Belajar untuk mengelola keuangan berasal dari bagaimana kita bisa mengendalikan diri sendiri sehari-hari.
Saya teringat dengan pelajaran marketing beberapa tahun lalu, yang mengatakan "jadilah pelaku pemasaran". dalam melakukan pekerjaan dan sebagainya aspek pemasaran itu ada di mana-mana. mulai ketika makan pagi, memposisikan diri di mana pun kita berada, memperkenalkan diri terhadap banyak orang, mempromosikan diri sendiri dan sebagainya.
Lalu apa hubungannya dengan judul di atas ? ohya, ada lanjutannya.. kita pun seharusnya tidak menjadi korban pemasaran !
Itulah yang menjadi seringkali disalahartikan dalam kehidupan kita, dan pada akhirnya akan membuat hidup kita bangkrut karena menjadi korban pemasaran. Jika kita merasa belum menjadi korban pemasaran, hindari sebisa mungkin.
Jika kamu mungkin telah menjadi korban pemasaran itu yang sudah mengarah pada pengaruh yang kuat untuk membelanjakan tidak hanya uang Anda, tetapi juga kartu kredit, bahkan rela mengutang sana sini untuk memuaskan keinginan itu.
Saran yang mungkin bisa membantu kita di forum ini adalah :
a. stop sebentar, lakukan introspeksi. ambil kertas kosong, dan setelah itu coba menghitung, seberapa besar jumlah uang yang ada di tabungan, investasi Anda? seberapa besar hutang yang sudah kamu ciptakan dan sumbernya dari mana itu semua berasal?
b. prioritaskan. mau kemana sekarang ? kalau semuanya sudah jelas, katakanlah investasi yang Anda kelola ada di berbagai tempat dan juga jangan lupa / mengingkari kalau Anda mempunyai kewajiban-kewajiban yang harus dibayarkan
Perlu diketahui bersama, bank manapun atau institusi keuangan manapun pasti akan menagih hutang Anda !
c. contrain. kondisi ini biasanya terjadi dimana semua uang cash / income Anda akan semakin menipis karena hutang Anda semakin membengkak. Misalnya seorang sahabat saya mempunyai 10 kartu kredit dari berbagai penerbit, dan untuk pembayaran minimumnya pun dia sudah tidak menyanggupinya dan menawarkan diri untuk dilakukan penjadwalan hutang-hutangnya. Payah. Mari kita belajar untuk bijaksana menggunakan uang dan kartu kredit. Kartu Kredit atau Pinjaman Personal Loan biasaya Tanpa Agunan jika digunakan berlebihan dan Anda telah menjadi "korban pemasaran", apa jadinya? Pengaruh iklan, bujukan, rekomendasi, referral dan sebagainya untuk kebutuhan Anda yang sebenarnya masih bisa ditunda atau tidak perlu di beli. Tetapi karena tekanan dan pengaruh "halus" itu sedemikian hebatnya sehingga tak disadari Anda akan menggunakan uang, kartu kredit dan KTA untuk "memaksimalkan" keinginan yang "menurut" Anda adalah penting !
d. refresh / turning point. untuk mencapai debt diet atau meninggalkan perlahan-lahan diri Anda dari "korban pemasaran", perlu didukung dari keluarga Anda loh ! Komitmen Anda harus benar - benar dituangkan dalam rencana seperti proyek Anda dalam pekerjaan Anda. Ya, komitmen, rencana kerja dan lakukan ! Walau demikian, menjadi pelaku pemasaran seharusnya melekat dalam diri Anda, agar pemakaian uang Anda bijaksana, membelanjakan uang / menggesek kartu kredit Anda untuk keperluan yang memang sebelumnya sudah Anda anggarkan untuk itu.
Mungkin ada langkah yang lebih baik dari Anda, akan tetapi sharing ini juga saya peroleh dari rekan-rekan dan pengetahuan dari banyak sahabat yang membantu saya juga untuk tidak hanya berteori tetapi mendorong saya untuk membuktikannya dan pasti akan dicapai.
Salam,
Carpe Diem 2010
No comments:
Post a Comment