Monday, June 22, 2009

Menemukan Kandidat yang Tepat!


Sumber daya manusia adalah salah satu modal dasar penting yang membangun kekuatan suatu organisasi atau perusahaan. Betapa tidak, karyawan atau sumber daya manusialah yang menjadi kunci penggerak konseptual dan operasional sebuah perusahaan. Bahkan menjadi generasi pemimpin dalam sebuah perusahaan.

Proses rekrutmen adalah mata rantai awal dari pembangunan sumber daya manusia. Proses ini adalah langkah awal penyeleksian sumber daya manusia yang akan jadi bagian dari dinamika perusahaan. Strategi dan metode rekrutmen yang tepat akan menghasilkan karyawan yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan karena tidak ada perusahaan yang menginginkan rekrutmen yang salah. Selain akan memakan biaya yang mahal, kesalahan dalam rekrutmen akan mempengaruhi moral dan kinerja karyawan lain, yang pada akhirnya juga mempengaruhi operasional perusahaan. Alih-alih mendorong tumbuhnya perusahaan, malah jadi beban perusahaan.

Stoner mengatakan proses rekrutmen adalah pengumpulan calon karyawan yang sesuai dengan deskripsi jabatan (Stoner, 1995). Tujuan dari rekrutmen adalah mengumpulkan calon karyawan sebanyak-banyaknya sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan untuk suatu jabatan. Semakin banyak calon karyawan yang dikumpulkan, maka semakin besar kemungkinan untuk memperoleh calon yang paling sesuai.

Analisa Setiap Posisi (Job Analysis)
Setiap posisi dalam perusahaan memiliki tugas dan kewajiban yang berbeda. HRD personnel wajib memiliki pengetahuan yang jelas tentang hal tersebut sebelum memulai proses rekrutmen. Dengan menganalisa posisi tersebut, maka uraian pekerjaannya akan tertuang dengan jelas.

Uraian yang disebut dengan job analysis ini akan memuat secara rinci tugas dan kewajiban seorang karyawan di posisi tertentu. Selain itu job analysis juga memuat standard kerja dan target yang harus dipenuhi untuk menentukan kinerja kerja. Penguraian job analysis ditulis dalam format yang mudah dipahami semua pihak yang terkait dengan posisi tersebut di dalam perusahaan. Job analysis adalah dasar untuk membuat uraian lebih lanjut mengenai requirements atau kualifikasi.

Kualifikasi untuk Setiap Posisi (Requirements or Qualifications)
Job analysis atau analisa tertulis yang telah dimiliki akan memudahkan HRD personnel untuk menguraikan lebih jauh tentang kualifikasi ideal, baik dari pendidikan, keterampilan khusus, pengalaman, hingga soft skills yang harus dimiliki calon karyawan untuk menduduki posisi tertentu.

Spesifikasi kualifikasi sangat berguna untuk mencocokkan calon karyawan dengan posisi tertentu, dan mengidentifikasi pelatihan dan pengembangan yang dibutuhkan untuk karyawan nantinya. Tuliskan requirement atau kualifikasi ini sehingga tertuang dengan jelas. Bersama dengan job analysis, requirements atau kualifikasi adalah dasar penting untuk memulai proses rekrutmen, terutama pada saat menulis iklan lowongan kerja yang baik dan efektif.

Penulisan Lowongan Kerja (Job Posting)
Penulisan lowongan kerja atau job posting, baik di media cetak maupun Internet, juga harus memperhatikan beberapa hal penting. Mungkin terlihat sederhana, namun ternyata memberikan dampak yang cukup signifikan bagi pembacanya. Berikut ini adalah hal-hal yang mempengaruhi efektifitas penulisan lowongan kerja.
1.Nama Perusahaan.
Job seeker akan lebih tertarik dengan iklan lowongan yang mencantumkan deskripsi perusahaan, walaupun hanya secara singkat. Selain itu, umumnya nama brand atau produk lebih dikenal daripada nama resmi sebuah perusahaan.

2.Penulisan Posisi atau Jabatan.
Tuliskan nama posisi yang dicari dengan lengkap dan hindari penyingkatan.

3.Desain Iklan.
Iklan berwarna akan lebih eye catching dan membuat job seeker tertarik untuk mengetahui isi iklan tersebut lebih lanjut.

Proses Rekrutmen
Setelah memiliki pengetahuan jelas mengenai job analysis dan requirements, menulis lowongan kerja yang efektif, langkah selanjutnya adalah dengan memilah CV yang masuk. Proses ini erat kaitannya dengan job analysis dan requirements karena keduanya menjadi dasar CV screening.

Setelah CV terpilah, proses seleksi atau rekrutmen pun dimulai. Setiap perusahaan memiliki preference atau kecenderungan untuk memilih metode yang sesuai dengan industri dan budaya perusahaan mereka.

Metode yang ideal adalah yang bisa memahami dan memetakan pengetahuan teknis dan khusus dan pengalaman, motivasi, budaya dan kinerja kerja calong karyawan. Langkah-langkah berikut ini adalah metode seleksi yang lazim digunakan perusahaan karena kualitasnya.
1.Behaviour Based Interview
Proses ini adalah proses seleksi dengan wawancara yang bertujuan untuk mendapatkan hasil atau bukti dari perilaku yang berkaitan dengan kejujuran, komitmen dan konsistensi calon karyawan di masa lalu. Bukti tidak hanya diterima dari satu pihak, namun perlu dilakukan cek ulang dari pihak ke 3 atau referensi lain. Dituntut ketelitian dan kehati-hatian untuk mengecek ulang bukti.

2.Assessment Process
Proses ini adalah seleksi dengan mengadakan evaluasi terhadap perilaku seseorang yang diperlukan untuk posisi tertentu. Setiap posisi membutuhkan character trait yang berbeda-beda, sesuai dengan tanggung jawab dan deskripsi pekerjaan.

3.Hardskill Test
Tes yang lazim disebut tes pengetahuan ini adalah tes untuk mengetahui pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki oleh calon karyawan. Pengetahuan yang dimiliki tentunya harus berkaitan dengan posisi yang akan ditempati oleh sang calon karyawan.

4.Motivational Fit Inventories
Langkah ini bertujuan untuk mengukur dan mengenali motivasi atau pemicu sang calon karyawan terhadap pekerjaan yang ia harapkan. Menurut survey yang dilakukan JobsDB.com kepada job seekers sepanjang tahun 2007, sejauh ini gaji dan benefit masih menjadi motivasi utama untuk bekerja. Namun, semakin banyak karyawan yang juga menilai faktor personal development dan interest adalah faktor penting dalam pekerjaan.

Remember! :
Karyawan adalah kunci utama berjalannya sebuah perusahaan. Kesalahan dalam merekrut karyawan pada akhirnya akan membawa resiko bagi perusahaan Anda. So, sebelum merekrut pastikan Anda telah menganalisa pekerjaan, menuliskan job requirement, melakukan job posting yang efektif, sehingga Anda dapat melaksanakan proses rekrutmen dengan baik. Jika kebutuhan rekrutmen Anda tidak cukup diatasi dengan proses diatas, mungkin sudah saatnya Anda mencari jasa executive search yang terkemuka.

Career News, www.jobsdb.co.id

No comments: