Besok Pagi ketika sarapan, mereka mulai siap mendiskusikannya.
“Aku akan mulai duluan ya”, kata sang istri.
Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sampai 3 halaman…..
Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa air mata suaminya mulai mengalir….
“Maaf, apakah aku harus berhenti ?” tanyanya…
“Oh tidak, lanjutkan….” Jawab suaminya.
Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia “Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu”.
Dengan suara perlahan suaminya berkata “Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berfikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang…….”
Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya ….ia menunduk dan menangis….
Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tidak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan.
Mengapa harus menghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Kita akan menjadi orang yang lebih berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan hal-hal yang buruk.
=====================================
Thanks to Agus Drijie
Thursday, June 18, 2009
Mengapa WANITA begitu BERARTI bagi Pria
Dia yang diambil dari tulang rusuk. Jika Tuhan mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi saling melengkapi.
Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.. hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya... sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.
Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.. .. tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya. .. kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.
Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...
Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana .... karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.
Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.
----------------
dari artikel KUMPULAN DOA
Dialah penolongmu yang sepadan, bukan lawan yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, dia tidak berhadapan denganmu untuk melawanmu, tetapi dia akan berada bersamamu untuk berjaga-jaga di belakang saat engkau berada di depan, atau segera mengembalikan bola ketika bola itu terlewat olehmu, dialah yang akan menutupi kekuranganmu.
Dia ada untuk melengkapi yang tak ada dalam laki-laki: perasaan, emosi, kelemahlembutan, keluwesan, keindahan, kecantikan, rahim untuk melahirkan, mengurusi hal-hal yang kadang dianggap sepele.. hingga ketika kau tidak mengerti hal-hal itu, dialah yang akan menyelesaikan bagiannya... sehingga tanpa kau sadari ketika menjalankan sisa hidupmu... kau menjadi lebih kuat karena kehadirannya di sisimu.
Jika ada makhluk yang sangat bertolak belakang, kontras dengan lelaki, itulah perempuan. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan sebuah senyuman, itulah perempuan.
Ia tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki... tetapi ia butuh jaminan rasa aman darinya karena ia ada untuk dilindungi.. .. tidak hanya secara fisik tetapi juga emosi. Ia tidak tertarik kepada fakta-fakta yang akurat, bahasa yang teliti dan logis yang bisa disampaikan secara detail dari seorang laki-laki, tetapi yang ia butuhkan adalah perhatiannya. .. kata-kata yang lembut... ungkapan-ungkapan sayang yang sepele... namun baginya sangat berarti... membuatnya aman di dekatmu....
Batu yang keras dapat terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang oleh badai dibandingkan dengan pohon yang besar dan rindang... seperti juga di dalam kelembutannya di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuatnya bisa bertahan dalam situasi apapun.
Ia lembut bukan untuk diinjak, rumput yang lembut akan dinaungi oleh pohon yang kokoh dan rindang. Jika lelaki berpikir tentang perasaan perempuan, itu sepersekian dari hidupnya.... tetapi jika perempuan berpikir tentang perasaan lelaki, itu akan menyita seluruh hidupnya...
Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki- laki, karena perempuan adalah bagian dari laki-laki... apa yang menjadi bagian dari hidupnya, akan menjadi bagian dari hidupmu. Keluarganya akan menjadi keluarga barumu, keluargamu pun akan menjadi keluarganya juga. Sekalipun ia jauh dari keluarganya, namun ikatan emosi kepada keluarganya tetap ada karena ia lahir dan dibesarkan di sana .... karena mereka, ia menjadi seperti sekarang ini. Perasaannya terhadap keluarganya, akan menjadi bagian dari perasaanmu juga... karena kau dan dia adalah satu.... dia adalah dirimu yang tak ada sebelumnya.
Ketika pertandingan dimulai, pastikan dia ada di bagian lapangan yang sama denganmu.
----------------
dari artikel KUMPULAN DOA
7 Steps of How to Become an Olympic Sales Champion (From About.com)
What are the seven steps to becoming an Olympic Sales Champion? Is there even such a thing as a Sales Olympian? Why not? Everyday we are all out on the sales playing field; challenging and disciplining ourselves by molding our minds and our talents to learning and using our best sales techniques and abilities. Why not push a little further and become the best of the best -- even a Sales Champion -- at what we do? It is possible and what is it that must be done to become an Olympic Athlete in Sales? Start with these to ready yourself to go for the gold.
Assess your Sales Skills - In order to be an Olympic Sales Athlete, start out by taking an inventory of what your current sales skills are. Compare your abilities to the list of basic sales skills1 that every sales person should have or learn to acquire. This will help you to choose the best training program and also the best type of industry for you to exercise your sales skills for.
Before you go any further, take a moment to evaluate your habits at work and at play. Do you make it a habit to go the extra mile for your customers or for your boss -- or do you wait to be asked before you make a move to help out? Do you run, jump and hide when a customer comes in the door because it is too close to your lunch hour or time to go home? If these are some of your work habits then make the decision now to make a change; to have a mindset of a winner. If you cannot, then you may not be ready to be an Olympic Sales Champion.
Choose an Industry that Fits You - After taking an assessment of your skills, do a little bit of research to determine what type of sales person2 you are and in what industry you might be best suited for to begin to hone your athletic sales ability. Would you be best selling financial services, advertising, medical equipment, accounting services, automobiles or related services, sports and entertainment sales, and so many others? The list is endless. For every business out there, there is a need for someone -- an Olympic Sales Champion -- to sell that business's products and services. It could be you. Decide on one that you think is best for you and then get ready and in position to go for the interview!
Find a Sales Position - Now that you've decided which industry you want to sell for, suit up with your best appearance3 including a fresh polish on your shoes and get ready to interview4; go online, read the newspapers, attend networking conferences, or job fairs to seek out and apply for a sales position within the industry of your choice. Prepare yourself for the interview by studying the things that employers look for when hiring sales people5.
Know Your Competition - After settling into your new sales position, do some investigation to find out who your competitors are. Do some workout presentations to see how your company fairs to their competition and always be well versed in your company's history6. Research, study and be prepared to address each question that your prospects may have as it relates to your competitors. Boning up your sales skills to meet your competition head on will make you a stronger Sales Champion and make you better positioned to take the gold at anytime and at anyplace...over and over again.
Get a Coach - Find someone within your organization that is a sales success or who is an expert sales trainer7 to coach you on perfecting your sales skills. Read the many books, audio, video and training courses that are out there on building your sales skills expertise8. Each skill is an art unto itself, such as knowing how to ask the right questions, how to listen and how to make a great presentation and many others. A good coach will never lead you astray. They will guide you along and encourage as well as help you to strive to be your best. You are almost ready!
Practice Your Skills - All good sales trainer will tell you that practice, practice, practice is the number one way to become the true expert at what you do. No competitor, even a competing sales person within your organization, can be a match to someone who has studied and practiced to the point of rote, their skills of asking the right questions, making their presentation, and listening. Be ready9 and teachable10 at all times, even when you think you've achieved the most you can possibly achieve, because there is always room for improvement. You have put into place all the right abilities to be an Olympian in Sales; now you need to show up on the playing field everyday and polish these skills, at work and at play. You will succeed and attain that top position as a Sales Champion when you focus on disciplining yourself to be the best that you can be.
Stay in the Competition and Go for the Gold - If you have reached this step, keep going by always staying in the race -- the sales race that is. Being a great Olympic Athlete in Sales is a never ending opportunity to win the gold. With each prospect you meet, with every presentation you make, you are out there using your sales skills, but with confidence. Because of all of your practicing and training you have gained that expertise to be the best Sales Champion there is. Never stop. Soon you will proudly display your many awards and inspire others to follow in your Olympian foot steps. Bravo! Bravo!
This About.com page has been optimized for print. To view this page in its original form, please visit: http://sales.about.com/od/salesbasics/a/salesathlete.htm
©2009 About.com, Inc., a part of The New York Times Company. All rights reserved.
--------------------------------------------------------------------------------
Assess your Sales Skills - In order to be an Olympic Sales Athlete, start out by taking an inventory of what your current sales skills are. Compare your abilities to the list of basic sales skills1 that every sales person should have or learn to acquire. This will help you to choose the best training program and also the best type of industry for you to exercise your sales skills for.
Before you go any further, take a moment to evaluate your habits at work and at play. Do you make it a habit to go the extra mile for your customers or for your boss -- or do you wait to be asked before you make a move to help out? Do you run, jump and hide when a customer comes in the door because it is too close to your lunch hour or time to go home? If these are some of your work habits then make the decision now to make a change; to have a mindset of a winner. If you cannot, then you may not be ready to be an Olympic Sales Champion.
Choose an Industry that Fits You - After taking an assessment of your skills, do a little bit of research to determine what type of sales person2 you are and in what industry you might be best suited for to begin to hone your athletic sales ability. Would you be best selling financial services, advertising, medical equipment, accounting services, automobiles or related services, sports and entertainment sales, and so many others? The list is endless. For every business out there, there is a need for someone -- an Olympic Sales Champion -- to sell that business's products and services. It could be you. Decide on one that you think is best for you and then get ready and in position to go for the interview!
Find a Sales Position - Now that you've decided which industry you want to sell for, suit up with your best appearance3 including a fresh polish on your shoes and get ready to interview4; go online, read the newspapers, attend networking conferences, or job fairs to seek out and apply for a sales position within the industry of your choice. Prepare yourself for the interview by studying the things that employers look for when hiring sales people5.
Know Your Competition - After settling into your new sales position, do some investigation to find out who your competitors are. Do some workout presentations to see how your company fairs to their competition and always be well versed in your company's history6. Research, study and be prepared to address each question that your prospects may have as it relates to your competitors. Boning up your sales skills to meet your competition head on will make you a stronger Sales Champion and make you better positioned to take the gold at anytime and at anyplace...over and over again.
Get a Coach - Find someone within your organization that is a sales success or who is an expert sales trainer7 to coach you on perfecting your sales skills. Read the many books, audio, video and training courses that are out there on building your sales skills expertise8. Each skill is an art unto itself, such as knowing how to ask the right questions, how to listen and how to make a great presentation and many others. A good coach will never lead you astray. They will guide you along and encourage as well as help you to strive to be your best. You are almost ready!
Practice Your Skills - All good sales trainer will tell you that practice, practice, practice is the number one way to become the true expert at what you do. No competitor, even a competing sales person within your organization, can be a match to someone who has studied and practiced to the point of rote, their skills of asking the right questions, making their presentation, and listening. Be ready9 and teachable10 at all times, even when you think you've achieved the most you can possibly achieve, because there is always room for improvement. You have put into place all the right abilities to be an Olympian in Sales; now you need to show up on the playing field everyday and polish these skills, at work and at play. You will succeed and attain that top position as a Sales Champion when you focus on disciplining yourself to be the best that you can be.
Stay in the Competition and Go for the Gold - If you have reached this step, keep going by always staying in the race -- the sales race that is. Being a great Olympic Athlete in Sales is a never ending opportunity to win the gold. With each prospect you meet, with every presentation you make, you are out there using your sales skills, but with confidence. Because of all of your practicing and training you have gained that expertise to be the best Sales Champion there is. Never stop. Soon you will proudly display your many awards and inspire others to follow in your Olympian foot steps. Bravo! Bravo!
This About.com page has been optimized for print. To view this page in its original form, please visit: http://sales.about.com/od/salesbasics/a/salesathlete.htm
©2009 About.com, Inc., a part of The New York Times Company. All rights reserved.
--------------------------------------------------------------------------------
Sales interview Questions
Interviewing your next superstar?
Looking for your next sales position?
Here's a list of 31 interview questions in no particular order...
If you're interviewing candidates, use what you like... improve what you don't...
If you're in the hunt for a new sales position, use them as a prep tool and work your way through. When you
come out the other side, you'll be completely tuned and ready for action... dig in...
The questions...
1. Tell me about your last three days at work-- beginning to end.
2. How many first appointments do you have each week?
3. What do you like and dislike about the sales process and why?
4. What do you like and dislike about the products or services you're selling now and why?
5. What attracts you to the industry?
6. What are your long term professional goals?
7. What do you do personally for your professional development?
8. What are your favorite selling books?
9. What type of sales cycle is most rewarding to you? A long cycle for a big ticket item or a series of
smaller, more frequent sales.
10. As a sales professional, what do you see as your primary and secondary roles within a company?
11. In your current position, how much time would you say you spend directly with prospects and
customers throughout the sales day and what specifically do you do with them?
12. Describe a situation with a client or prospect where you made a mistake. How did you handle the error?
13. Describe a couple of instances, big or small, where you took a different tack in achieving an objective than was the company standard?
14. Describe a time where a creative approach to meeting an objective didn't work and what you did next?
15. What do you think are the most important skills in succeeding in sales?
16. What are your top three open-ended questions for initial sales calls?
17. In your current sales environment, describe the process you go through to qualify your prospects?
18. What is the largest group you've presented to (externally/ internally)?
19. How do you organize a presentation?
20. What do you like and dislike about presentations and why?
21. What do you see as the key issues in negotiating?
22. What do you see as the key skills in closing?
23. How would your present prospects and customers describe you as their sales representative?
24. Describe a time your company did not deliver on its product or service and how you responded?
25. Describe one or two of the most difficult challenges and/ or rejections you've faced in the past and how you responded?
26. How many rejections do you take in a typical week?
27. How do you move forward from a string of rejections?
28. What would you say your one or two biggest failures or mistakes were? What did you learn from them?
29. What are some of the challenges you see that are facing this industry?
30. How would those with whom you work now, across all areas of the company, describe you and the work you do?
31. Describe a time you led a group of people, the primary challenges you faced and how you handled them?
© 1998 – 2009 Give More Media
Looking for your next sales position?
Here's a list of 31 interview questions in no particular order...
If you're interviewing candidates, use what you like... improve what you don't...
If you're in the hunt for a new sales position, use them as a prep tool and work your way through. When you
come out the other side, you'll be completely tuned and ready for action... dig in...
The questions...
1. Tell me about your last three days at work-- beginning to end.
2. How many first appointments do you have each week?
3. What do you like and dislike about the sales process and why?
4. What do you like and dislike about the products or services you're selling now and why?
5. What attracts you to the
6. What are your long term professional goals?
7. What do you do personally for your professional development?
8. What are your favorite selling books?
9. What type of sales cycle is most rewarding to you? A long cycle for a big ticket item or a series of
smaller, more frequent sales.
10. As a sales professional, what do you see as your primary and secondary roles within a company?
11. In your current position, how much time would you say you spend directly with prospects and
customers throughout the sales day and what specifically do you do with them?
12. Describe a situation with a client or prospect where you made a mistake. How did you handle the error?
13. Describe a couple of instances, big or small, where you took a different tack in achieving an objective than was the company standard?
14. Describe a time where a creative approach to meeting an objective didn't work and what you did next?
15. What do you think are the most important skills in succeeding in sales?
16. What are your top three open-ended questions for initial sales calls?
17. In your current sales environment, describe the process you go through to qualify your prospects?
18. What is the largest group you've presented to (externally/ internally)?
19. How do you organize a presentation?
20. What do you like and dislike about presentations and why?
21. What do you see as the key issues in negotiating?
22. What do you see as the key skills in closing?
23. How would your present prospects and customers describe you as their sales representative?
24. Describe a time your company did not deliver on its product or service and how you responded?
25. Describe one or two of the most difficult challenges and/ or rejections you've faced in the past and how you responded?
26. How many rejections do you take in a typical week?
27. How do you move forward from a string of rejections?
28. What would you say your one or two biggest failures or mistakes were? What did you learn from them?
29. What are some of the challenges you see that are facing this industry?
30. How would those with whom you work now, across all areas of the company, describe you and the work you do?
31. Describe a time you led a group of people, the primary challenges you faced and how you handled them?
© 1998 – 2009 Give More Media
Serba-serbi iman Katolik: Bagaimana Menjadi Katolik?
------------ --------- --------- --------- -----
Sumber:
Majalah Rohani Vacare Deo
( http://www.holytrin itycarmel. com )
------------ --------- --------- --------- -----
Menjadi Katolik harusnya menjadi pengalaman yang mendalam dan penuh sukacita. Beberapa orang menerima rahmat ini sudah sejak bayi, dan seiring waktu mereka semakin mengenal rahmat luar biasa yang telah dianugerahkan kepada mereka. Yang lain lagi menjadi Katolik ketika mereka ketika anak-anak atau saat dewasa.
Seseorang dibawa ke dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik melalui penerimaan tiga sakramen inisiasi kristiani: Baptis, Krisma, dan Ekarisi. Akan tetapi, proses bagaimana seseorang menjadi Katolik berbeda proses satu dari yang lain.
Umumnya, orang disebut Katolik setelah dibaptis, diteguhkan keanggotaannya melalui Krisma dan Ekaristi. Namun, bagaimana dengan orang yang sudah dibaptis secara sah di luar Gereja Katolik? Baptisan yang dianggap sah dalam konteks Indonesia, adalah baptisan di dalam salah satu denominasi kristen yang diakui oleh PGI (Persatuan Gereja-Gereja Indonesia). Atau kalau lebih konkret, baptisan yang menggunakan rumusan: "Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus" sambil menuangkan air (air putih: air ledeng, air mineral, air suling) di atas dahi yang bersangkutan. Mereka yang sudah dibaptis secara sah, walaupun di luar Gereja Katolik, tidak perlu dibaptis ulang lagi dalam Gereja Katolik. Cukuplah bila ia membuat pengakuan iman Katolik dan diterima secara formal dalam Gereja. Biasanya dalam perayaan Ekaristi hari Minggu atau hari Raya saat banyak umat yang hadir sebagai saksi. Setelah diterima resmi dalam Gereja, biasanya orang tersebut langsung diizinkan menyambut Komuni.
Untuk orang dewasa dan anak-anak yang telah memasuki usia sadar-budi (tujuh tahun), syarat masuk ke dalam Gereja Katolik diatur dalam Ritus Inisiasi untuk Dewasa.
Baik mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja lain ataupun calon baptisan baru perlu dipersiapkan secara khusus. Masa persiapan ini disebut masa katekumenat. Lamanya diatur oleh keuskupan masing-masing sebagai Gereja Lokal.
Dalam Kasih Kristus,
Redaksi VacareDeo
============ ========= ========= ========
Silahkan bagikan renungan ini ke teman terdekat Sdr/i.
Tuhan memberkati.
============ ========= ========= ========
Bagi yang ingin mengutip/menyebarka n artikel ini,
harap tetap mencantumkan sumbernya. Terima kasih.
Sumber:
Majalah Rohani Vacare Deo
( http://www.holytrin itycarmel. com )
============ ========= ========= ========
Ikutilah milis Renungan VacareDeo,
setiap bulan dg 2 artikel pilihan.
Untuk bergabung, kirim email ke:
renungan-vacaredeo- subscribe@ yahoogroups. com
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages
KUNJUNGI Web Site VACARE DEO di http://www.holytrinitycarmel.com/
Sumber:
Majalah Rohani Vacare Deo
( http://www.holytrin itycarmel. com )
------------ --------- --------- --------- -----
Menjadi Katolik harusnya menjadi pengalaman yang mendalam dan penuh sukacita. Beberapa orang menerima rahmat ini sudah sejak bayi, dan seiring waktu mereka semakin mengenal rahmat luar biasa yang telah dianugerahkan kepada mereka. Yang lain lagi menjadi Katolik ketika mereka ketika anak-anak atau saat dewasa.
Seseorang dibawa ke dalam persekutuan penuh dengan Gereja Katolik melalui penerimaan tiga sakramen inisiasi kristiani: Baptis, Krisma, dan Ekarisi. Akan tetapi, proses bagaimana seseorang menjadi Katolik berbeda proses satu dari yang lain.
Umumnya, orang disebut Katolik setelah dibaptis, diteguhkan keanggotaannya melalui Krisma dan Ekaristi. Namun, bagaimana dengan orang yang sudah dibaptis secara sah di luar Gereja Katolik? Baptisan yang dianggap sah dalam konteks Indonesia, adalah baptisan di dalam salah satu denominasi kristen yang diakui oleh PGI (Persatuan Gereja-Gereja Indonesia). Atau kalau lebih konkret, baptisan yang menggunakan rumusan: "Aku membaptis engkau dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus" sambil menuangkan air (air putih: air ledeng, air mineral, air suling) di atas dahi yang bersangkutan. Mereka yang sudah dibaptis secara sah, walaupun di luar Gereja Katolik, tidak perlu dibaptis ulang lagi dalam Gereja Katolik. Cukuplah bila ia membuat pengakuan iman Katolik dan diterima secara formal dalam Gereja. Biasanya dalam perayaan Ekaristi hari Minggu atau hari Raya saat banyak umat yang hadir sebagai saksi. Setelah diterima resmi dalam Gereja, biasanya orang tersebut langsung diizinkan menyambut Komuni.
