Dear All,
Sharing ini disampaikan dari salah satu sahabat gue dan gue posting kembali di blog ini. Bagus buat siapapun yang kadung nyaman saat ini. Selamat menikmati ya.
Subject: Berserah atau Pemberontak?
Seorang anak sakit keras. Ia harus segera disuntik agar obat bisa langsung masuk ke dalam pembuluh darahnya. Namun, begitu melihat jarum suntik, si anak memberontak. Meronta-ronta sambil menjerit dan menangis. Takut disuntik. Karena bergerak terus sulit bagi dokter untuk memasukkan jarum suntik. Baru setelah ia kelelahan dan lemas kehabisan tenaga, dokter bisa menyuntiknya. Obat pun masuk ke dalam tubuhnya. Proses penyembuhan dimulai.
Tanpa sadar, kita sering bersikap seperti anak kecil tadi. Ketika menghadapi kenyataan sulit, kita berontak. Panik. Protes. Marah. Menangis. Menjerit. Sulit menerima kenyataan. Sampai akhirnya kita lemah dan berpasrah dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan. Justru pada saat itulah, kuasa Tuhan turun menaungi kita.
Sudah beberapa lama waktunya aku terus mencari-cari jawaban. Marah, menangis, dan menjerit, namun hingga kini tidak ada yang kulihat. Cerita diatas membuat aku sadar, aku sesungguhnya belum berpasrah kepada Tuhan secara keseluruhan, jiwa dan raga. Aku merasa bahwa aku harus berbuat A, B, C, D dan seterusnya. Dan semuanya tidak ada titik terang yang terlihat yang bisa membawa aku keluar dari masalahku.
Dalam hati, hingga detik ini, aku masih terus berharap dan percaya bahwa mujizat itu nyata. Aku tidak sanggup menanggung ini sendirian. Perasaan gagal, hancur, menyesal, menyalahkan diri sendiri dan orang lain, benci, marah, cinta, dan sedih bercampur aduk dalam hati dan perasaanku. Pikiranku berkecamuk. Untungnya kasih Tuhan hadir melalui kesaksian-kesaksian dan penghiburan-penghiburan yang aku terima. Tuhan mengaruniakan kekuatan supaya aku sanggup menanggungnya, asal aku mau betul berserah dan bersatu bersama Dia, dimana itu akan berbuah kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri (Galatia 5 : 22 - 23).
Aku sungguh berharap dan percaya, dengan aku tinggal didalam Dia dan firman Dia tinggal di dalam aku, aku akan menerima apa saja yang aku kehendaki, terutama buah-buah dari Roh Kudus tadi.
Karena pohon-pohon akan bertumbuh semakin kuat bila tahan akan terpaan angin dan hujan nan dahsyat. Bagaikan sebuah mata pahat yang tajam menghasilkan ukiran nan indah dan anggun dari pualam. Hatiku dan diriku ditoreh oleh mata pahat Tuhan yang begitu tajam dan menyakitkan, karena Ia ingin mengubahku menjadi batu pualam yang indah. Sakit... tapi akan indah pada waktunya...
'Jawab Tuhan kepadaku, "Cukuplah anugerahKu bagimu, sebab justru dalam kelemahan, kuasaKu menjadi sempurna." Sebab itu aku terlebih suka bermegah dalam kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku' (2 Korintus 12:9)
Bapa... tak pernah Kau melukaiku tanpa alasan. Kepedihanku tak pernah Kau sia-siakan. Setiap kerugian yang Kau ijinkan aku alami, Kau menggantinya dengan berkat melimpah nan pasti...
1 comment:
great article!!!
bener2 bagus bgt... membangun bgt ik! gw ambil buat milist sel KTM gw ya. post lebih byk lagi ik... hehe...
Post a Comment