Untuk orang dewasa dan anak-anak yang telah memasuki usia sadar-budi (tujuh tahun), syarat masuk ke dalam Gereja Katolik diatur dalam Ritus Inisiasi untuk Dewasa.
Baik mereka yang sudah dibaptis dalam Gereja lain ataupun calon baptisan baru perlu dipersiapkan secara khusus. Masa persiapan ini disebut masa katekumenat. Lamanya diatur oleh keuskupan masing-masing sebagai Gereja Lokal.
Dalam Kasih Kristus,
Redaksi VacareDeo
============ ========= ========= ========
Silahkan bagikan renungan ini ke teman terdekat Sdr/i.
Tuhan memberkati.
============ ========= ========= ========
Bagi yang ingin mengutip/menyebarka n artikel ini,
harap tetap mencantumkan sumbernya. Terima kasih.
Sumber:
Majalah Rohani Vacare Deo
( http://www.holytrin itycarmel. com )
============ ========= ========= ========
Ikutilah milis Renungan VacareDeo,
setiap bulan dg 2 artikel pilihan.
Untuk bergabung, kirim email ke:
renungan-vacaredeo- subscribe@ yahoogroups. com
__._,_.___
Messages in this topic (1) Reply (via web post) | Start a new topic
Messages
KUNJUNGI Web Site VACARE DEO di http://www.holytrinitycarmel.com/
Tuesday, June 16, 2009
Mengapa Pria Senang Wet Kisses?
Wet kisses yang dilancarkannya dapat dijelaskan secara ilmiah.
KOMPAS.com - Anda pernah mengalami si dia mencium dengan begitu berantakan, sehingga seluruh wajah Anda "basah kuyup" dibuatnya? Ternyata ada penjelasan biologis mengenai hal ini.
Sejumlah eksplorasi mengenai sesi ciuman, menyebutkan bahwa berciuman menyebabkan pelepasan hormon oxytocin dan kortisol, yang menciptakan perasaan dekat dan rileks. Kini para ilmuwan mulai mempertimbangkan bahwa hormon testosteron dalam air liur lah yang menyebabkan pasangan ingin segera menyingkap pakaian dan bergegas ke sesi bercinta.
Betul, testosteron lah yang harus disalahkan dalam hal ini.
Helen Fisher, anthropolog dari Rutgers University, mengatakan bahwa testosteron dalam liur adalah penyebab pria senang mengulum bibir pasangannya dengan acak-acakan. Secara tidak sadar mereka sebenarnya sedang mencoba untuk mentransfer testosteron yang selanjutnya mendorong gairah seks pada pasangannya.
Anda perlu hati-hati jika si dia mulai melancarkan serangan wet kisses seperti ini. Tanpa Anda sadari, Anda segera terperangkap di dalam jebakan Batman-nya ini, dan bahasa tubuh Anda langsung memberikan sinyal bahwa Anda mengharapkan "sesi" selanjutnya. Namun, ada pula wanita yang tak cukup peka dengan ciuman seperti ini, dan malah merasa jijik dengan atraksi pasangannya.
Oleh karena itu, Fisher melanjutkan, melalui ciumannya ini pria juga sedang menilai apakah wanita tersebut cukup "hot" di atas ranjang atau tidak. Sebaiknya, wanita yang tidak menyukai gaya berciuman yang melibatkan banyak liur ini kemungkinan besar justru akan kehilangan gairah dan tak mau melanjutkan hubungan lagi.
Dalam suatu jajak pendapat yang dibuatnya, tambah Fisher, hampir 60 persen pria dan 70 persen wanita yang mengatakan ciuman pertama yang "basah" seperti ini mengancam hubungan selanjutnya.
Bagaimana dengan Anda?
DIN
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/06/13/20353854/mengapa.pria.senang.wet.kisses
KOMPAS.com - Anda pernah mengalami si dia mencium dengan begitu berantakan, sehingga seluruh wajah Anda "basah kuyup" dibuatnya? Ternyata ada penjelasan biologis mengenai hal ini.
Sejumlah eksplorasi mengenai sesi ciuman, menyebutkan bahwa berciuman menyebabkan pelepasan hormon oxytocin dan kortisol, yang menciptakan perasaan dekat dan rileks. Kini para ilmuwan mulai mempertimbangkan bahwa hormon testosteron dalam air liur lah yang menyebabkan pasangan ingin segera menyingkap pakaian dan bergegas ke sesi bercinta.
Betul, testosteron lah yang harus disalahkan dalam hal ini.
Helen Fisher, anthropolog dari Rutgers University, mengatakan bahwa testosteron dalam liur adalah penyebab pria senang mengulum bibir pasangannya dengan acak-acakan. Secara tidak sadar mereka sebenarnya sedang mencoba untuk mentransfer testosteron yang selanjutnya mendorong gairah seks pada pasangannya.
Anda perlu hati-hati jika si dia mulai melancarkan serangan wet kisses seperti ini. Tanpa Anda sadari, Anda segera terperangkap di dalam jebakan Batman-nya ini, dan bahasa tubuh Anda langsung memberikan sinyal bahwa Anda mengharapkan "sesi" selanjutnya. Namun, ada pula wanita yang tak cukup peka dengan ciuman seperti ini, dan malah merasa jijik dengan atraksi pasangannya.
Oleh karena itu, Fisher melanjutkan, melalui ciumannya ini pria juga sedang menilai apakah wanita tersebut cukup "hot" di atas ranjang atau tidak. Sebaiknya, wanita yang tidak menyukai gaya berciuman yang melibatkan banyak liur ini kemungkinan besar justru akan kehilangan gairah dan tak mau melanjutkan hubungan lagi.
Dalam suatu jajak pendapat yang dibuatnya, tambah Fisher, hampir 60 persen pria dan 70 persen wanita yang mengatakan ciuman pertama yang "basah" seperti ini mengancam hubungan selanjutnya.
Bagaimana dengan Anda?
DIN
Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2009/06/13/20353854/mengapa.pria.senang.wet.kisses
OVERCAUTION IS AS BAD AS NO CAUTION. IT MAKES OTHER PEOPLE SUSPICIOUS.
If you expect others to have confidence in you, you must conduct yourself in a way that inspires trust. Being so cautious that you never try anything new will damage your credibility just as much as will throwing all caution to the winds and trying any idea that comes along without thinking it through. (Most people equate any kind of extreme behavior with poor judgment.) But don’t fall victim to "analysis paralysis." Learn to separate facts from opinions and make sure your decisions-and your subsequent actions-are based on reliable information. Then take action!
Buku Harian seorang Suami (Read This!)
Nice story, patut dicontoh nih buat ketahanan Rumah Tangga :)
Sharing dari milis sebelah, semoga memberikan inspirasi bagi hubungan relasi Anda. Seringkali kan kita menyepelekan komunikasi, atau menganggap komunikasi ya sebatas say hi, bla bla bla.. Selamat membaca, dan menerapkannya
Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.
Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya
sangatlah sulit.
Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal - hal kecil dalam rumah tangga. Malam minggu pulang ke kampung halaman, saya tidak kuasa menahan diri hingga menuturkan segala keluhan tersebut pada ayah.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ayah mendengarkan segala keluhan saya, dan setelah beliau berdiri dan masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, ayah mengusung keluar belasan buku catatan dan ditumpuknya begitu saja di hadapan saya. Sebagian besar buku
tersebut halamannya telah menguning, kelihatannya buku? buku tersebut telah disimpan selama puluhan tahun.
Ayah saya tidak banyak mengenyam pendidikan, apa bisa beliau menulis buku harian? Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari buku-buku itu. Tulisannya memang adalah tulisan tangan ayah, agak miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman kertas. Saya segera tertarik dengan hal tersebut, mulailah saya baca Dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu.
Semuanya merupaka catatan hal ? hal sepele, "Suhu udara mulai berubah menjadi dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya."
"Anak - anak terlalu berisik, untung ada dia."
Sedikit demi sedikit tercatat, semua itu adalah catatan mengenai berbagai macam kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak? anak dan terhadap keluarga ini.. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa buku, arus hangat mengalir di dalam
hati saya, mata saya berlinang air mata. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada ayah "Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu."
Ayah menggelengkan kepalanyadan berkata, "Tidak perlu kagum, kamu juga bisa."
Ayah berkata lagi, "Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya, tidakmungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan"
Intinya adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran. Setiap orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga suka mencari gara - gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel. Waktu itu saya bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan saya tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Sering kali dalam hati saya penuh dengan amarah waktu menulis kertasnya sobek akibat tembus oleh pena. Tapi saya masih saja terus menulis satu demi satu kebaikannya, saya renungkan bolak balik dan akhirnya emosinya juga tidak ada lagi,yang tinggal semuanya adalah kebaikan dari ibumu."
Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah, "Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?"
Ayah hanya tertawa dan berkata, "Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadang kala dimalam hari,menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan, dan saling menertawakan pihak lain. ha. ha.
ha."
Memandang wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada di atas meja, tiba - tiba saya sadar akan rahasia dari suatu pernikahan :
"Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari orang lain.. Lupakan segala kesalahan dari pihak lain."
Tuhan Memberkati.
Rgrds,
Felix
Sharing dari milis sebelah, semoga memberikan inspirasi bagi hubungan relasi Anda. Seringkali kan kita menyepelekan komunikasi, atau menganggap komunikasi ya sebatas say hi, bla bla bla.. Selamat membaca, dan menerapkannya
Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.
Di dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya. Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya
sangatlah sulit.
Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar hanya akibat hal - hal kecil dalam rumah tangga. Malam minggu pulang ke kampung halaman, saya tidak kuasa menahan diri hingga menuturkan segala keluhan tersebut pada ayah.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ayah mendengarkan segala keluhan saya, dan setelah beliau berdiri dan masuk ke dalam rumah. Tak lama kemudian, ayah mengusung keluar belasan buku catatan dan ditumpuknya begitu saja di hadapan saya. Sebagian besar buku
tersebut halamannya telah menguning, kelihatannya buku? buku tersebut telah disimpan selama puluhan tahun.
Ayah saya tidak banyak mengenyam pendidikan, apa bisa beliau menulis buku harian? Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari buku-buku itu. Tulisannya memang adalah tulisan tangan ayah, agak miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman kertas. Saya segera tertarik dengan hal tersebut, mulailah saya baca Dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu.
Semuanya merupaka catatan hal ? hal sepele, "Suhu udara mulai berubah menjadi dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya."
"Anak - anak terlalu berisik, untung ada dia."
Sedikit demi sedikit tercatat, semua itu adalah catatan mengenai berbagai macam kebaikan dan cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak? anak dan terhadap keluarga ini.. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa buku, arus hangat mengalir di dalam
hati saya, mata saya berlinang air mata. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada ayah "Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu."
Ayah menggelengkan kepalanyadan berkata, "Tidak perlu kagum, kamu juga bisa."
Ayah berkata lagi, "Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya, tidakmungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan"
Intinya adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran. Setiap orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga suka mencari gara - gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel. Waktu itu saya bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan saya tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini. Sering kali dalam hati saya penuh dengan amarah waktu menulis kertasnya sobek akibat tembus oleh pena. Tapi saya masih saja terus menulis satu demi satu kebaikannya, saya renungkan bolak balik dan akhirnya emosinya juga tidak ada lagi,yang tinggal semuanya adalah kebaikan dari ibumu."
Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah, "Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?"
Ayah hanya tertawa dan berkata, "Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadang kala dimalam hari,menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan, dan saling menertawakan pihak lain. ha. ha.
ha."
Memandang wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada di atas meja, tiba - tiba saya sadar akan rahasia dari suatu pernikahan :
"Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari orang lain.. Lupakan segala kesalahan dari pihak lain."
Tuhan Memberkati.
Rgrds,
Felix
Wednesday, June 10, 2009
Takut Tertipu, bagaimana memilih partner?
Hah, bah.. sebel. Beberapa kali gw sering menjumpai perkara macem gini.. hehehe.. mangnya gampang cari partner..? ini dia sikap dan sedikit bocoran untuk memilih partner dalam melakukan usaha/ bisnis yang akan dimulai dengan perhitungan yang baik tentunya.
Beberapa hal yang bisa diperhatikan dan dijadikan acuan supaya bisnis tetap berjalan dengan lancar dan langgeng.
1.Kenali calon partner anda dengan baik. Lihat visi ke depan dan tujuan dia berbisnis. Selalu mengusahakan dan menjadikan satu visi dan tujuan bisnis Anda
2.Jangan tergiur hanya karena rekan bisnis Anda memiliki banyak uang untuk modal usaha. Uang tidak menjamin kesamaan visi dan misi usaha
3.Track record calon partner perlu diselidiki. selama ini di pekerjaannya maupun dalam bisnis kurang menyenangkan
4.Mensinkronisasikan ritme kerja dengan partner Anda.
5.Sebaiknya hubungan emosional, kerjasama saling menguntungkan dalam jangka panjang mutlak diperlukan supaya hasilnya maksimal. Namun yang perlu diwaspadai adalah salah seorang partner merasa dia mampu melakukannya sendiri tanpa rekan bisnis lain, maka di titik kritikal inilah yang menentukan kerjasama bisnis bubar atau terus berlanjut dengan baik.
6.Semoga berhasil
Lah, kelihatannya sederhana ya.. tapi prakteknya doehhhh ribet kali ya.. tapi percayalah, katakanlah kandidat partner bisnis itu sudah memenuhi teknikal yang baik, namun bagaimana dengan syarat lainnya seperti value yang gak kalah pentingnya seperti integritas?
Jawabannya tentu ada dalam diri Anda. Anda yang memilih, menjalani dan mungkin Anda yang akan memutuskan untuk quit atau berhenti dari bisnis kongsi itu.
Semoga bermanfaat.
Rgrds,
Felix Rinanto
Beberapa hal yang bisa diperhatikan dan dijadikan acuan supaya bisnis tetap berjalan dengan lancar dan langgeng.
1.Kenali calon partner anda dengan baik. Lihat visi ke depan dan tujuan dia berbisnis. Selalu mengusahakan dan menjadikan satu visi dan tujuan bisnis Anda
2.Jangan tergiur hanya karena rekan bisnis Anda memiliki banyak uang untuk modal usaha. Uang tidak menjamin kesamaan visi dan misi usaha
3.Track record calon partner perlu diselidiki. selama ini di pekerjaannya maupun dalam bisnis kurang menyenangkan
4.Mensinkronisasikan ritme kerja dengan partner Anda.
5.Sebaiknya hubungan emosional, kerjasama saling menguntungkan dalam jangka panjang mutlak diperlukan supaya hasilnya maksimal. Namun yang perlu diwaspadai adalah salah seorang partner merasa dia mampu melakukannya sendiri tanpa rekan bisnis lain, maka di titik kritikal inilah yang menentukan kerjasama bisnis bubar atau terus berlanjut dengan baik.
6.Semoga berhasil
Lah, kelihatannya sederhana ya.. tapi prakteknya doehhhh ribet kali ya.. tapi percayalah, katakanlah kandidat partner bisnis itu sudah memenuhi teknikal yang baik, namun bagaimana dengan syarat lainnya seperti value yang gak kalah pentingnya seperti integritas?
Jawabannya tentu ada dalam diri Anda. Anda yang memilih, menjalani dan mungkin Anda yang akan memutuskan untuk quit atau berhenti dari bisnis kongsi itu.
Semoga bermanfaat.
Rgrds,
Felix Rinanto
Monday, June 8, 2009
Hati-hati ada modus Penipuan !
Dear All,
Mohon berhati-hati saat menanggapi SMS atau melalui media apapun dari nomor GSM atau CDMA lain (selain nomor GSM yang saya gunakan) tentang tawaran atau ajakan untuk melakukan penanaman INVESTASI dalam bentuk tertentu, yang menggunakan NAMA yang MIRIP dengan SAYA (felix, atau feliks, dsb. Bahkan setelah saya lakukan cross check ke beberapa rekan lain, mereka juga mengalami hal yang sama yaitu nama mereka digunakan oleh OKNUM tersebut untuk keuntungan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan) serta NAMA ORGANISASI (dalam hal ini di lingkungan kampus Unika Atma Jaya) seperti LKMM (nick name Lekem), HIMEM, dsb. dst.
Teman-teman sekalian, secara pribadi saya menyampaikan dengan tegas bahwa Saya TIDAK PERNAH menawarkan atau terlibat dalam penawaran-penawaran atau bentuk INVESTASI yang belakangan ini terjadi di lingkungan kampus Unika Atmajaya Jakarta.
Beberapa rekan saya telah berbaik hati memberikan informasi bahwa nama saya telah "dicatut" / dipergunakan oleh OKNUM tersebut (sms tertentu masih saya simpan dari forwardan rekan-rekan yang mengaku memperoleh sms seperti di bawah ini)
Salah satu isi sms yang saya terima dari seorang teman sebagai berikut:
"Ini Felix lekem, gue pake nomor ini (021-70584068) sekarang, ms/mr.xxx (nama temen gw samarkan ajah, biar aman) bs ikut gabung joinan borong brg stationery pasar pagi ga? G lg cr tmbhn dana. Tempo 30hr bg2 cuan. Mau bk toko ni. Yup. Bisa ikutan ga? Ga usa gede2. Modal perlu si 20jtan, sm rak pajang. Ikut 30hr aja"
sms yang lain isinya berbeda lagi, masih dari nomor yang sama 021-70584068 dengan menggunakan nama saya (felix) yang saya peroleh dari seseorang teman yang lain, isinya begini:
"mr/ms.xxx, Lu lg ada budget nganggur gak? Ikutan patungan sebulan mo gak buat pryk web?Jmlh terserah lu.Kelipatan 500rebu.Ad bg hsl.Lmyn buat bensin"
Teman-teman, mohon berhati-hati dalam menanggapi sms-sms atau ajakan-ajakan ini.
Saya mensinyalir ini dilakukan oleh orang yang tahu betul lingkungan kampus Unika Atmajaya Jakarta, dengan beberapa temuan sebagai berikut:
1. orang ini (OKNUM) sungguh mengenali lingkungan kampus Unika Atmajaya, bahkan lingkungan non Unit Kegiatan tertentu pun bisa ditembusnya
2. berani menggunakan nama-nama samaran yang mirip sekali atau sama persis (notice : mungkin suatu saat nama Anda yang akan dipergunakan oleh si OKNUM ini) dengan tujuan pribadi yang dia inginkan dengan tidak mempertanggungjawabkannya.
Saya yakin apabila yang bersangkutan ingin melakukan kegiatan usahanya dengan benar dan transparan serta tidak memberikan janji-janji tertentu yang menjanjikan keuntungan, maka rekan-rekan yang kampus/ dari unit kegiatan mahasiswa kampus akan membantu atau katakanlan memberikan sejumlah uang untuk investasi atau pinjaman dalam jumlah tertentutertentu.
Saya mengharapkan kepada OKNUM ini agar tidak melakukan hal ini terkait dengan pencemaran nama baik seseorang dan bahkan institusi kampus.
Terima kasih atas perhatian dari semua rekan-rekan milis dan Unika Atmajaya khususnya.
Regards,
Felix Rinanto
... find, explore and enjoy my website !
e : f_rinanto@yahoo.com
b : http://feyX2spirit.blogspot.com/
Mohon berhati-hati saat menanggapi SMS atau melalui media apapun dari nomor GSM atau CDMA lain (selain nomor GSM yang saya gunakan) tentang tawaran atau ajakan untuk melakukan penanaman INVESTASI dalam bentuk tertentu, yang menggunakan NAMA yang MIRIP dengan SAYA (felix, atau feliks, dsb. Bahkan setelah saya lakukan cross check ke beberapa rekan lain, mereka juga mengalami hal yang sama yaitu nama mereka digunakan oleh OKNUM tersebut untuk keuntungan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan) serta NAMA ORGANISASI (dalam hal ini di lingkungan kampus Unika Atma Jaya) seperti LKMM (nick name Lekem), HIMEM, dsb. dst.
Teman-teman sekalian, secara pribadi saya menyampaikan dengan tegas bahwa Saya TIDAK PERNAH menawarkan atau terlibat dalam penawaran-penawaran atau bentuk INVESTASI yang belakangan ini terjadi di lingkungan kampus Unika Atmajaya Jakarta.
Beberapa rekan saya telah berbaik hati memberikan informasi bahwa nama saya telah "dicatut" / dipergunakan oleh OKNUM tersebut (sms tertentu masih saya simpan dari forwardan rekan-rekan yang mengaku memperoleh sms seperti di bawah ini)
Salah satu isi sms yang saya terima dari seorang teman sebagai berikut:
"Ini Felix lekem, gue pake nomor ini (021-70584068) sekarang, ms/mr.xxx (nama temen gw samarkan ajah, biar aman) bs ikut gabung joinan borong brg stationery pasar pagi ga? G lg cr tmbhn dana. Tempo 30hr bg2 cuan. Mau bk toko ni. Yup. Bisa ikutan ga? Ga usa gede2. Modal perlu si 20jtan, sm rak pajang. Ikut 30hr aja"
sms yang lain isinya berbeda lagi, masih dari nomor yang sama 021-70584068 dengan menggunakan nama saya (felix) yang saya peroleh dari seseorang teman yang lain, isinya begini:
"mr/ms.xxx, Lu lg ada budget nganggur gak? Ikutan patungan sebulan mo gak buat pryk web?Jmlh terserah lu.Kelipatan 500rebu.Ad bg hsl.Lmyn buat bensin"
Teman-teman, mohon berhati-hati dalam menanggapi sms-sms atau ajakan-ajakan ini.
Saya mensinyalir ini dilakukan oleh orang yang tahu betul lingkungan kampus Unika Atmajaya Jakarta, dengan beberapa temuan sebagai berikut:
1. orang ini (OKNUM) sungguh mengenali lingkungan kampus Unika Atmajaya, bahkan lingkungan non Unit Kegiatan tertentu pun bisa ditembusnya
2. berani menggunakan nama-nama samaran yang mirip sekali atau sama persis (notice : mungkin suatu saat nama Anda yang akan dipergunakan oleh si OKNUM ini) dengan tujuan pribadi yang dia inginkan dengan tidak mempertanggungjawabkannya.
Saya yakin apabila yang bersangkutan ingin melakukan kegiatan usahanya dengan benar dan transparan serta tidak memberikan janji-janji tertentu yang menjanjikan keuntungan, maka rekan-rekan yang kampus/ dari unit kegiatan mahasiswa kampus akan membantu atau katakanlan memberikan sejumlah uang untuk investasi atau pinjaman dalam jumlah tertentutertentu.
Saya mengharapkan kepada OKNUM ini agar tidak melakukan hal ini terkait dengan pencemaran nama baik seseorang dan bahkan institusi kampus.
Terima kasih atas perhatian dari semua rekan-rekan milis dan Unika Atmajaya khususnya.
Regards,
Felix Rinanto
... find, explore and enjoy my website !
e : f_rinanto@yahoo.com
b : http://feyX2spirit.blogspot.com/
Monday, June 1, 2009
How to Make your first $1 Million?
The Millionaire's Mindset
When your grandparents lamented that a dollar just isn't a dollar anymore, they weren't just bellyaching. Inflation attacks the value of a dollar, reducing it as time goes by so you need more dollars as time goes on. That is one of the reasons that $1 million is often thrown around as a retirement goal. Back in 1900, a $1 million retirement would include a mansion and a bevy of servants, but now, it has become a benchmark for the average retirement portfolio. The upside is that it is easier to become a millionaire now than at any time before. While you won't be buying islands, it is still a goal worth shooting for. Read on for 10 ways to make your first million.
Stop Senseless Spending
It's easy to spend your way out of a fortune. Fortunately, the opposite is also true - you can save your way into your first million. Most people working in North America right now will earn well over $1 million during their working lives. The secret to saving $1 million lies in keeping more of what you earn. Just as extending your earnings offers a unique perspective, doing the same with your spending sheds a ghastly light on the waste. If you spend $5 every day of your working life on coffee, snacks, etc., you lose $73,000 of your lifetime earnings, making it that much harder to hit the $1 million mark in savings. (For more, see Squeeze A Greenback Out Of Your Latte.)
Prune Your Purchases
When you do have to spend, try to get the most utility, not simply the most you can. The difference between great value and utility is a fine line. Buying too much house or too costly a car comes from confusing the two. If you shop for what you need and buy it cheaper than you'd planned, that's a great deal. By keeping the end use of large purchases in mind, you can avoid this drain on your cash. Before paying more than you can afford, remember that Warren Buffet, a man who constantly jockeys for richest person on earth, still lives in his humble Omaha abode. (For more on the value of frugality see Save Money The Scottish Way.)
Target Your Taxes
Another leaky hole you need to plug is the parasitic drain of big government. While you are expected to pay your taxes, it's the right of every taxpayer to try and reduce their tax bills to the absolute minimum allowed by law. Increasing your tax awareness means making taxes a quarterly chore rather than an annual scourge. Keeping abreast of allowable deductions, changes to your withholding and changes in tax limits will allow you to keep more of what you earn, so that you can put that money to work for you. (See 10 Steps To Tax Preparation for more.)
Crafty Compounding
Time is on your side when you've got compounding working on your savings. The earlier you start saving and the earlier you get your savings into a financial instrument that compounds, the easier your path to $1 million will be. You may be thinking of tenbaggers or hot issues that return 10 times their value in a few weeks, but it is the boring, year-on-year compounding that builds fortune for most people. (To learn more, read Compound Your Way To Retirement.)
Build Through Your Boss
If you're looking to save $1 million dollars for retirement, look no further than your boss. With matching contributions, your employer can be your best ally when it comes to building up retirement funds. If you think you need to squirrel away 20% of your income for retirement and your boss puts up 6% in matched contributions, then you're left with a much more manageable 14%. Even if you are your own boss, there are still options under SEPs. (For more on this see Making Salary Deferral Contributions.)
Ramp-Up Your Retirement Savings
Rather than letting your boss's contribution lessen your load, try to put a little extra into your retirement plan whenever you can. Automating your account contributions will make setting your money aside that much easier. That said, making extra contributions a priority will speed up your journey to $1 million and make your golden years that much more golden. You don't have to eat cat food to do this, just keep your retirement in mind when you've got extra cash on hand. (For more in this vein, see Playing Retirement Catch-Up.)
Incremental Investing
If you've got your retirement portfolios where you want them and are ready to start a pure income portfolio, then incremental investing is an excellent way to begin. You don't have to jump into the market with your life savings to make money. Even relatively small amounts can result in decent returns. The important thing to remember with your income portfolio is that capital gains taxes will be applied yearly to any income you pull out. Again, improving your tax awareness will help reduce the bite, but it takes time and knowledge to make one million solely from a taxable portfolio. Still, it has been done and will be done again. (See Investing 101 to get started.)
Dare To Diversify
If your portfolio is made up entirely of American companies or is even all held in stocks, then you may need to diversify. In the first case, more and more financial activity is out there in the wider world. This doesn't just mean investing in emerging economies like China and India that are producing huge gains, but recognizing that there are companies in Europe and Asia that are just as good (maybe better) as investments in the U.S.. Diversifying also means not putting all your money into one type of asset. Being a financial omnivore opens up that much more opportunity in times of growth and makes certain you won't go hungry when one source dries up. (See The Importance Of Diversification for more.)
Reconsider Real Estate
Owning real estate provides equity and diversity to your investments. If you own your own home, then paying your rent builds up equity. If you invest in real estate, then someone else's rent builds up your equity. Real estate investing isn't for everyone, but it has built fortunes for many savvy people. Owning your own home, however, is usually a good idea regardless of your opinion on real estate bubbles. Peter Lynch, one of the greatest stock investors of all time, believed that you should own your first home before you buy your first stock. (If you feel ready, see Investing In Real Estate for more.)
The Three Ps
Persistence, patience and purpose are common traits that you'll find in every millionaire from John Jacob Astor to Bill Gates. Even though inflation has brought the value of $1 million down from its lofty perch, you still need these traits to reach it. Why isn't everyone a millionaire? Maybe because it is easier to spend now, buy big and put off saving and investing than it is to sacrifice to reach the goal of becoming a millionaire. Using the tips given here can help you on your way, but you have to be brave enough to take the steps - first, final and all the hard ones that lay in between.
When your grandparents lamented that a dollar just isn't a dollar anymore, they weren't just bellyaching. Inflation attacks the value of a dollar, reducing it as time goes by so you need more dollars as time goes on. That is one of the reasons that $1 million is often thrown around as a retirement goal. Back in 1900, a $1 million retirement would include a mansion and a bevy of servants, but now, it has become a benchmark for the average retirement portfolio. The upside is that it is easier to become a millionaire now than at any time before. While you won't be buying islands, it is still a goal worth shooting for. Read on for 10 ways to make your first million.
Stop Senseless Spending
It's easy to spend your way out of a fortune. Fortunately, the opposite is also true - you can save your way into your first million. Most people working in North America right now will earn well over $1 million during their working lives. The secret to saving $1 million lies in keeping more of what you earn. Just as extending your earnings offers a unique perspective, doing the same with your spending sheds a ghastly light on the waste. If you spend $5 every day of your working life on coffee, snacks, etc., you lose $73,000 of your lifetime earnings, making it that much harder to hit the $1 million mark in savings. (For more, see Squeeze A Greenback Out Of Your Latte.)
Prune Your Purchases
When you do have to spend, try to get the most utility, not simply the most you can. The difference between great value and utility is a fine line. Buying too much house or too costly a car comes from confusing the two. If you shop for what you need and buy it cheaper than you'd planned, that's a great deal. By keeping the end use of large purchases in mind, you can avoid this drain on your cash. Before paying more than you can afford, remember that Warren Buffet, a man who constantly jockeys for richest person on earth, still lives in his humble Omaha abode. (For more on the value of frugality see Save Money The Scottish Way.)
Target Your Taxes
Another leaky hole you need to plug is the parasitic drain of big government. While you are expected to pay your taxes, it's the right of every taxpayer to try and reduce their tax bills to the absolute minimum allowed by law. Increasing your tax awareness means making taxes a quarterly chore rather than an annual scourge. Keeping abreast of allowable deductions, changes to your withholding and changes in tax limits will allow you to keep more of what you earn, so that you can put that money to work for you. (See 10 Steps To Tax Preparation for more.)
Crafty Compounding
Time is on your side when you've got compounding working on your savings. The earlier you start saving and the earlier you get your savings into a financial instrument that compounds, the easier your path to $1 million will be. You may be thinking of tenbaggers or hot issues that return 10 times their value in a few weeks, but it is the boring, year-on-year compounding that builds fortune for most people. (To learn more, read Compound Your Way To Retirement.)
Build Through Your Boss
If you're looking to save $1 million dollars for retirement, look no further than your boss. With matching contributions, your employer can be your best ally when it comes to building up retirement funds. If you think you need to squirrel away 20% of your income for retirement and your boss puts up 6% in matched contributions, then you're left with a much more manageable 14%. Even if you are your own boss, there are still options under SEPs. (For more on this see Making Salary Deferral Contributions.)
Ramp-Up Your Retirement Savings
Rather than letting your boss's contribution lessen your load, try to put a little extra into your retirement plan whenever you can. Automating your account contributions will make setting your money aside that much easier. That said, making extra contributions a priority will speed up your journey to $1 million and make your golden years that much more golden. You don't have to eat cat food to do this, just keep your retirement in mind when you've got extra cash on hand. (For more in this vein, see Playing Retirement Catch-Up.)
Incremental Investing
If you've got your retirement portfolios where you want them and are ready to start a pure income portfolio, then incremental investing is an excellent way to begin. You don't have to jump into the market with your life savings to make money. Even relatively small amounts can result in decent returns. The important thing to remember with your income portfolio is that capital gains taxes will be applied yearly to any income you pull out. Again, improving your tax awareness will help reduce the bite, but it takes time and knowledge to make one million solely from a taxable portfolio. Still, it has been done and will be done again. (See Investing 101 to get started.)
Dare To Diversify
If your portfolio is made up entirely of American companies or is even all held in stocks, then you may need to diversify. In the first case, more and more financial activity is out there in the wider world. This doesn't just mean investing in emerging economies like China and India that are producing huge gains, but recognizing that there are companies in Europe and Asia that are just as good (maybe better) as investments in the U.S.. Diversifying also means not putting all your money into one type of asset. Being a financial omnivore opens up that much more opportunity in times of growth and makes certain you won't go hungry when one source dries up. (See The Importance Of Diversification for more.)
Reconsider Real Estate
Owning real estate provides equity and diversity to your investments. If you own your own home, then paying your rent builds up equity. If you invest in real estate, then someone else's rent builds up your equity. Real estate investing isn't for everyone, but it has built fortunes for many savvy people. Owning your own home, however, is usually a good idea regardless of your opinion on real estate bubbles. Peter Lynch, one of the greatest stock investors of all time, believed that you should own your first home before you buy your first stock. (If you feel ready, see Investing In Real Estate for more.)
The Three Ps
Persistence, patience and purpose are common traits that you'll find in every millionaire from John Jacob Astor to Bill Gates. Even though inflation has brought the value of $1 million down from its lofty perch, you still need these traits to reach it. Why isn't everyone a millionaire? Maybe because it is easier to spend now, buy big and put off saving and investing than it is to sacrifice to reach the goal of becoming a millionaire. Using the tips given here can help you on your way, but you have to be brave enough to take the steps - first, final and all the hard ones that lay in between.
Subscribe to:
Posts (Atom)